Memaksimalkan Bersamamu

Marhaban ya Ramadhan...
Marhaban ya Ramadhan...
Marhaban ya Ramadhan...

Seruan setiap insan yang beriman. Menyambut penuh gembira dan bersemangat dalam mengerjakan setiap kebaikan. Begitu pun Rasulullah dan para sahabat ketika menyambutnya. Bagaimana tidak bahagia, begitu banyak keutamaan selama bulan Ramadhan.

Sabda Rasulullah "Wahai umatku! Akan datang padamu bulan yang mulia, bulan penuh berkah. Pada bulan itu, ada malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Itulah malam ketika Tuhan memberi perintah bahwa kewajiban puasa harus dilakukan pada siang hari. Dia menciptakan shalat tarawih yg dikerjakan pada malam hari,"
Begitu bahagia Rasulullah dan para sahabat menyambutnya. Tiada hari tanpa mereka sia-siakan.

Lalu pertanyaan besar bagi kita semua. Sampai mana kebahagiaan itu menyertai kita?
Sampai mana pengorbanan yang kita perbuat untuk membuktikan besarnya rasa syukur kita ? Apakah sebatas memajang story dalam WA, ig, twiter dan sosmed lainnya menandakan kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya?
Apakah lantas semua itu menjadi amal-amal yang dalam benak kita adalah pemberat dan hasil panen terbaik untuk kita dibulan Ramadhan? Atau semua itu adalah kesia-siaan nyata?
Setiap Insan pasti ingin menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik dan teristimewa. Namun benarkah semua itu istimewa?




Ada malam dimana semua orang menanti-nantikan kedatanganya. Sampai-sampai semua orang yang beriman benar-benar memanfaatkan dan memfokuskan waktu luang mereka untuk mendapatkan dan memaksimalkan semuanya untuk mendapatkan malam mulia yang nilai ibadahnya seribu bulan, Lailatul Qadar. Bagi kita semua pasti ingin mendapatkan kesemapatan ini, karena kesempatan ini adalah kesempatan emas untuk berdo'a.
Bagaimana seorang muslim mendapatkan Lailatul Qadar??
Lailatul Qadar adalah malam berjuta keutamaan. Orang-orang beriman berlomba-lomba dan berupaya keras untuk mendapatkan keutamaan dari Malam Seribu Bulan.
Rasulullah SAW mencontohkan upaya-upaya untuk mendapatkan keutaman Lailatul Qadar. Bersungguh-sungguh beribadah pada malam terakhir bulan Ramadhan. Kesungguhannya melebihi malam-malam yang telah dilewati selama bulan Ramadhan.
Menghidupakan 10 malam terakhir dengan cara:
  • I'tikaf
  • Menegakkan Shalat
  • Membaca Al-Quran
  • Berdo'a

  • Rasulullah mencontohkan juga membangunkan keluarganya untuk menghidupkan malam tersebut, Rasulullah SAW banyak memohon ampun. Do'a yang diajarkan Rasulullah SAW pada malam-malam terakhir Ramadhan,
    عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
    Dari Aisyah yang berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika saya mendapati malam lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?’ Rasulullah bersabda, ‘Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku)’.” (HR. Al-Tirmidzi)

    Hmmmm... Rasulullah aja memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, bagaimana dengan kita??
    Mungkin kebanyakan pegang HP, chattingan, dan mengingatkan namun membuat lalai pada dasarnya. Apa lagi Bucin yaa... Chat centang dua belum centang biru hati rasa tersayat dan banyak tanya pada dasarnya suudzon pun muncul. Padahal yang dichat lagi ngejar target neh...
    Ngapain ladenin kamu yang suka ganggu, lebih baik memanfatkan waktu untuk pahala yang nilainya seribu bulan. ukhh... hatinya menunggu-nunggu. Dibalas pun bukan tentang jawaban yang kau tunggu, melainkan kata-kata "Jangan menggangu", atau paling parah terblok dirimu. haaaa...wkwk...
    Daripada itu buat pusing palamu, lebih baik kita cari pahala yang seribu.
    Ada kabar lagi neh...
    Malam Lailatul Qadar itu datangnya di saat-saat malam ganjil. Beberapa ulama berpendapat, jika Ramadhan berjumlah 30 hari, dapat dipastikan bahwa awal dari 10 malam terakhir adalah malam ke-21. Oleh karena itu, Lailatul Qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27 atau ke-29, inilah malam-malam ganjil dari 10 malam terakhir.
    Maa Syaa Allah. Allah itu Maha Baik, begitu sempurna Allah mencintai hamba-Nya. Banyak keutamaan Ramadhan dan bahkan di dalamnya pun terdapat malam yang pahalanya seperti beribadah seribu bulan.
    *I &#x2764 Allah*
    Tidak ada yang mengetahui kapan Lailatul Qadar tiba, begitupun Rasulullah SAW. Oleh karna itu beliau selalu menyarankan untuk banyak-banyak beribadah di malam-malam terakhir Ramadhan.
    Daripada bingung dan menunggu centang dua itu terbaca atau membiru.
    Lebih baik kita lebih semangat lagi untuk memaksimalkan chat kita pada Allah dengan perbanyak do'a dan membangunkan keluarga kita untuk menghidupkan malam-malam terakhir dipenghujung bulan Ramadhan. Tahajud mu jangan sendiri, bangunkan saudara dan orang tua. Tilawahmu jangan mau mendua dengan chat WA mu.
    Dhuhamu adalah sedekah bagi dirimu yang tak ada uang untuk kau berikan.
    Zikirmu menghalangi ghibahmu. Shalawatmu menambah cintamu pada sang Rasul tercinta.
    Takutku bukan masalah tak mampu. Namun rasa malasku mulai menggerogoti batinku.
    Aku takut pulang tak membawa bekal. Aku takut pulang tak memanen hasil yang memuaskan.
    Aku takut awal bahagiaku menyambutnya hanya kepura-puraan. Usahaku menghidupakannya hanya sebuah kepalsuan.
    Tangisan malam-malam terakhirku bukan sebuah kesengajaan. Melainkan sandiwara agar kau terlihat sangat baik menjalankan.
    Padahal kau tak pernah merasakan ditinggalakan.
    Jangan sampai hangus semua amal, jangan sampai kau sia-siakan semua waktu, dan jangan sampai kau datang bahagia, pergi pun kau biasa-biasa saja.
    Hidupkan malam-malam terakhir, semoga Allah jadikan kita semua bukan si fakir. Banyak yang memanen hasil, kita hanya menjadi tong kosong yang nyaring.
    Semangat, jadikan Ramadhan terbaikmu tahun ini &#x270A
    -- R.A --

    Komentar