Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ramadhan

Sepucuk Surat

Gambar
Ternyata telah hampir separuh bulan dia pergi. Jejaknya masih ada atau telah sirna, bisa ditelisik masing-masing pemilik jiwa. Kali ini, kutuliskan sepucuk surat darinya, semoga menjadi pengingat bagi kepala yang mudah lupa, semoga sedikit petuahnya menjadi pengobat rindu hati yang sering khilaf insafi diri. Bacalah pesan Ramadhan ini. Hai sahabatku, Hari ini tepat 14 hari aku pergi. Bagaimana kabar imanmu yang tinggi kala bersamaku tempo hari? Bagaimana kabar tilawah yang engkau perjuangkan hingga tidak tidur saat bersamaku dulu? Bagaimana kabar tahajjud, dhuha dan amal yang lain begitu aku beranjak meninggalkanmu? Kuharap kau baik-baik saja :) Apa? Kau bilang kau berubah setelah bilangan hari yang sedikit ini? Padahal kau tahu masih ada sebelas bulan tersisa untuk bertemu denganku. Apa dalam rentang waktu itu engkau merasa aman dan masih hidup nanti? Jangan jadi HAMBAku, Jangan jadi HAMBA RAMADHAN! Jangan ubah kebiasaan bangun malammu demi terjaga merapal doa disepertiga...

Tidak Pernah Puas

Gambar
Thomas Alva Edision mengatakan “Discontent is the first necessity of progress atau dalam bahasa google terjemahan, “Ketidakpuasan adalah kebutuhan pertama dari kemajuan.” Puas adalah halangan untuk terus bergerak. Tunggu, kita sepakati dulu bahwa pembicaraan kali ini adalah tidak puas dalam hal positif ya manteman 😊. Berangkat dari pendapat Alva, kita telusuri lagi makna tidak puas yang hakiki. Berangkatlah dari ujung kaki hingga mengendap di kepala, diteruskan jadi perbuatan baik, dirasakan dan dinikmati banyak jiwa yang haus mencari. Sebelum Thomas mampu mengungkapkan pendapatnya, telah lahir seorang lelaki. Sepanjang hidupnya dia memberi contoh tentang tidak berpuas diri. Jejak perjuangan itu melingkupi para wanita dengan hijab dan akhlak mereka yang terjaga, juga memberi para lelaki tugas untuk bertanggung jawab dengan menambah pemahaman agama tiap hari. Lelaki itu, sosok yang namanya terkenal di langit dan di bumi. Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Beliau meng...

Memaksimalkan Bersamamu

Gambar
Marhaban ya Ramadhan... Marhaban ya Ramadhan... Marhaban ya Ramadhan... Seruan setiap insan yang beriman. Menyambut penuh gembira dan bersemangat dalam mengerjakan setiap kebaikan. Begitu pun Rasulullah dan para sahabat ketika menyambutnya. Bagaimana tidak bahagia, begitu banyak keutamaan selama bulan Ramadhan. Sabda Rasulullah "Wahai umatku! Akan datang padamu bulan yang mulia, bulan penuh berkah. Pada bulan itu, ada malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Itulah malam ketika Tuhan memberi perintah bahwa kewajiban puasa harus dilakukan pada siang hari. Dia menciptakan shalat tarawih yg dikerjakan pada malam hari," Begitu bahagia Rasulullah dan para sahabat menyambutnya. Tiada hari tanpa mereka sia-siakan. Lalu pertanyaan besar bagi kita semua. Sampai mana kebahagiaan itu menyertai kita? Sampai mana pengorbanan yang kita perbuat untuk membuktikan besarnya rasa syukur kita ? Apakah sebatas memajang story dalam WA, ig, twiter dan sosmed lainnya menandakan kita me...

Diskon 100% dari Allah

Gambar
Bukan main dan bukan cerita biasa Semua terkabarkan lewat Kabar Surat Cinta Lembut dan manis bahasa-Nya Tiada dusta yang tertulis, semua hal Nyata Terkabarkan untuk semua, namun sedikit yang Senang dan Bahagia Hanya orang yang paham akan pesan-Nya meraih kabar gembira Sambutan penuh bahagia Bertemu pun menjadi syukur yang luar biasa Menangis mengingat mulia dan Besar balas bagi pekerja Setiap Aktivitas mulia berbalas kali lipat gandanya Harus bersyukur hati ini yang hina Namun sungguh agung Cinta-Nnya Karena pahala langsung berbalas dari-Nya Bulan ini bukanlah bulan sembarang mulia Allah Beri banyak diskon bagi setiap Amal pekerja sebab Lillah-Nya Menangis dan merugi jika tak disambut dengan gembira Ada yang salah pada hati Kita?? Sering hati dan lisan berdusta Tak bersyukur dengan semua Padahal bisik zikir dan Shalawat akan jadi pahala yang berlipat ganda Tidur pulas manja pun akan di hitung nilai pahala Apa lagi kau sempatkan setiap wak...