Postingan

Menampilkan postingan dengan label Inspiring

Menelusuri Kepimimpinan Nabi Melalui Uswah Leadership

Gambar
       Tentu kita sering mendengar istilah leadership dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan leadership menjadi salah satu bagian yang harus dimiliki oleh insan di bumi ini dalam menghadapi persaingan global. Tetapi pertanyaan yang sering membelenggu dibenak kita, siapakah yang harus kita contoh dalam hal kepemimpinan ini ?.       Jawabannya pun beragam macam, dengan banyaknya diisajikan persepsi baru, maka tauladan kepemimpinan menjadi lebih kompleks untuk dipilih. Kali ini penulis ingin sekedar berbagi untuk menambah ragam persepsi tersebut. Bersama dengan Zilenial Teacher, sebuah inkubasi pendidikan dibawah naungan Dompet Duafa kami mencoba belajar menjadi seorang guru pemimpin. Hakikatnya guru sebagai bengkel manusia, didorong untuk meningkatkan kualitas diri. Materi ini merupakan ulasan dari penyampaian bapak Muhammad Syafi’ie el-Bantanie selaku Direktur Lembaga Pengembangan Insani   Apa itu Leadership ?     ...

Palestina Terusik, Saatnya Kita Berisik. Kita Bisa Apa?

Gambar
“ Kita hanya perlu menjadi manusia, untuk belajar memanusiakan manusia-SNA” Dua minggu lebih terus digencarkan serangan untuk Palestina. Tidak  ada ketenangan didalamnya, baku hantam yang menimbulkan korban jiwa. Tak peduli apakah itu anak-anak hingga lansia, semua dibabat rata. Kita yakin bahwa penjajahan diatas dunia  harus dihapuskan, itulah pesan dari filosofi kehidupan berbangsa negara +62.  Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan 213 warga yag telah menewaskan 213 warga Palestina, 61 anak-anak dan melukai lebih dari 1400 orang di Gaza (CNNIndonesia.com). Tentu ini bukan hanya tentang permasalahan angka atau agama. Ya, penulis yakin bahwa kita MANUSIA y ang dititipkan hati nurani. Lalu apakah hati itu masih ada?. Tentu kita juga bertanya kenapa harus repot memikirkan yang jauh nan disana. Sedangkan kita saja masih balapan antara kelaparan dan kemalangan lainnya.  Mari kia pandang dari 2 perspektif yang berbeda. Bagi  umat Muslim persoalan Pales...

Kata Mereka Aku (Gagal)

Tidak lulus tepat waktu artinya kurang pintar Belum menikah namun berumur artinya kurang menawan Miskin artinya tidak ada kesempatan dan penuh kemustahilan Tidak rupawan artinya akan banyak hujatan Belum kerja artinya tidak memiliki kepandaian atau orang dalam Kata (mereka) aku gagal, tidak punya harapan, sebelum berjuang Hai sahabat kebaikan, sudah lama tidak menyapa. Apakabar? Lelah dengan hari ini? Sudah sampai mana berjuang? Sudah penuhkah dengan beban? Semoga kamu tetap kuat menjalankan dunia yang selalu penuh dengan teka teki dalam perjalanannya. Kali ini aku ingin bercerita tapi tidak seperti orang kebanyakan, aku akan bercerita tentang kegagalan. Yups, banyak orang yang kemudian depresi setelah mengalami penolakan dan berujung pada kematian. Tidak jarang juga mereka hilang harapan karena dibunuh oleh perkataan dari kita sesama manusia bumi yang menyakitkan, seperti dihantam bahwa kita tidak layak untuk memperjuangkan hal yang kita harapkan . Cerit...

Sebuah Panduan Singkat Tata Cara Self Love yang Sebenarnya

Gambar
Sudah lama hiatus dari dunia leterer merubah banyak hal dalam diri saya, durasi kegiatan perenungan atau melamun menjadi lebih panjang dari sebelumnya. Saat otak mencapai posisi antara alfa dan beta, indah sekali rasanya, tapi itu tidak berlangsung lama. Alih-alih tenang karena merenung, sukma saya malah makin ruwet, rasanya mau meledak, terlalu banyak hal yang ingin dituliskan, terlalu banyak keresahan yang ingin disampaikan. Tersebab terlalu banyak tekanan batin cinta dan kehidupan, menulis jadi makin sulit saya lakukan, saya sekarang merasa sebagai manusia “baru” di dunia literasi, manusia baru yang kaku sekali dalam menulis, akan tetapi keresahan yang satu ini saya rasa harus banget wajib kudu mesti saya tuliskan, bagaimanapun hasil akhirnya, akan tetap saya tuliskan hingga tulisan ini menemukan endingnya sendiri. Saya sangat malu telah menuliskan kalimat seperti ini “ Semua wanita itu cantik adalah postulat tak terbantahkan ”. Pernyataan itu secara mutlak meligitimasi sempi...

Toxic Parents ? #4

Gambar
Toxic Parents 3 Aku kembali ke rumah dan menemukan Bunda di meja makan dengan tangan menutupi wajahnya. Aku memantapkan diri melangkahkan kaki untuk menghampiri Bunda. Bunda yang sepertinya sadar seseorang melangkah ke arahnya, mengangkat kepalanya. Terciduk sedang menangis Bunda buru-buru menghapus air matanya. “ Sini duduk, Bunda mau ngobrol ”. Dengan lembut Bunda memintaku duduk di sampingnya. Bunda memutar tubuhnya agar berhadapan dengan ku, menatap wajahku lekat sampai-sampai rasanya Bunda bisa melihat ke dalam diriku. “ Bunda nggak sadar kapan kamu bisa tumbuh jadi sebesar ini ”, Bunda menarik nafasnya dalam dan membuangnya halus sebelum melanjutkan kalimatnya, “ Sepertinya selama ini Bunda menjadi Bunda yang kamu takuti bukan segani ya? ”, tanyanya pelan dan aku menggeleng cepat, Bunda tersenyum melihat reaksiku, “ Makasih, ya, sudah jadi anak baik. Makasih sudah tetap sayang Bunda walaupun Bunda egois ”. Aku sedih mendengar kalimat Bunda barusan, “ Makasih Bunda sudah...

Jangan Iri Dengan yang Hanya Terlihat

Sahabat kebaikan sudah lama mimin tidak menyapa. Apa kabar?, semoga dalam keadaan baik yah.. Iri menjadi salah satu sifat yang lumrah dimiliki oleh diri sendiri dan orang lain. Eits tapi jangan salah loh iri ini kemudian diwujudkan dalam berbagai tindakan. Ada sesi dimana iri ini akan berdampak untuk menyalahkan diri sendiri. Lah, ituloh istilah yang sekarang lagi hits insecure . Banyak banget yang sudah foto dengan toga mereka, pegang bunga, selempang dan segala perlengkapan atribut wisuda LDR. Tapi ada juga yang masih stagnan untuk memikirkan skripsi akan dibawa kemana. Lalu berucap aku, kapan yah begitu . Sebenarnya jawabannya sederhana ayo dikerjakan, jangan dipikirin. Cuma nih ternyata berdampak banget menjadi tekanan psikologis apalagi kalo dibumbui dengan pernyataan netizen 'kapan wisuda' atau emak yang udah lantang menyuarakan kegelisahan hati noh si onoh tetangga sebelah udah wisuda, kamu kapan? . Kasus paling membuat baper sejagat raya nih yaitu ta'aruf yan...

Maaf dari Saya

Gambar
Aku pernah bercakap di bawah langit Agustus saat malam tiba. Ditemani ribuan bintang yang semesta sisihkan untuk tata surya. Berbicara tentang gemerlapnya dunia, yang kerap kali membuat kita buta. Pertanyaanku masih tetap sama. Bagaimana cara jatuh cinta. Karena panjangnya tahun hingga dua puluh satu pun aku masih belum bergetar menatap netra keduanya. Karena hingga matahari kian memanas pun aku belum bisa meneteskan air mata karenanya. Sungguh, tak sepantasnya aku berulang menatap mereka, bersamaan dengan hati yang kosong tanpa kasih yang tak ku pilih. Begitu tega rasanya jika setiap pagi menjelang, suara lemah penuh harap dan do’a itu tak ku sambut dengan tenang. Entah kenapa, aliran darah yang mengikat kita tak menggetarkan jiwa yang kini meronta. Kerap kali aku menoleh iri pada sekitar. Pada mereka yang begitu jatuh cinta. Pada mereka yang setiap hari mengangkat telefon dari keduanya. Pada mereka yang air mukanya berubah ceria ketika melihat layar yang tertuliskan naman...

Toxic Parents ? #3

Gambar
Toxic Parents ? #2 Aku melempar tasku sembarang dan membanting diri ke kasur. Minggu depan ujian akhir semester dan rasanya niat belajarku berada pada titik nol persen. Ini baru permulaan, pembelajarannya tidak sesulit itu, sungguh, lagipula aku tidak sebodoh itu dalam belajar tapi, aku hanya sedikit muak, itu terlalu kasar harap maklum it’s my day one of pms and I feel too sensitif for everything . Okay, mari refreshing sebentar. Aku mengambil kanvas, kuas dan cat lukisku, demi Tuhan, sebentar saja setelahnya 48 jam di weekend -ku akan kugunakan untuk belajar, janji. “ Ujian kamu dua hari lagi, Sea, ini bukan waktu yang tepat untuk melukis ”. Aku tersentak karena Bunda yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, aku membuang nafas kasar menahan sesuatu dalam diriku yang rasanya akan meledak sekarang juga “ Sebentar aja Bunda, aku butuh refreshing sebelum ujian ”, rengekku pelan. Bunda duduk di sampingku dan membelai lembut rambutku, “ Refreshing setelah ujian ya, harus ...

Toxic Parents ? #2

Gambar
Toxic Parents ? #1 Ini tahun pertama dan semester keduaku menjadi mahasiswi disalah satu universitas terbaik di kotaku yang sudah jadi sasaran Bunda sejak aku SMP, kata Bunda, belajar di universitas berakreditasi baik akan berpengaruh baik terhadap perjalanan cita-citaku. Ribet, is my first impression soal jurusan yang sekarang ku tekuni. Kedokteran. Salah satu jurusan yang paling digilai banyak orang tua, termasuk Bundaku dan katanya juga jurusan idaman mertua. But for you guys information , sejak 19 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia sampai sekarang I’m offically 19 , nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk menjalankan profesi mulia penyelamat banyak orang itu. Bukan karena aku nggak suka, it’s just not my passion . Aku hanya suka seni, terutama melukis. Sedari kecil waktu luang yang ada aku habiskan dengan melukis. Aku masih ingat lukisan pertamaku adalah Putri Odette dalam film Barbie of Swan Lake , yang kalauku lihat lagi pada usia saat ini itu menyeramkan...

Toxic Parents ? #1

Gambar
Hot chocolate yang kini sudah tidak lagi megeluarkan asap tipis menandakan si empunya, alias aku, sudah terlalu lama berkuat dengan pikiranku dan hot chocolate itu menjadi saksi bisu bahwa pikiran si empunya itu sedari tadi sedang tak disana bersama raganya. Sampai suara ketukan pintu itu terdengar seperti sebuah gumpalan awan yang kemudian pecah lalu berhamburan terbang, pikiranku buyar. “ Sea! Sudah lewat jam sepuluh, ayo, tidur kalau nggak kualitas tidur kamu ngak akan bagus karena kurang dari delapan jam ”. Guys, meet my Mom, my single parent Mom , yang baru saja menerobos masuk. Meskipun sudah ketuk pintu, tapi tetap saja aku belum mempersilahkannya masuk. “ Hey, go go go waktu nggak akan berhenti buat nungguin kamu gosok gigi, cuci kaki, cuci muka, dan pergi tidur ”, cercahnya lagi dan seperti biasa dengan alis dan jidat berkerut. Aku menggeliat sambil mengeluarkan suara malas. “Aye, captain!” , aku bangkit dari kursi ter-pewe-ku, memeluk pundak Bunda rewelku sam...

Pernah Jatuh Sejatuh-Jatuhnya? Jangan Lupa Bangkit!

Gambar
Sahabat kebaikan pasti pernah mengalami beragam ujian kehidupan. Entah ujian dari keluarga, pasangan, kawan, dan lain-lain. Itu hal yang wajar selama kita masih hidup di dunia. Ujian hidup akan selalu datang tanpa kita tahu kapan datangnya. Namun hal apa yang membedakannya? Jawabannya sederhana “cara kita menyikapi ujian” . Sahabat kebaikan, kali ini biachan mau berbagi tips untuk kalian bagaimana cara bangkit dari patah hati karena kegagalan dalam menghadapi berbagai problematika kehidupan dari sudut pandang biachan sendiri. Pertama. Ingat bahwa ujian itu untuk naik level keimanan. Boleh kita mengeluh karena ujian, itu manusiawi tapi jangan terus-menerus. Selesai meluapkan segala emosi maupun perasaan karena kegagalan. Jangan lupa bangkit untuk naik level menuju level ujian selanjutnya. Tiap fase kehidupan kita diberi ujian untuk belajar bertumbuh dewasa dan naik level keimanan jika kita selalu percaya kepada Sang Pemberi Ujian bahwa ujian ini datang karena dia menganggap kita...

Sebuah Jalan #1

Gambar
Hei, apa kabar? Semoga baik-baik saja dan tetap sehat 😊 Pernah gak kamu merasa iri sama orang lain?. Iri karena kesuksesannya, kepintarannya, ataupun kehidupannya. Pernah gak kamu merasa diri tidak sebaik orang lain?. Seperti gak bisa apa-apa, terlalu bodoh, ataupun miris dengan jalan hidup. Pernah gak kamu terpuruk dan tenggelam dalam keputusasaan?. Pada akhirnya hanya ingin menyendiri dan berharap waktu bisa diulang kembali. Pernah gak kamu terjebak dalam ingatan masa lalu yang tak berguna?. Terjebak karena berusaha introspeksi diri, ehh malah kejebak ingatan yang tak berguna. Pernah gak kamu lupa dengan tujuan yang ingin dicapai?. Yaahh, lupa karena apa yang telah direncanakan tak sesuai dengan yang terjadi. Selamat, kamu masih manusia. Tapi, apa kamu akan terus seperti itu?, membiarkan diri semakin tenggelam ditelan rasa pesimis yang luar biasa. Apa kamu hanya akan diam saja?. Diam menunggu sesuatu berubah secara tiba-tiba menjadi lebih baik, seperti pesulap yang m...

Rumus Create Buat Kamu Yang Pengen Kreatif

Gambar
“Kreatif terdiri dari 1% inspirasi, dan 99% kerja keras. Kreativitas 99,9% didapat karena memulai bukan memikirkan” Katanya zaman ini zaman edan, sekarang emak-emak harus tau menggunakan smartphone , tinggal menggunakan jari eh udah nyampe barang yang buat kita ngiler, mau pergi gak bawa uang sekepok udah ada e-money , e-commerce juga saling balapan dengan inovasi tingkat tinginya, start up juga semakin bermekaran seperti dimusim pandemi, inovasi anak negeri emang gak ada matinya, belum lagi kalo ngeliat orang luar dengan terobosnya. Cukup membuat batin meronta-meronta minta ingin dinikahi *eh, kaum rebahan bertambah populasinya mengisi ruang di bumi, noh ucapan ‘aku mah apa atuh hanya remahan reginang’ juga menghiasi percakapan kehidupan. Lalu kalo sudah besar mau jadi apa? (dengan nada lagu Susan Punya Cita Cita) *prok prok. Otak manusia memiliki perannya masing-masing, Einsten yang selalu dinobatkan jenius saja hanya menggunakan 11% dari otaknya. Jadi jangan ke...

Makanan dan Harapan

Gambar
Dear Sahabat kebaikan, maafkan ya kali ini sedang dirundung pikir yang buntu. Namun, meski begitu berbagi adalah hal yang hal yang tak boleh dilewatkan bukan? Meski hanya sekerat roti seperti milik Abdurrahman bin Abu Bakar atau segelas air yang diterima seorang anak kecil yang dahaga. Mungkin juga secuil harapan untuk bisa menjadi baik bersama. Kenapa judul tulisan ini makanan dan harapan? Apa hubungannya? Simak yuk, semoga ada ibrahnya.. Seorang ibu yang baru beberapa waktu melahirkan anaknya, seorang bayi laki-laki. Saban detik ia menjaganya, mengasuh lagi mengasihi sepenuh jiwa dan raga. Suatu hari sang Ibu meninggalkan sang bayi yang tertidur untuk melakukan sebuah keperluan. Anak laki-laki itu menjerit, menangis sebab tak mendapati ibunya tatkala terbangun. Ketika itu tetangga mereka mendengar suara tangis lalu ia bergegas mendatangi. Ia memberikan ASInya bagi si bayi. Setelahnya ia kembali ke rumah lagi sembari memastikan ibu dari bayi itu kembali. Keperluan si ibu tel...