Belajar Mengasah Jiwa Kemanusiaan dari Kasus Ferdian Paleka
Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan berita kasus prank sembako berisi sampah yang dilakukan oleh seorang youtuber bernama Ferdian Paleka. Berita ini tentu menyulut kemarahan netizen tanah air karena tindakan tidak manusiawi dari sisi kemanusiaan Ferdian dan kawan-kawannya terhadap para transpuan* yang merupakan kaum rentan dimasa pandemi saat ini. Mereka juga telah melanggar aturan PSBB yang tengah dilakukan oleh pemerintah setempat saat ini.
Berkaca dari pengalaman ini, biachan ingin mengajak pembaca untuk belajar mengasah jiwa kemanusiaan. Hal yang dilakukan Ferdian Paleka tidak bisa dibenarkan dari berbagai sisi. Namun disini kita dapat belajar bahwa untuk berbagi ke sesama manusia tidak harus melalui tindakan yang melukai perasaan seseorang maupun mencoba membenarkan tindakan kita hanya karena orang yang kita beri bantuan dalam kacamata agama merupakan seseorang yang melakukan perbuatan salah. Dalam Islam kita diajarkan untuk menasehati seseorang dengan amar ma’ruf nahi mungkar, bukan dengan kedzaliman. Hal itu lebih baik karena biachan yakin yang disampaikan dari hati ke hati akan sampai dibandingkan dengan menghakimi seseorang dan melukai kodrat manusiawinya. Tidak dipungkiri transpuan juga memiliki perasaan yang sama dengan kita.
Terakhir, semoga pelaku yang telah diamankan oleh aparat setempat jera dan mengintrospeksi diri terhadap kesalahannya serta tidak mengulangi kesalahannya lagi. Biachan juga titip pesan buat para konten kreator untuk membuat konten yang menghibur dan memiliki nilai edukasi kepada penonton, bukan konten yang melukai sisi kemanusiaan seseorang maupun sekelompok orang.
~ Seseorang tetap manusia, punya perasaan dan rasa ingin dihargai sebagai manusia apapun latar belakang dan karakteristiknya ~
FYI guys
Transpuan adalah seseorang yang terlahir dengan alat reproduksi jantan dan dilabeli laki-laki tetapi mengindetifikasi diri sebagai perempuan.

Terimakasih blog kebaikan selalu berbagi kebaikan 🤗
BalasHapus