Postingan

Menampilkan postingan dengan label Milenial

Gebyar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021

Gambar
“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa daerah, dan Kuasai Bahasa Asing” adalah isi dari Trigatra Bangun Bahasa, sebuah prinsip yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam membangun dan meningkatkan kesadaran berbangsa dengan bahasa. Sejalan dengan itu, diadakanlah Pemilihan Duta Nasional yang bertujuan untuk memilih figur generasi muda yang bertugas untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menjadi mitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021 diikuti oleh 30 provinsi yang merupakan unggulan setiap daerah, Kepulauan Riau diwakili oleh Sindi Nopita Agustina dan Afredo Salim. Kegiataan ini diselenggarakan 14—19 Oktober 2021 di Hotel Mercure, Jakarta namun sebelum itu, duta bahasa juga diberikan pembekalan secara daring sejak 9—11 Oktober 2021. Sebelum ke nasional, mereka juga harus melaksanakan serangkaian panjang, seperti melaksanakan krida, membuat artikel...

1443 H

Sebuah momentum yang harus kita syukuri, mengevaluasi diri agar menjadi pribadi lebih baik kedepannya. Hijrah secara bahasa berasal dari bahasa Arab, haajaro - yuhaajiru - muhajarotan wa hijrotan . Dimana seseorang yang berpindah meninggalkan suatu tempat yang baik menuju tempat yang buruk dan sebaliknya meninggalkan tempat yang buruk menuju tempat yang baik. Hijrah bukan hanya saja ungkapan biasa melainkan harus dibuktikan dengan keteladanan yang baik dan mampu merubah kebiasaan-kebiasaan buruk sehingga bisa dijadikan panutan bagi orang sekitar. Bagi kita, Hijrah merupakan hari besar yang bisa menjadi renungan semua umat agar kedepannya kita mampu menghadirkan nilai-nilai positif bagi peradaban Islam. Tapi sebaliknya juga, ketika roh dan jasad ini ingin hijrah bukan berarti harus menunggu hari besar Hijrah untuk memulainya, melainkan diwaktu manapun bisa kita lakukan, lebih-lebih mendapatkan hidayah dari Sang Khalik. ...

Menelusuri Kepimimpinan Nabi Melalui Uswah Leadership

Gambar
       Tentu kita sering mendengar istilah leadership dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan leadership menjadi salah satu bagian yang harus dimiliki oleh insan di bumi ini dalam menghadapi persaingan global. Tetapi pertanyaan yang sering membelenggu dibenak kita, siapakah yang harus kita contoh dalam hal kepemimpinan ini ?.       Jawabannya pun beragam macam, dengan banyaknya diisajikan persepsi baru, maka tauladan kepemimpinan menjadi lebih kompleks untuk dipilih. Kali ini penulis ingin sekedar berbagi untuk menambah ragam persepsi tersebut. Bersama dengan Zilenial Teacher, sebuah inkubasi pendidikan dibawah naungan Dompet Duafa kami mencoba belajar menjadi seorang guru pemimpin. Hakikatnya guru sebagai bengkel manusia, didorong untuk meningkatkan kualitas diri. Materi ini merupakan ulasan dari penyampaian bapak Muhammad Syafi’ie el-Bantanie selaku Direktur Lembaga Pengembangan Insani   Apa itu Leadership ?     ...

Dari Pertemanan, Persahabatan, Sampai Persaudaraan

Awalnya saya bertemu dengan beliau di suatu lingkaran kecil yang namanya mentoring di masjid universitas tempat kami menimba ilmu. Tak terasa dari awal pertemuan itu kami menjalin pertemanan yang awalnya biasa-biasa saja, namun ternyata pertemanan itu tidak hanya sebatas di lingkaran kecil. Berlanjut di beberapa organisasi yang kami ikuti (bingung juga si kok bisa sama) kalau tidak salah ada 6 organisasi yang kami ikuti, menjadi koordinator/menteri di setiap bidang, puluhan kegiatan kepanitiaan program kami handle , pernah juga di delegasikan ke luar daerah, bahkan mencetus suatu komunitas pengabdian kami pun samaan ( frame nya mulai ketemu disana) hingga kami pun pernah mengabdi di salah satu NGO ( Non-Governmental Organization atau LSM) Kemanusiaan. Mengisi dan membantu satu sama lain kami lakukan, tidak ada kata jeda di antara kami ketika yang satunya butuh bantuan maka semampu kami akan kami lakukan. Diskusi yang kami lakukan adalah diskusi yang di dasari oleh fra...

Fenomena Ukhti Pensiun, Bukti Tren Hijrah Mulai Banyak Ditinggalkan

Gambar
Ukhti pensiun adalah istilah yang saya buat sendiri untuk menggambarkan suatu kondisi ketika seseorang yang tadinya ukhti berhenti jadi ukhti. Definisi akhi dan ukhti pernah saya tulis dalam tulisan saya yang ini: Tipe Akhi Yang Wajib Ukhti Ketahui . Definisi ukhti yang saya maksud dalam tulisan saya kali ini akan merujuk pada tulisan saya sebelumnya. Agar tidak menimbulkan bias tak berarah saya akan paparkan lebih jelas mengenai ukhti pensiun. Ukhti pensiun adalah perempuan yang menanggalkan seluruh artibut keukhtian dalam dirinya. Atribut keukhtian yang dimaksud di sini berkaitan dengan penampilan bukan ritus peribadatan. Istilah ukhti pensiun ini tercetus setelah saya melihat fenomena yang terjadi di sekeliling saya. Beberapa kawan saya satu persatu secara sadar dan sukarela menanggalkan segala atribut keukhtian yang melekat dalam dirinya. Cadar yang dipakai belum genap selustrum sudah dilepas, kaos kaki sudah ditanggalkan, kerudung yang dulunya m...

Palestina Terusik, Saatnya Kita Berisik. Kita Bisa Apa?

Gambar
“ Kita hanya perlu menjadi manusia, untuk belajar memanusiakan manusia-SNA” Dua minggu lebih terus digencarkan serangan untuk Palestina. Tidak  ada ketenangan didalamnya, baku hantam yang menimbulkan korban jiwa. Tak peduli apakah itu anak-anak hingga lansia, semua dibabat rata. Kita yakin bahwa penjajahan diatas dunia  harus dihapuskan, itulah pesan dari filosofi kehidupan berbangsa negara +62.  Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga yag telah menewaskan 213 warga Palestina, 61 anak-anak dan melukai lebih dari 1400 orang di Gaza (CNNIndonesia.com). Tentu ini bukan hanya tentang permasalahan angka atau agama. Ya, penulis yakin bahwa kita MANUSIA y ang dititipkan hati nurani. Lalu apakah hati itu masih ada?. Tentu kita juga bertanya kenapa harus repot memikirkan yang jauh nan disana. Sedangkan kita saja masih balapan antara kelaparan dan kemalangan lainnya.  Mari kia pandang dari 2 perspektif yang berbeda. Bagi  umat Muslim persoalan Pales...

Metode Belajar Efektif Ditengah Kesibukan

Gambar
“Suka gak suka, hidup itu sama dengaan game. Tapi tidak semua orang mau main game di hidup sendiri” - SNA - Pernah gak sih kamu dengar begini, bahwa setiap orang punya waktu 24 jam untuk ngelakuin banyak hal, lalu setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Tetapi banyak orang yang kemudian terus merasakan kurang terhadap waktu, fenomena inscure melihat pencapaian orang lain nih, salah satu dampaknya. Kalau bisa memilih lebih baik kita menggunakan kekuatan membelah diri menjadi amoeba untuk menyeimbangkan semuanya menjadi sempurna atau kekuatan Jaka Tarub dengan lagenda candinya. Overall, aku percaya banget bahwa gak ada yang sempurna tetapi yang ada mengurangi ketidaksempurnaan. Nah selama menjadi mentor, pertanyaan yang sering banget menghantui kaum akademisi +62 yaitu gimana sih caranya bisa ngelakuin banyak hal tanpa keteteran dengan urusan akademik?. Kita juga sepertinya sepakat bahwa me...

Kata Mereka Aku (Gagal)

Tidak lulus tepat waktu artinya kurang pintar Belum menikah namun berumur artinya kurang menawan Miskin artinya tidak ada kesempatan dan penuh kemustahilan Tidak rupawan artinya akan banyak hujatan Belum kerja artinya tidak memiliki kepandaian atau orang dalam Kata (mereka) aku gagal, tidak punya harapan, sebelum berjuang Hai sahabat kebaikan, sudah lama tidak menyapa. Apakabar? Lelah dengan hari ini? Sudah sampai mana berjuang? Sudah penuhkah dengan beban? Semoga kamu tetap kuat menjalankan dunia yang selalu penuh dengan teka teki dalam perjalanannya. Kali ini aku ingin bercerita tapi tidak seperti orang kebanyakan, aku akan bercerita tentang kegagalan. Yups, banyak orang yang kemudian depresi setelah mengalami penolakan dan berujung pada kematian. Tidak jarang juga mereka hilang harapan karena dibunuh oleh perkataan dari kita sesama manusia bumi yang menyakitkan, seperti dihantam bahwa kita tidak layak untuk memperjuangkan hal yang kita harapkan . Cerit...

Sebuah Kritik Terbuka Terhadap Kafe yang Jual Lalapan

Sudah beberapa hari ini saya mendengar kakak saya ngedumel soal menu yang dihadirkan sebuah kafe di dekat rumah kami. Sebagai pecinta kopi dan menjadikan kopi sebagai gaya hidupnya, kakak saya mengatakan kehadiran lalapan, nasi goreng dan makanan berat lainnya di sebuah kafe sebenarnya merusak citra sebuah kafe karena cafe sejatinya, seyogyanya dan seharusnya hanya menjual kopi, minuman ringan lainnya dan tentu saja makanan ringan pendampingnya. Ingat ya, hanya makanan ringan, yang berat seperti rindu seharusnya tidak ada. Sebenarnya konsep kafe serupa juga pernah hadir di dekat tempat tinggal kami. Lalapan ayam dan ikan, aneka seafood, nasi goreng, mi setan, dan ragam minuman dengan nama yang aneh-aneh menjadi menu andalannya. Lalu apakah ada kopinya?, oh ada dong, kopi saset yang diracik embak-embak di dapur belakang, sayang sekali bukan dibikin barista kece nan necis. Konsep kafe yang menurut kakak saya merusak pakem perKafe-an duniawi ini sebenarnya cuma latah tren saja, u...

Jatuh Cinta Sama Sahabat Sendiri? DILEMA Sekali Rasanya!

Gambar
Sahabat kebaikan kali ini biachan mau membahas seputar hubungan persahabatan lawan jenis yang mungkin pernah kalian alami. Dalam hubungan persahabatan kadangkala perasaan suka dan kagum terhadap sahabat sendiri merupakan hal yang lumrah. Namun, apa jadinya jika terjadi pada sahabat yang salah satunya memendam perasaan cinta? Ada dua kemungkinan. Cintanya terbalas atau tak berbalas. Kemungkinan lainnya muncul jika masa pacaran telah berakhir. Antara berakhir di pelaminan atau justru menjadi memori yang menyakitkan. Hanya takdir dan semesta yang mampu menjawabnya. Teruntuk kalian yang berada dalam situasi jatuh cinta terhadap sahabat sendiri. Ada dua pilihan di tanganmu. Pilihan pertama, apakah kamu akan mengungkapkannya lalu mendapatkan jawaban yang menyenangkan atau meruntuhkan hatimu?. Pilihan kedua, apakah kamu akan memendam saja perasaan itu hingga akhir dengan resiko suatu saat nanti dia bersama orang lain atau kamu beruntung berujung dengan kisah teman tapi menikah?. Pilihl...

4 Tipe Akhi Yang Wajib Ukhti Ketahui

Saya tidak tahu persis kapan term akhi dan ukhti ini berkembang luas di masyarakat Indonesia Raya ini. Sepanjang perjalanan saya menjalani kehidupan yang penuh liku dan lika, saya untuk pertama kalinya familiar dengan term akhi dan ukhti sejak awal-awal kuliah, tepatnya tahun 2016 akhir. Sebelumnya memang saya pernah mendengar tentang istilah akhi dan ukhti, dan saya juga tau artinya, akan tetapi saat itu saya baru tau jika kedua istilah ini digunakan dalam makna semantik dan pragmatik yang lebih luas. Mungkin saya yang kurang pergaulan hingga terlambat mengetahui seputar istilah akhi dan ukhti yang sebenarnya mungkin sudah lama berkembang. Karena penasaran saya memutuskan untuk bertanya pada guru kita semua, guru kebanggaan kita Mbah Google, saya melakukannya agar bisa tidur nyenyak di malam hari dan bermimpi indah tentunya. Tak disangka-sangka hasil yang saya temukan membuat saya kejang-kejang, hasil pencarian saya mengonfirmasi bahwa validitas kekudetan saya memang tinggi, seting...

Surat untuk Diri Sendiri

Gambar
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...

Tasawuf: Solusi Degradasi Moral Milenialis

Gambar
Era milenial yang ditunjukkan dengan merebaknya inovasi dalam segala bidang kehidupan, tak syak dapat dilihat sebagai dua sisi mata pisau. Berbagai terminologi bermotor “Industri 4.0” sebut saja seperti AI (Artificial Inteligence); Big Data; Augmented Reality; Cloud Computing; Cyber Security hingga Addictive manufacturing sudah siap menerobos sekat-sekat geografis ( borderless ), tak peduli tentang siap atau tidak masyarakat global terhadapnya ( survival of fittest ). Proses Digitalisasi sepertinya sudah memberi efek candu akut kepada masyarakat global ( Global Citizen ) hingga tak dapat terpisah dari konsep IoT ( Internet of Thing) . Proses efisiensi ini, tentu saja memberikan kontribusi positif dalam banyak hal, namun implikasinya berupa proses dehumanisasi yang kemudian menyebabkan “degradasi moral” adalah bayaran yang terlalu mahal untuk itu semua, karena produk berlabel semoderen apapun akan dirasakan terlalu “ Over Price ” jika harus mengorbankan kualitas akhlak manusia. ...