Postingan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) : Untuk Apa & Kepada Siapa ?

Gambar
     Pertanyaan yang kemudian muncul di dalam benakku ketika mendongakkan kepala sambil menutup mata dan merenungkan apa yang harus aku lakukan di desa orang nanti. Hal tersebut tepat saat upacara pelepasan secara simbolis yang dilakukan oleh kampus tercinta. Begitulah yang dirasakan oleh tidak hanya diriku tetapi juga sebagian besar mahasiswa yang melakukan hal tersebut. Waktu terasa begitu cepat sampai diriku sudah berada pada fase yang membingungkan, apakah hanya harus melalui masa tersebut dengan setengah hati atau malah melakukan apapun yang aku bisa dengan situasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah membingungkanku disamping diriku yang juga merupakan seorang introvert .       Menyadari diri ini yang belum banyak meraih apa-apa selama 6 semester terakhir selain dari kehidupan perkuliahan maupun kehidupan pribadi. Apalagi selama 45 hari kedepan, akan tinggal bersama dengan 10 orang yang jelas-jelas berbeda watak dan prilaku dan tentu s...

TERIMA KASIH

Gambar
Bismillah… MasyaAllah lahaulawala quwwataillabilllah hilaliyuladzim… MasyaAllah, Alhamdulillah.. Rasa syukur yg tiada tara…  Rasa bangga yang tiada henti atas nikmat yang telah engkau anugerahkan kepada hamba…   Terimakasih untuk diri sendiri yang telah berjuang hingga detik ini…  Lepaskan saja air mata itu, air mata tanda syukur…  Terimakasih untuk diri sendiri yang telah berjuang hingga detik ini  Terimakasih telah menahan perih yang begitu dalam Terimakasih telah mampu melewati cobaan kala itu  Cobaan yang membuat kita makin bijak  Cobaan yang membuat diri makin bersyukur  Cobaan sebagai tanda sayangnya Allah pada diri  Menegur dengan cara halus…  Sungguh diriku terkesima akan semua ini…  Teruslah berjuang..  Berjuang dengan maksimal  Berjuang tuk selalu mengagungkan nama-Nya Nama-Nya yang begitu besar  Yang menguasai segala sesuatu..   (Lakukanlah sesuatu hal yang membuatmu berterima kasih lima ...

Palestina Terusik, Saatnya Kita Berisik. Kita Bisa Apa?

Gambar
“ Kita hanya perlu menjadi manusia, untuk belajar memanusiakan manusia-SNA” Dua minggu lebih terus digencarkan serangan untuk Palestina. Tidak  ada ketenangan didalamnya, baku hantam yang menimbulkan korban jiwa. Tak peduli apakah itu anak-anak hingga lansia, semua dibabat rata. Kita yakin bahwa penjajahan diatas dunia  harus dihapuskan, itulah pesan dari filosofi kehidupan berbangsa negara +62.  Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga yag telah menewaskan 213 warga Palestina, 61 anak-anak dan melukai lebih dari 1400 orang di Gaza (CNNIndonesia.com). Tentu ini bukan hanya tentang permasalahan angka atau agama. Ya, penulis yakin bahwa kita MANUSIA y ang dititipkan hati nurani. Lalu apakah hati itu masih ada?. Tentu kita juga bertanya kenapa harus repot memikirkan yang jauh nan disana. Sedangkan kita saja masih balapan antara kelaparan dan kemalangan lainnya.  Mari kia pandang dari 2 perspektif yang berbeda. Bagi  umat Muslim persoalan Pales...

Metode Belajar Efektif Ditengah Kesibukan

Gambar
“Suka gak suka, hidup itu sama dengaan game. Tapi tidak semua orang mau main game di hidup sendiri” - SNA - Pernah gak sih kamu dengar begini, bahwa setiap orang punya waktu 24 jam untuk ngelakuin banyak hal, lalu setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Tetapi banyak orang yang kemudian terus merasakan kurang terhadap waktu, fenomena inscure melihat pencapaian orang lain nih, salah satu dampaknya. Kalau bisa memilih lebih baik kita menggunakan kekuatan membelah diri menjadi amoeba untuk menyeimbangkan semuanya menjadi sempurna atau kekuatan Jaka Tarub dengan lagenda candinya. Overall, aku percaya banget bahwa gak ada yang sempurna tetapi yang ada mengurangi ketidaksempurnaan. Nah selama menjadi mentor, pertanyaan yang sering banget menghantui kaum akademisi +62 yaitu gimana sih caranya bisa ngelakuin banyak hal tanpa keteteran dengan urusan akademik?. Kita juga sepertinya sepakat bahwa me...

Kata Mereka Aku (Gagal)

Tidak lulus tepat waktu artinya kurang pintar Belum menikah namun berumur artinya kurang menawan Miskin artinya tidak ada kesempatan dan penuh kemustahilan Tidak rupawan artinya akan banyak hujatan Belum kerja artinya tidak memiliki kepandaian atau orang dalam Kata (mereka) aku gagal, tidak punya harapan, sebelum berjuang Hai sahabat kebaikan, sudah lama tidak menyapa. Apakabar? Lelah dengan hari ini? Sudah sampai mana berjuang? Sudah penuhkah dengan beban? Semoga kamu tetap kuat menjalankan dunia yang selalu penuh dengan teka teki dalam perjalanannya. Kali ini aku ingin bercerita tapi tidak seperti orang kebanyakan, aku akan bercerita tentang kegagalan. Yups, banyak orang yang kemudian depresi setelah mengalami penolakan dan berujung pada kematian. Tidak jarang juga mereka hilang harapan karena dibunuh oleh perkataan dari kita sesama manusia bumi yang menyakitkan, seperti dihantam bahwa kita tidak layak untuk memperjuangkan hal yang kita harapkan . Cerit...

Sebuah Kritik Terbuka Terhadap Kafe yang Jual Lalapan

Sudah beberapa hari ini saya mendengar kakak saya ngedumel soal menu yang dihadirkan sebuah kafe di dekat rumah kami. Sebagai pecinta kopi dan menjadikan kopi sebagai gaya hidupnya, kakak saya mengatakan kehadiran lalapan, nasi goreng dan makanan berat lainnya di sebuah kafe sebenarnya merusak citra sebuah kafe karena cafe sejatinya, seyogyanya dan seharusnya hanya menjual kopi, minuman ringan lainnya dan tentu saja makanan ringan pendampingnya. Ingat ya, hanya makanan ringan, yang berat seperti rindu seharusnya tidak ada. Sebenarnya konsep kafe serupa juga pernah hadir di dekat tempat tinggal kami. Lalapan ayam dan ikan, aneka seafood, nasi goreng, mi setan, dan ragam minuman dengan nama yang aneh-aneh menjadi menu andalannya. Lalu apakah ada kopinya?, oh ada dong, kopi saset yang diracik embak-embak di dapur belakang, sayang sekali bukan dibikin barista kece nan necis. Konsep kafe yang menurut kakak saya merusak pakem perKafe-an duniawi ini sebenarnya cuma latah tren saja, u...

3 Dedemit Endemik Lombok yang Tidak Jelas Wujudnya

Masa kanak-kanak saya cukup banyak ternodai dengan kehadiran dedemit di pikiran saya. Betul memang hanya sekilas melalui pikiran. Walau tak pernah melihatnya sama sekali, tetapi kehadirannya pernah begitu terasa, betapa tidak, saat saya kecil, tiga dedemit yang akan saya bahas ini pernah sangat viral, tak satu pun bocil Lombok pada saat itu yang tidak mengenal tiga dedemit ini. Gema gaungnya mirip “Anjay” saat inilah. Minimnya pengetahuan parenting membuat orang tua jaman dulu menggunakan kekuatan menakut-nakuti agar anaknya mematuhi perintah mereka. Alhasil lestarilah kegiatan menakut-nakuti ini hingga anak cucunya, saya menjadi salah satu yang diwariskan kegiatan menakut-nakuti ini. Saya rasa, kegiatan yang satu ini lumrah terjadi, sangat subur pada masanya, tidak hanya di Lombok tapi juga di seluruh penjuru tanah air, betul apa benar? Meski dinamika hidup tetap berjalan, generasi terus berganti akibat pernikahan yang terus terjadi, tetapi tiga jenis dedemit ini tetap...