Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivation

1443 H

Sebuah momentum yang harus kita syukuri, mengevaluasi diri agar menjadi pribadi lebih baik kedepannya. Hijrah secara bahasa berasal dari bahasa Arab, haajaro - yuhaajiru - muhajarotan wa hijrotan . Dimana seseorang yang berpindah meninggalkan suatu tempat yang baik menuju tempat yang buruk dan sebaliknya meninggalkan tempat yang buruk menuju tempat yang baik. Hijrah bukan hanya saja ungkapan biasa melainkan harus dibuktikan dengan keteladanan yang baik dan mampu merubah kebiasaan-kebiasaan buruk sehingga bisa dijadikan panutan bagi orang sekitar. Bagi kita, Hijrah merupakan hari besar yang bisa menjadi renungan semua umat agar kedepannya kita mampu menghadirkan nilai-nilai positif bagi peradaban Islam. Tapi sebaliknya juga, ketika roh dan jasad ini ingin hijrah bukan berarti harus menunggu hari besar Hijrah untuk memulainya, melainkan diwaktu manapun bisa kita lakukan, lebih-lebih mendapatkan hidayah dari Sang Khalik. ...

Menelusuri Kepimimpinan Nabi Melalui Uswah Leadership

Gambar
       Tentu kita sering mendengar istilah leadership dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan leadership menjadi salah satu bagian yang harus dimiliki oleh insan di bumi ini dalam menghadapi persaingan global. Tetapi pertanyaan yang sering membelenggu dibenak kita, siapakah yang harus kita contoh dalam hal kepemimpinan ini ?.       Jawabannya pun beragam macam, dengan banyaknya diisajikan persepsi baru, maka tauladan kepemimpinan menjadi lebih kompleks untuk dipilih. Kali ini penulis ingin sekedar berbagi untuk menambah ragam persepsi tersebut. Bersama dengan Zilenial Teacher, sebuah inkubasi pendidikan dibawah naungan Dompet Duafa kami mencoba belajar menjadi seorang guru pemimpin. Hakikatnya guru sebagai bengkel manusia, didorong untuk meningkatkan kualitas diri. Materi ini merupakan ulasan dari penyampaian bapak Muhammad Syafi’ie el-Bantanie selaku Direktur Lembaga Pengembangan Insani   Apa itu Leadership ?     ...

Dari Pertemanan, Persahabatan, Sampai Persaudaraan

Awalnya saya bertemu dengan beliau di suatu lingkaran kecil yang namanya mentoring di masjid universitas tempat kami menimba ilmu. Tak terasa dari awal pertemuan itu kami menjalin pertemanan yang awalnya biasa-biasa saja, namun ternyata pertemanan itu tidak hanya sebatas di lingkaran kecil. Berlanjut di beberapa organisasi yang kami ikuti (bingung juga si kok bisa sama) kalau tidak salah ada 6 organisasi yang kami ikuti, menjadi koordinator/menteri di setiap bidang, puluhan kegiatan kepanitiaan program kami handle , pernah juga di delegasikan ke luar daerah, bahkan mencetus suatu komunitas pengabdian kami pun samaan ( frame nya mulai ketemu disana) hingga kami pun pernah mengabdi di salah satu NGO ( Non-Governmental Organization atau LSM) Kemanusiaan. Mengisi dan membantu satu sama lain kami lakukan, tidak ada kata jeda di antara kami ketika yang satunya butuh bantuan maka semampu kami akan kami lakukan. Diskusi yang kami lakukan adalah diskusi yang di dasari oleh fra...

Palestina Terusik, Saatnya Kita Berisik. Kita Bisa Apa?

Gambar
“ Kita hanya perlu menjadi manusia, untuk belajar memanusiakan manusia-SNA” Dua minggu lebih terus digencarkan serangan untuk Palestina. Tidak  ada ketenangan didalamnya, baku hantam yang menimbulkan korban jiwa. Tak peduli apakah itu anak-anak hingga lansia, semua dibabat rata. Kita yakin bahwa penjajahan diatas dunia  harus dihapuskan, itulah pesan dari filosofi kehidupan berbangsa negara +62.  Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga yag telah menewaskan 213 warga Palestina, 61 anak-anak dan melukai lebih dari 1400 orang di Gaza (CNNIndonesia.com). Tentu ini bukan hanya tentang permasalahan angka atau agama. Ya, penulis yakin bahwa kita MANUSIA y ang dititipkan hati nurani. Lalu apakah hati itu masih ada?. Tentu kita juga bertanya kenapa harus repot memikirkan yang jauh nan disana. Sedangkan kita saja masih balapan antara kelaparan dan kemalangan lainnya.  Mari kia pandang dari 2 perspektif yang berbeda. Bagi  umat Muslim persoalan Pales...

Kata Mereka Aku (Gagal)

Tidak lulus tepat waktu artinya kurang pintar Belum menikah namun berumur artinya kurang menawan Miskin artinya tidak ada kesempatan dan penuh kemustahilan Tidak rupawan artinya akan banyak hujatan Belum kerja artinya tidak memiliki kepandaian atau orang dalam Kata (mereka) aku gagal, tidak punya harapan, sebelum berjuang Hai sahabat kebaikan, sudah lama tidak menyapa. Apakabar? Lelah dengan hari ini? Sudah sampai mana berjuang? Sudah penuhkah dengan beban? Semoga kamu tetap kuat menjalankan dunia yang selalu penuh dengan teka teki dalam perjalanannya. Kali ini aku ingin bercerita tapi tidak seperti orang kebanyakan, aku akan bercerita tentang kegagalan. Yups, banyak orang yang kemudian depresi setelah mengalami penolakan dan berujung pada kematian. Tidak jarang juga mereka hilang harapan karena dibunuh oleh perkataan dari kita sesama manusia bumi yang menyakitkan, seperti dihantam bahwa kita tidak layak untuk memperjuangkan hal yang kita harapkan . Cerit...

Pecandu Kepastian

Gambar
Apakah hari ini akan baik-baik saja?. Apakah besok akan hujan?. Bagaimana jika 5 tahun lagi aku tidak akan bisa mencapainya?. Bagaimana jika dimasa depan aku berakhir mengecewakan?. Bukankah ini hanya frasa yang sering kita utarakan. Rasa khawatir yang terus mengebu-ngebu dan cemas yang tak berujung. Berteman dengan kepastian sudah sangat mengakar untuk aku, mungkin tanpa kamu sadari kamu juga pecandu. Menyusuri jalan yang sama setiap ingin pulang. Merasa aman jika membeli produk jika telah melewati ribuan kolom pencarian. Memilah dan menentukan pilihan tanpa ingin sejenak menoleh ke produk lainnya. Meminum vitamin dan suplemen untuk penyakit-penyakit yang kita belum ketemui. Mungkin yang paling relate dengan kita yaitu memilih mengenal orang lebih dalam. Apalagi untuk dijadikan pasangan hidup yang akan mengusap wajah di pagi hari dan ingin rasanya sehidup semati sampai pada akhirnya dipertemukan kembali di surga-Nya. Semua berusaha untuk kita setting seperti yang kita harapkan...

Toxic Parents ? #4

Gambar
Toxic Parents 3 Aku kembali ke rumah dan menemukan Bunda di meja makan dengan tangan menutupi wajahnya. Aku memantapkan diri melangkahkan kaki untuk menghampiri Bunda. Bunda yang sepertinya sadar seseorang melangkah ke arahnya, mengangkat kepalanya. Terciduk sedang menangis Bunda buru-buru menghapus air matanya. “ Sini duduk, Bunda mau ngobrol ”. Dengan lembut Bunda memintaku duduk di sampingnya. Bunda memutar tubuhnya agar berhadapan dengan ku, menatap wajahku lekat sampai-sampai rasanya Bunda bisa melihat ke dalam diriku. “ Bunda nggak sadar kapan kamu bisa tumbuh jadi sebesar ini ”, Bunda menarik nafasnya dalam dan membuangnya halus sebelum melanjutkan kalimatnya, “ Sepertinya selama ini Bunda menjadi Bunda yang kamu takuti bukan segani ya? ”, tanyanya pelan dan aku menggeleng cepat, Bunda tersenyum melihat reaksiku, “ Makasih, ya, sudah jadi anak baik. Makasih sudah tetap sayang Bunda walaupun Bunda egois ”. Aku sedih mendengar kalimat Bunda barusan, “ Makasih Bunda sudah...

Jangan Iri Dengan yang Hanya Terlihat

Sahabat kebaikan sudah lama mimin tidak menyapa. Apa kabar?, semoga dalam keadaan baik yah.. Iri menjadi salah satu sifat yang lumrah dimiliki oleh diri sendiri dan orang lain. Eits tapi jangan salah loh iri ini kemudian diwujudkan dalam berbagai tindakan. Ada sesi dimana iri ini akan berdampak untuk menyalahkan diri sendiri. Lah, ituloh istilah yang sekarang lagi hits insecure . Banyak banget yang sudah foto dengan toga mereka, pegang bunga, selempang dan segala perlengkapan atribut wisuda LDR. Tapi ada juga yang masih stagnan untuk memikirkan skripsi akan dibawa kemana. Lalu berucap aku, kapan yah begitu . Sebenarnya jawabannya sederhana ayo dikerjakan, jangan dipikirin. Cuma nih ternyata berdampak banget menjadi tekanan psikologis apalagi kalo dibumbui dengan pernyataan netizen 'kapan wisuda' atau emak yang udah lantang menyuarakan kegelisahan hati noh si onoh tetangga sebelah udah wisuda, kamu kapan? . Kasus paling membuat baper sejagat raya nih yaitu ta'aruf yan...

Toxic Parents ? #3

Gambar
Toxic Parents ? #2 Aku melempar tasku sembarang dan membanting diri ke kasur. Minggu depan ujian akhir semester dan rasanya niat belajarku berada pada titik nol persen. Ini baru permulaan, pembelajarannya tidak sesulit itu, sungguh, lagipula aku tidak sebodoh itu dalam belajar tapi, aku hanya sedikit muak, itu terlalu kasar harap maklum it’s my day one of pms and I feel too sensitif for everything . Okay, mari refreshing sebentar. Aku mengambil kanvas, kuas dan cat lukisku, demi Tuhan, sebentar saja setelahnya 48 jam di weekend -ku akan kugunakan untuk belajar, janji. “ Ujian kamu dua hari lagi, Sea, ini bukan waktu yang tepat untuk melukis ”. Aku tersentak karena Bunda yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, aku membuang nafas kasar menahan sesuatu dalam diriku yang rasanya akan meledak sekarang juga “ Sebentar aja Bunda, aku butuh refreshing sebelum ujian ”, rengekku pelan. Bunda duduk di sampingku dan membelai lembut rambutku, “ Refreshing setelah ujian ya, harus ...

Toxic Parents ? #2

Gambar
Toxic Parents ? #1 Ini tahun pertama dan semester keduaku menjadi mahasiswi disalah satu universitas terbaik di kotaku yang sudah jadi sasaran Bunda sejak aku SMP, kata Bunda, belajar di universitas berakreditasi baik akan berpengaruh baik terhadap perjalanan cita-citaku. Ribet, is my first impression soal jurusan yang sekarang ku tekuni. Kedokteran. Salah satu jurusan yang paling digilai banyak orang tua, termasuk Bundaku dan katanya juga jurusan idaman mertua. But for you guys information , sejak 19 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia sampai sekarang I’m offically 19 , nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk menjalankan profesi mulia penyelamat banyak orang itu. Bukan karena aku nggak suka, it’s just not my passion . Aku hanya suka seni, terutama melukis. Sedari kecil waktu luang yang ada aku habiskan dengan melukis. Aku masih ingat lukisan pertamaku adalah Putri Odette dalam film Barbie of Swan Lake , yang kalauku lihat lagi pada usia saat ini itu menyeramkan...

Surat untuk Diri Sendiri

Gambar
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...

Berperan atau Baperan ?

Gambar
Semakin produktif, semakin kita memilih lebih berperan bukan baperan!!! Semakin tua dunia, semakin menjadi-jadi tingkah manusia dalam persaingan menuju kata “TERBAIK”. Pemuda mengambil peran besar dalam mencetak banyak perubahan, menggali potensi, dan membuat itu lebih bersinergi dalam persaingan. Apakah kita tergolong orang-orang bersinergi dalam mencetak perubahan? Atau malah menjadi kaum rebahan hanya mengambil peran dalam “KEBAPERAN”? Jatuh sedikit sudah membuat letih perjuangan, terseret arus dalam kebodohaan tipu muslihat dalam kemalasan, menyebabkan kita tertinggal dalam PERAN yang seharusnya kita perjuangkan. PERAN bukan mencari kita, namun kita sendirilah yang memilih peran itu untuk kita mainkan. Banyak dari kita yang sudah mengantongi gelar-gelar tinggi, berprestasi, dan skill namun tak semua potensi itu berujung PERAN. Jika semua PEMUDA sadar tombak kejayaan berada dalam tangan-tangan kita, maka penjajahan dalam diri, masyarakat, negara dan bahkan dunia akan meng...

Toxic Parents ? #1

Gambar
Hot chocolate yang kini sudah tidak lagi megeluarkan asap tipis menandakan si empunya, alias aku, sudah terlalu lama berkuat dengan pikiranku dan hot chocolate itu menjadi saksi bisu bahwa pikiran si empunya itu sedari tadi sedang tak disana bersama raganya. Sampai suara ketukan pintu itu terdengar seperti sebuah gumpalan awan yang kemudian pecah lalu berhamburan terbang, pikiranku buyar. “ Sea! Sudah lewat jam sepuluh, ayo, tidur kalau nggak kualitas tidur kamu ngak akan bagus karena kurang dari delapan jam ”. Guys, meet my Mom, my single parent Mom , yang baru saja menerobos masuk. Meskipun sudah ketuk pintu, tapi tetap saja aku belum mempersilahkannya masuk. “ Hey, go go go waktu nggak akan berhenti buat nungguin kamu gosok gigi, cuci kaki, cuci muka, dan pergi tidur ”, cercahnya lagi dan seperti biasa dengan alis dan jidat berkerut. Aku menggeliat sambil mengeluarkan suara malas. “Aye, captain!” , aku bangkit dari kursi ter-pewe-ku, memeluk pundak Bunda rewelku sam...

Pernah Jatuh Sejatuh-Jatuhnya? Jangan Lupa Bangkit!

Gambar
Sahabat kebaikan pasti pernah mengalami beragam ujian kehidupan. Entah ujian dari keluarga, pasangan, kawan, dan lain-lain. Itu hal yang wajar selama kita masih hidup di dunia. Ujian hidup akan selalu datang tanpa kita tahu kapan datangnya. Namun hal apa yang membedakannya? Jawabannya sederhana “cara kita menyikapi ujian” . Sahabat kebaikan, kali ini biachan mau berbagi tips untuk kalian bagaimana cara bangkit dari patah hati karena kegagalan dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan dari sudut pandang biachan sendiri. Pertama. Ingat bahwa ujian itu untuk naik level keimanan. Boleh kita mengeluh karena ujian, itu manusiawi tapi jangan terus-menerus. Selesai meluapkan segala emosi maupun perasaan karena kegagalan. Jangan lupa bangkit untuk naik level menuju level ujian selanjutnya. Tiap fase kehidupan kita diberi ujian untuk belajar bertumbuh dewasa dan naik level keimanan jika kita selalu percaya kepada Sang Pemberi Ujian bahwa ujian ini datang karena dia menganggap kita...

Istiqomah

Gambar
Bismillah.. Haloo sahabat kebaikan 😊 Sudah belajar apa aja minggu ini?. Mimin mau sedikit berbagi ilmu yang mimin dapetin nih, sebenarnya ini sebagai pengingat buat mimin juga. Semoga bermanfaat yah sahabat kebaikan. Mimin teringat satu hadis nih sahabat kebaikan, apa itu? Yuks baca... Amalan yang terus menerus itulah yang disebut konsisten atau istiqomah . Coba deh perhatikan hadis diatas, ternyata amalan yang istiqomah itu lho yang disukai Allah, yang dicintai Allah. Hayo siapa yang mau dapat cintanya Allah?. Mimin sih pengen banget dapat cintanya Allah. Karena kalau udah dapat cintanya Allah, apapun yang kita inginkan bakal dikasi. Jangankan dunia yang hanya sementara, akhirat yang kekalpun dikasi (syurga). Eiittss jangan khawatir, mimin ada beberapa tips nih biar kita tetap istiqomah untuk menjalankan perintah-Nya dan tetap dalam ketaatan. Ingat Mati! Yups bener banget, salah satu senjata biar tetap istiqomah adalah dengan mengingat kematian. Karena yang namanya kala...

Kehidupan Setelah Sarjana Itu Memusingkan

Gambar
Disclaimer: Sahabat Kebaikan, tulisan ini tidaklah bernas dan mungkin tidak penting 😖, tulisan ini hanya sekadar curhatan dari seseorang yang baru saja menanggalkan predikat mahasiswanya. Bagi yang berkenan membaca, terima kasih 😊 Saya belum wisuda, tapi gelar sarjana sudah menempel pada nama saya. Rasanya tidak menyenangkan. Memperoleh gelar sarjana berarti harus sudah bisa berdikari dengan bekal ilmu yang dimiliki. Ya persislah dengan apa yang saya impikan bersama kawan-kawan saya semasa kuliah. Impian tergila saya dan kawan-kawan adalah menjadi wanita kaya raya dengan penghasilan ratusan juta rupiah per bulan, selain itu kami juga bermimpi untuk menikah dengan lelaki tampan, mapan, dan beriman, bisa dibilang kriteria minimalnya adalah seorang CEO Unicron , hahaha. Akan tetapi, kehidupan setelah lulus kuliah tidaklah seindah ending drama A Love So Beautiful atau Naughty Kiss. Saat kuliah dulu, hal yang selalu saya dan teman-teman pusingkan adalah tugas kuliah dan menu maka...