Postingan

Menampilkan postingan dengan label Story

In Memoriam of the First Lombok 7.0 SR

Gambar
Hari ini 5 Agustus 2021, tepat tiga tahun bencana diawal bulan agustus. Pulau Lombok berguncang gempa berkekuatan 7,0 dalam Skala Richter, petang itu waktu maghrib tiba-tiba bumi berguncang. Panik? Jangan ditanya, bahkan banyak yang tak sempat menghindar, yahh bukan menghindari guncangan melainkan menghindari atap-atap dan dinding-dinding yang berjatuhan. Hal yang paling berharga saat itu adalah keselamatan diri dan keluarga, gesit kaki berlari ditengah guncangan dan dalam gelap. Hanya kalimat-kalimat taubat beserta puji-pujian atas kebesaran dan keagungan Tuhan yang terlintas dalam pikiran dan hati. Semua orang berada dalam situasi yang sama, merasakan detik-detik antara hidup dan mati. Terlebih saat itu guncangan terasa sampai ke pulau seberang. Sesaat sinyal komunikasi masih tersambung, deringan suara HP terdengar. Sanak saudara yang berada nan jauh disana sama khawatirnya dengan kami, begitu cepat berita tersebar. Tak hanya sekali, dalam gelapnya malam mas...

Dari Pertemanan, Persahabatan, Sampai Persaudaraan

Awalnya saya bertemu dengan beliau di suatu lingkaran kecil yang namanya mentoring di masjid universitas tempat kami menimba ilmu. Tak terasa dari awal pertemuan itu kami menjalin pertemanan yang awalnya biasa-biasa saja, namun ternyata pertemanan itu tidak hanya sebatas di lingkaran kecil. Berlanjut di beberapa organisasi yang kami ikuti (bingung juga si kok bisa sama) kalau tidak salah ada 6 organisasi yang kami ikuti, menjadi koordinator/menteri di setiap bidang, puluhan kegiatan kepanitiaan program kami handle , pernah juga di delegasikan ke luar daerah, bahkan mencetus suatu komunitas pengabdian kami pun samaan ( frame nya mulai ketemu disana) hingga kami pun pernah mengabdi di salah satu NGO ( Non-Governmental Organization atau LSM) Kemanusiaan. Mengisi dan membantu satu sama lain kami lakukan, tidak ada kata jeda di antara kami ketika yang satunya butuh bantuan maka semampu kami akan kami lakukan. Diskusi yang kami lakukan adalah diskusi yang di dasari oleh fra...

Sebuah Kritik Terbuka Terhadap Kafe yang Jual Lalapan

Sudah beberapa hari ini saya mendengar kakak saya ngedumel soal menu yang dihadirkan sebuah kafe di dekat rumah kami. Sebagai pecinta kopi dan menjadikan kopi sebagai gaya hidupnya, kakak saya mengatakan kehadiran lalapan, nasi goreng dan makanan berat lainnya di sebuah kafe sebenarnya merusak citra sebuah kafe karena cafe sejatinya, seyogyanya dan seharusnya hanya menjual kopi, minuman ringan lainnya dan tentu saja makanan ringan pendampingnya. Ingat ya, hanya makanan ringan, yang berat seperti rindu seharusnya tidak ada. Sebenarnya konsep kafe serupa juga pernah hadir di dekat tempat tinggal kami. Lalapan ayam dan ikan, aneka seafood, nasi goreng, mi setan, dan ragam minuman dengan nama yang aneh-aneh menjadi menu andalannya. Lalu apakah ada kopinya?, oh ada dong, kopi saset yang diracik embak-embak di dapur belakang, sayang sekali bukan dibikin barista kece nan necis. Konsep kafe yang menurut kakak saya merusak pakem perKafe-an duniawi ini sebenarnya cuma latah tren saja, u...

3 Dedemit Endemik Lombok yang Tidak Jelas Wujudnya

Masa kanak-kanak saya cukup banyak ternodai dengan kehadiran dedemit di pikiran saya. Betul memang hanya sekilas melalui pikiran. Walau tak pernah melihatnya sama sekali, tetapi kehadirannya pernah begitu terasa, betapa tidak, saat saya kecil, tiga dedemit yang akan saya bahas ini pernah sangat viral, tak satu pun bocil Lombok pada saat itu yang tidak mengenal tiga dedemit ini. Gema gaungnya mirip “Anjay” saat inilah. Minimnya pengetahuan parenting membuat orang tua jaman dulu menggunakan kekuatan menakut-nakuti agar anaknya mematuhi perintah mereka. Alhasil lestarilah kegiatan menakut-nakuti ini hingga anak cucunya, saya menjadi salah satu yang diwariskan kegiatan menakut-nakuti ini. Saya rasa, kegiatan yang satu ini lumrah terjadi, sangat subur pada masanya, tidak hanya di Lombok tapi juga di seluruh penjuru tanah air, betul apa benar? Meski dinamika hidup tetap berjalan, generasi terus berganti akibat pernikahan yang terus terjadi, tetapi tiga jenis dedemit ini tetap...

Toxic Parents ? #4

Gambar
Toxic Parents 3 Aku kembali ke rumah dan menemukan Bunda di meja makan dengan tangan menutupi wajahnya. Aku memantapkan diri melangkahkan kaki untuk menghampiri Bunda. Bunda yang sepertinya sadar seseorang melangkah ke arahnya, mengangkat kepalanya. Terciduk sedang menangis Bunda buru-buru menghapus air matanya. “ Sini duduk, Bunda mau ngobrol ”. Dengan lembut Bunda memintaku duduk di sampingnya. Bunda memutar tubuhnya agar berhadapan dengan ku, menatap wajahku lekat sampai-sampai rasanya Bunda bisa melihat ke dalam diriku. “ Bunda nggak sadar kapan kamu bisa tumbuh jadi sebesar ini ”, Bunda menarik nafasnya dalam dan membuangnya halus sebelum melanjutkan kalimatnya, “ Sepertinya selama ini Bunda menjadi Bunda yang kamu takuti bukan segani ya? ”, tanyanya pelan dan aku menggeleng cepat, Bunda tersenyum melihat reaksiku, “ Makasih, ya, sudah jadi anak baik. Makasih sudah tetap sayang Bunda walaupun Bunda egois ”. Aku sedih mendengar kalimat Bunda barusan, “ Makasih Bunda sudah...

Toxic Parents ? #3

Gambar
Toxic Parents ? #2 Aku melempar tasku sembarang dan membanting diri ke kasur. Minggu depan ujian akhir semester dan rasanya niat belajarku berada pada titik nol persen. Ini baru permulaan, pembelajarannya tidak sesulit itu, sungguh, lagipula aku tidak sebodoh itu dalam belajar tapi, aku hanya sedikit muak, itu terlalu kasar harap maklum it’s my day one of pms and I feel too sensitif for everything . Okay, mari refreshing sebentar. Aku mengambil kanvas, kuas dan cat lukisku, demi Tuhan, sebentar saja setelahnya 48 jam di weekend -ku akan kugunakan untuk belajar, janji. “ Ujian kamu dua hari lagi, Sea, ini bukan waktu yang tepat untuk melukis ”. Aku tersentak karena Bunda yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, aku membuang nafas kasar menahan sesuatu dalam diriku yang rasanya akan meledak sekarang juga “ Sebentar aja Bunda, aku butuh refreshing sebelum ujian ”, rengekku pelan. Bunda duduk di sampingku dan membelai lembut rambutku, “ Refreshing setelah ujian ya, harus ...

Toxic Parents ? #2

Gambar
Toxic Parents ? #1 Ini tahun pertama dan semester keduaku menjadi mahasiswi disalah satu universitas terbaik di kotaku yang sudah jadi sasaran Bunda sejak aku SMP, kata Bunda, belajar di universitas berakreditasi baik akan berpengaruh baik terhadap perjalanan cita-citaku. Ribet, is my first impression soal jurusan yang sekarang ku tekuni. Kedokteran. Salah satu jurusan yang paling digilai banyak orang tua, termasuk Bundaku dan katanya juga jurusan idaman mertua. But for you guys information , sejak 19 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia sampai sekarang I’m offically 19 , nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk menjalankan profesi mulia penyelamat banyak orang itu. Bukan karena aku nggak suka, it’s just not my passion . Aku hanya suka seni, terutama melukis. Sedari kecil waktu luang yang ada aku habiskan dengan melukis. Aku masih ingat lukisan pertamaku adalah Putri Odette dalam film Barbie of Swan Lake , yang kalauku lihat lagi pada usia saat ini itu menyeramkan...

Hei Kaum yang Berpacaran !, Tahu Enggak Asal Usul Pacaran?

Gambar
Saya ingin memulai tulisan ini dengan ungkapan “Pada zaman dahulu kala”, tetapi nanti jatuhnya garing dan membosankan karena bawaannya seperti kakek dan Nenek yang akan mendongengkan cucu-cucunya. Walaupun saya gadis yang sudah memiliki banyak koleksi cucu, saya tidak mau merasa tua karena kenyataannya saya memang masih muda, masih single alias tidak berpacaran, dan sedikit cantik. Walaupun saya tidak berpacaran dan sering kalang kabut karena ditikam kesepian, saya mencari tahu tentang budaya pacaran, alasannya karena saya seorang phylomath, sebuah klaim yang agak mengada-ngada tetapi semoga menjadi doa dan pada akhirnya menjadi kenyataan. Sahabat kebaikan, tolong beri amin paling serius. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya mengisahkan tentang sejarah pacaran. Seperti biasa, mukadimah sebuah sejarah biasanya diawali dengan perkenalan. Perkenalan di sini akan saya mulai dengan menjelaskan definisi pacaran. Secara harfiah “pacaran” berasal dari kata “pacar” yang ar...

Cerita KKN-mu Mana?

Gambar
Saya pernah dinasehatin sama salah satu dosen saya, kalau punya masalah itu jangan dipendam, tapi dikeluarin. Caranya gimana? Bisa cerita ke orang lain (tentunya orang yang bisa dipercaya), bisa ditulis atau ngomong sendiri. Dan kali ini saya mau ngelakuin cara yang kedua, iya nulis. Kok gitu? Iya mau gimana lagi, saya udah berusaha buat gak inget-inget lagi tentang itu, tapi isi otak saya kesana mulu, kadang kesel juga, yaudah saya putusin buat nulis. Terserah teman-teman ya mau lanjut baca atau gak, yang pasti saya gak maksa buat baca sampai akhir. Karena isinya disini celotehan-celotehan tentang KKN saya (Kuliah Kerja N…, isi sendiri, hehehhe). But, semoga ada hal yang dapat diambil jadi pelajaran ya… Menjadi seorang muslimah yang mampu menjaga izzah dan iffah adalah dambaan akhwat pada umumnya. Izzah itu apa? Izzah itu artinya kehormatan dan iffah itu artinya kesucian. Hingga detik ini saya masih inget kata-kata ustaz felix siauw, ketika kita sudah tau ilmunya, Allah pasti kasi...

Toxic Parents ? #1

Gambar
Hot chocolate yang kini sudah tidak lagi megeluarkan asap tipis menandakan si empunya, alias aku, sudah terlalu lama berkuat dengan pikiranku dan hot chocolate itu menjadi saksi bisu bahwa pikiran si empunya itu sedari tadi sedang tak disana bersama raganya. Sampai suara ketukan pintu itu terdengar seperti sebuah gumpalan awan yang kemudian pecah lalu berhamburan terbang, pikiranku buyar. “ Sea! Sudah lewat jam sepuluh, ayo, tidur kalau nggak kualitas tidur kamu ngak akan bagus karena kurang dari delapan jam ”. Guys, meet my Mom, my single parent Mom , yang baru saja menerobos masuk. Meskipun sudah ketuk pintu, tapi tetap saja aku belum mempersilahkannya masuk. “ Hey, go go go waktu nggak akan berhenti buat nungguin kamu gosok gigi, cuci kaki, cuci muka, dan pergi tidur ”, cercahnya lagi dan seperti biasa dengan alis dan jidat berkerut. Aku menggeliat sambil mengeluarkan suara malas. “Aye, captain!” , aku bangkit dari kursi ter-pewe-ku, memeluk pundak Bunda rewelku sam...

Kehidupan Setelah Sarjana Itu Memusingkan

Gambar
Disclaimer: Sahabat Kebaikan, tulisan ini tidaklah bernas dan mungkin tidak penting 😖, tulisan ini hanya sekadar curhatan dari seseorang yang baru saja menanggalkan predikat mahasiswanya. Bagi yang berkenan membaca, terima kasih 😊 Saya belum wisuda, tapi gelar sarjana sudah menempel pada nama saya. Rasanya tidak menyenangkan. Memperoleh gelar sarjana berarti harus sudah bisa berdikari dengan bekal ilmu yang dimiliki. Ya persislah dengan apa yang saya impikan bersama kawan-kawan saya semasa kuliah. Impian tergila saya dan kawan-kawan adalah menjadi wanita kaya raya dengan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan, selain itu kami juga bermimpi untuk menikah dengan lelaki tampan, mapan, dan beriman, bisa dibilang kriteria minimalnya adalah seorang CEO Unicron , hahaha. Akan tetapi, kehidupan setelah lulus kuliah tidaklah seindah ending drama A Love So Beautiful atau Naughty Kiss. Saat kuliah dulu, hal yang selalu saya dan teman-teman pusingkan adalah tugas kuliah dan menu maka...

Sebuah Jalan #1

Gambar
Hei, apa kabar? Semoga baik-baik saja dan tetap sehat 😊 Pernah gak kamu merasa iri sama orang lain?. Iri karena kesuksesannya, kepintarannya, ataupun kehidupannya. Pernah gak kamu merasa diri tidak sebaik orang lain?. Seperti gak bisa apa-apa, terlalu bodoh, ataupun miris dengan jalan hidup. Pernah gak kamu terpuruk dan tenggelam dalam keputusasaan?. Pada akhirnya hanya ingin menyendiri dan berharap waktu bisa diulang kembali. Pernah gak kamu terjebak dalam ingatan masa lalu yang tak berguna?. Terjebak karena berusaha introspeksi diri, ehh malah kejebak ingatan yang tak berguna. Pernah gak kamu lupa dengan tujuan yang ingin dicapai?. Yaahh, lupa karena apa yang telah direncanakan tak sesuai dengan yang terjadi. Selamat, kamu masih manusia. Tapi, apa kamu akan terus seperti itu?, membiarkan diri semakin tenggelam ditelan rasa pesimis yang luar biasa. Apa kamu hanya akan diam saja?. Diam menunggu sesuatu berubah secara tiba-tiba menjadi lebih baik, seperti pesulap yang m...

[I'm Not Okay] Sudah Sampai Mana Menata Hati?

Gambar
Percaya saja setelah ada hujan ada pelangi. Jangan kehilangan diri sendiri karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Waktu terus bersilih berganti. Baru saja nyaman dengan pagi, sudah berganti dengan siang. Mau menunda sebentar lagi eh udah malam. Begitulah semua sudah di setting oleh Tuhan. Tapi tidak semua kita bisa mengikuti alur waktu, kadang masih saja enak dengan rasa luka yang mendalam. Entah karena dendam kesumat yang tidak bisa tersalurkan, benci yang menggerogoti untuk tidak saling mengenal, marah yang kadang membuat hilang akal, kecewa yang membuat jatuh menangis tersedu-tersedu atau sedih yang tak kunjung berlalu. Katanya kita hidup dimasa sekarang hanya perlu menjadikan masa lalu sebagai pelajaran dan masa depan sebagai proses panjang yang harus diperjuangkan. Lagi-lagi masih ada yang terbayang dengan masa lalu yang tak pernah padam. Perasaaan negatif tadi mengalir tak pernah habisnya, seperti air di laut yang tak dapat dikuras. Tertawa bukan berarti tak ada be...

Makanan dan Harapan

Gambar
Dear Sahabat kebaikan, maafkan ya kali ini sedang dirundung pikir yang buntu. Namun, meski begitu berbagi adalah hal yang hal yang tak boleh dilewatkan bukan? Meski hanya sekerat roti seperti milik Abdurrahman bin Abu Bakar atau segelas air yang diterima seorang anak kecil yang dahaga. Mungkin juga secuil harapan untuk bisa menjadi baik bersama. Kenapa judul tulisan ini makanan dan harapan? Apa hubungannya? Simak yuk, semoga ada ibrahnya.. Seorang ibu yang baru beberapa waktu melahirkan anaknya, seorang bayi laki-laki. Saban detik ia menjaganya, mengasuh lagi mengasihi sepenuh jiwa dan raga. Suatu hari sang Ibu meninggalkan sang bayi yang tertidur untuk melakukan sebuah keperluan. Anak laki-laki itu menjerit, menangis sebab tak mendapati ibunya tatkala terbangun. Ketika itu tetangga mereka mendengar suara tangis lalu ia bergegas mendatangi. Ia memberikan ASInya bagi si bayi. Setelahnya ia kembali ke rumah lagi sembari memastikan ibu dari bayi itu kembali. Keperluan si ibu tel...

Tradisi Maleman : Spirit Lailatul Qadar Di Bulan Ramadhan Khas Masyarakat Lombok

Gambar
Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memilki beberapa keutamaan. Salah satu keutamaan bulan Ramadhan yaitu bulan diturunkannya Al- Qur’an. Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar” (QS. Al-Qadar: 1). Kemuliaan bulan Ramadhan lainnya yaitu dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan disalah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan), malam yang lebih baik dari Seribu Bulan. Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al-Qur’anul Karim. Allah Swt berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:1-3). Dalam menyambut malam Lailatul Qadar di...