Belajar Ikhlas
Ikhlas? Banyak makna yang terkandung dalam kata ikhlas. Berapa definisi yang dituangkan oleh beberapa ulama salah satunya Ulama terkenal Abi Qasimy al-Qusyairi berkata: "Ikhlas adalah menjadikan tujuan taat satu-satunya hanyalah kepada Allah SWT. Dia ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan untuk mendapat pujian".
Ada juga pendapat yang lain, ikhlas adalah "Menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah SWT tatkala beribadah", yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah SWT bukan kepada manusia.
Dapat diketahui teman-teman ikhlas itu tidak terbatas dalam perkara ibadah saja seperti sholat, puasa, zakat, membaca al-Qur'an, dan amalan lainnya. Namun keikhlasan juga menyangkut amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah (pergaulan sosial) juga teman-teman.
Ada sebuah cerita pendek, dikala itu ada dua orang akhwat yang pergi membeli lauk untuk berbuka puasa tempatnya di Gomong. Akhwat yang dua ini hanya memiliki uang Rp.12.000 saja, tidak ada simpanan lain karena saat itu akhir bulan, biasa ya anak kos kalau akhir bulan keuangan sudah menipis hehe, uang 12.000 digunakan untuk membeli lauk Rp. 7.000 dan sisanya Rp. 5.000. Di samping tempatnya beli lauk ada seorang tukang parkir wajahnya terlihat lesu dan bersedih. Tukang parkir menghampiri dua akhwat yang tadi dengan pluit dilehernya. Salah satu akhwat tersenyum lebar dan menghampiri tukang parkir tersebut dengan memberikan uang RP. 5000 sisa membeli lauk yang tadi, awalnya itu akan dipakai membeli air minum.
Sebuah kata terlontar dari Tukang Parkir "Terima kasih nak, ini uang pertama yang bapak dapatkan dari tadi sore" (dengan ekspresi sedih dan mata berkaca)
"Sama-sama pak, apakah bapak mau ini?", dengan nada suara rendah sambil mengulurkan tangannya yang memegang lauk tersebut
"Tidak usah nak, terima kasih banyak" (dengan ekspresi antara sedih dan bahagia)
Singkat cerita sesampai di kos, kedua akhwat tersebut masih kepikiran dengan bapak yang tadi bagaimana buka puasa dan sebagainya. Dua orang akhwat itu sedang kesusahan dan tidak memiliki air minum di kosnya untuk membatalkan puasa, tapi masih sempat memikirkan Tukang Parkir yang tadi. Tidak lama setelah berbuka ada seorang teman yang datang membawakan minuman dan makanan yang banyak ke kos dua akhwat tersebut.
MaasyaAllah, berkat keikhlasan dari kedua akhwat itu mendatangkan rizki yang tidak terduga-duga menghampirinya. Tidak sampai disini teman-teman, ikhlas memiliki makna yang sangat banyak dari segala keadaan dan kondisi kehidupan manusia. Ikhlas ketika menerima cobaan, ikhlas mengunjungi saudara yang sakit, ikhlas ketika menderita, ikhlas ketika kita meminjamkan barang kita yang dibutuhkan oleh saudara kita, ikhlas beribadah, tersenyum kepada saudara juga harus ikhlas.
Tidaklah kita lakukan semua itu kecuali semata-mata karena Allah SWT. Kita tersenyum kepada saudara bukan karena dia berbuat baik kepada kita, tidak pula kita meminjamkan uang atau membantu saudara kita agar kelak suatu saat nanti ketika kita membutuhkan sesuatu maka kita pun akan dibantu olehnya. Ikhlas perlu dan wajib bagi setiap muslim sebagai salah satu syarat diterimanya amal-amal ibadah manusia. Tanpa keikhlasan, amal-amal akan ditolak. Allah tidak berkenan menerima amal-amal yang tidak ikhlas. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan sabda beliau.
"Tinggi rendah pahala yang diterima oleh seorang hamba tergantung kepada kadar keikhlasan hamba itu didalam beramal" - Dikutip dari Dahsyatnya Ikhlas oleh Mahmud Ahmad Mustafa -Ada juga pendapat yang lain, ikhlas adalah "Menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah SWT tatkala beribadah", yaitu jika engkau sedang beribadah maka hatimu dan wajahmu engkau arahkan kepada Allah SWT bukan kepada manusia.
Dapat diketahui teman-teman ikhlas itu tidak terbatas dalam perkara ibadah saja seperti sholat, puasa, zakat, membaca al-Qur'an, dan amalan lainnya. Namun keikhlasan juga menyangkut amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah (pergaulan sosial) juga teman-teman.
Ada sebuah cerita pendek, dikala itu ada dua orang akhwat yang pergi membeli lauk untuk berbuka puasa tempatnya di Gomong. Akhwat yang dua ini hanya memiliki uang Rp.12.000 saja, tidak ada simpanan lain karena saat itu akhir bulan, biasa ya anak kos kalau akhir bulan keuangan sudah menipis hehe, uang 12.000 digunakan untuk membeli lauk Rp. 7.000 dan sisanya Rp. 5.000. Di samping tempatnya beli lauk ada seorang tukang parkir wajahnya terlihat lesu dan bersedih. Tukang parkir menghampiri dua akhwat yang tadi dengan pluit dilehernya. Salah satu akhwat tersenyum lebar dan menghampiri tukang parkir tersebut dengan memberikan uang RP. 5000 sisa membeli lauk yang tadi, awalnya itu akan dipakai membeli air minum.
Sebuah kata terlontar dari Tukang Parkir "Terima kasih nak, ini uang pertama yang bapak dapatkan dari tadi sore" (dengan ekspresi sedih dan mata berkaca)
"Sama-sama pak, apakah bapak mau ini?", dengan nada suara rendah sambil mengulurkan tangannya yang memegang lauk tersebut
"Tidak usah nak, terima kasih banyak" (dengan ekspresi antara sedih dan bahagia)
Singkat cerita sesampai di kos, kedua akhwat tersebut masih kepikiran dengan bapak yang tadi bagaimana buka puasa dan sebagainya. Dua orang akhwat itu sedang kesusahan dan tidak memiliki air minum di kosnya untuk membatalkan puasa, tapi masih sempat memikirkan Tukang Parkir yang tadi. Tidak lama setelah berbuka ada seorang teman yang datang membawakan minuman dan makanan yang banyak ke kos dua akhwat tersebut.
MaasyaAllah, berkat keikhlasan dari kedua akhwat itu mendatangkan rizki yang tidak terduga-duga menghampirinya. Tidak sampai disini teman-teman, ikhlas memiliki makna yang sangat banyak dari segala keadaan dan kondisi kehidupan manusia. Ikhlas ketika menerima cobaan, ikhlas mengunjungi saudara yang sakit, ikhlas ketika menderita, ikhlas ketika kita meminjamkan barang kita yang dibutuhkan oleh saudara kita, ikhlas beribadah, tersenyum kepada saudara juga harus ikhlas.
Tidaklah kita lakukan semua itu kecuali semata-mata karena Allah SWT. Kita tersenyum kepada saudara bukan karena dia berbuat baik kepada kita, tidak pula kita meminjamkan uang atau membantu saudara kita agar kelak suatu saat nanti ketika kita membutuhkan sesuatu maka kita pun akan dibantu olehnya. Ikhlas perlu dan wajib bagi setiap muslim sebagai salah satu syarat diterimanya amal-amal ibadah manusia. Tanpa keikhlasan, amal-amal akan ditolak. Allah tidak berkenan menerima amal-amal yang tidak ikhlas. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan sabda beliau.
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai kemana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)
-- NW, I2 --

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?