Paksa-Mu Semoga Menjadi Lillah
Kau yang mampu mengubahku.
Kau mampu menyedot perhatianku.
Bahkan kau yang mampu memaksaku dengan sangat keras menyakiti diriku.
Bahakan waktu luangku pun penuhnya untukmu.
Remuk Rasa Tubuh ini, seakan nafas sesak, bernafas pun sangat menyakitkan.
Gemetar dan sakit saraf-saraf ini. Kau paksa dengan sangat terpaksa diriku mengikutimu.
Sampai waktuku kini lebih memilih menghabiskan diri bersamamu.
Hanya kau yang mampu memaksaku menghentikan munculku lama dalam dunia maya yang membuang waktu untuk waktu yang tak penting Hanya kau yang mampu membuatku.
Membuka lembaran-lembaran cinta dari sang Robb dengan sangat lama dan penghujung do'apun terpanjat di 1/3 malam, Sangat dekat kebaikan itu.
Namun sungguh dirimu adalah nikmat yang menyiksa itu...
Bersamamu sabar ku paksa
Bersammu Ikhlas ku lepas
Besamamu berbagi ku tebar luas
Bersamamu waktuku lebih bermakna
Aku ingin mengatakan seuatu yang mungkin membuatku akan sangat Rindu nantinya...
Seandainya kau pergi sebantar lagi.
Aku tak tau apakah aku senang karna lepas dari pemaksan yang membuat diriku menyakiti diri...
Apakah aku akan kembali lagi dan kau akan mau mendatangi diri ini??
Mungkinkah bisa jadi kau tak mau bertemu denganku.
Karena masih banyak hal yang tak kumanfaatkan sebaik-baik waktu besamamu.
"Paksamu adalah sebuah keindahan yang membutaku semoga tersenyum di surga itu"
Namun sangat indah caramu memperhatikan ku.
Sehingga kau mampu mekasa diriku yang tak pandai dalam mengatur waktu ku.
Sesibuk apapun orang, apapun profesi orang, apapun warna kulit dan ras mereka kau mampu menyatukan dan banyak menyadarkan.
Sungguh kau sebuah kenikmatan jika kita semua menyadari semua yang kau bawa adalah sebuah kesempurnan untuk kebikan.
Bukan diri ini saja, diri yang lainya pun sungguh bersyukur membersamaimu.
Karena hanya kau yang mampu memaksa semua ini dalam sebuah kebaikan.
Hanya kau yang mampu menyita dan memaksa tahta itu menjadi sebuah tunduk pada Sang Kuasa.
Kau yang membuat manja itu menjadi mandiri. Banyak cerita bersamamu.
Bahakan caraku menceritakan dirimu belum sebaik yang ku mampu mengungkapkan dalam sebuah ikatan dan menjadi cerita indah untuk dibaca sang perasa yang juga pasti mengerti apa yang ku rasakan.
Terimaksih, kau akan pergi
30 hari besamamu, apakah yang kau ajarkan akan berbekas atau akan tertinggal sebagai sebuah kenangan yang tak ada arti.
Karena jika semua itu berarti, maka semua yang kau ajarkan ketika bersama akan terbawa samapai kita bertemu kembali lagi.
Ku ingi berjumpa dengan cara dan lebih baik lagi memanfatkan waktu bersamamu.
"Ramadhan"
cara mu mencintai dengan pakasaan, penuh cinta dan kasih sang Robb sungguh sangat terasa dan membekas. Bukan memberi luka namun meberi sebuah Cinta kasih yang tak akan merugi bagi yang menikmati.
Semoga hasil dari paksa itu Allah balas sebuah surga.
Kau mampu menyedot perhatianku.
Bahkan kau yang mampu memaksaku dengan sangat keras menyakiti diriku.
Bahakan waktu luangku pun penuhnya untukmu.
Remuk Rasa Tubuh ini, seakan nafas sesak, bernafas pun sangat menyakitkan.
Gemetar dan sakit saraf-saraf ini. Kau paksa dengan sangat terpaksa diriku mengikutimu.
Sampai waktuku kini lebih memilih menghabiskan diri bersamamu.
Hanya kau yang mampu memaksaku menghentikan munculku lama dalam dunia maya yang membuang waktu untuk waktu yang tak penting Hanya kau yang mampu membuatku.
Membuka lembaran-lembaran cinta dari sang Robb dengan sangat lama dan penghujung do'apun terpanjat di 1/3 malam, Sangat dekat kebaikan itu.
Namun sungguh dirimu adalah nikmat yang menyiksa itu...
Bersamamu sabar ku paksa
Bersammu Ikhlas ku lepas
Besamamu berbagi ku tebar luas
Bersamamu waktuku lebih bermakna
Aku ingin mengatakan seuatu yang mungkin membuatku akan sangat Rindu nantinya...
Seandainya kau pergi sebantar lagi.
Aku tak tau apakah aku senang karna lepas dari pemaksan yang membuat diriku menyakiti diri...
Apakah aku akan kembali lagi dan kau akan mau mendatangi diri ini??
Mungkinkah bisa jadi kau tak mau bertemu denganku.
Karena masih banyak hal yang tak kumanfaatkan sebaik-baik waktu besamamu.
"Paksamu adalah sebuah keindahan yang membutaku semoga tersenyum di surga itu"
Namun sangat indah caramu memperhatikan ku.
Sehingga kau mampu mekasa diriku yang tak pandai dalam mengatur waktu ku.
Sesibuk apapun orang, apapun profesi orang, apapun warna kulit dan ras mereka kau mampu menyatukan dan banyak menyadarkan.
Sungguh kau sebuah kenikmatan jika kita semua menyadari semua yang kau bawa adalah sebuah kesempurnan untuk kebikan.
Bukan diri ini saja, diri yang lainya pun sungguh bersyukur membersamaimu.
Karena hanya kau yang mampu memaksa semua ini dalam sebuah kebaikan.
Hanya kau yang mampu menyita dan memaksa tahta itu menjadi sebuah tunduk pada Sang Kuasa.
Kau yang membuat manja itu menjadi mandiri. Banyak cerita bersamamu.
Bahakan caraku menceritakan dirimu belum sebaik yang ku mampu mengungkapkan dalam sebuah ikatan dan menjadi cerita indah untuk dibaca sang perasa yang juga pasti mengerti apa yang ku rasakan.
Terimaksih, kau akan pergi
30 hari besamamu, apakah yang kau ajarkan akan berbekas atau akan tertinggal sebagai sebuah kenangan yang tak ada arti.
Karena jika semua itu berarti, maka semua yang kau ajarkan ketika bersama akan terbawa samapai kita bertemu kembali lagi.
Ku ingi berjumpa dengan cara dan lebih baik lagi memanfatkan waktu bersamamu.
"Ramadhan"
cara mu mencintai dengan pakasaan, penuh cinta dan kasih sang Robb sungguh sangat terasa dan membekas. Bukan memberi luka namun meberi sebuah Cinta kasih yang tak akan merugi bagi yang menikmati.
Semoga hasil dari paksa itu Allah balas sebuah surga.
-- R.A, NH --

Allahumma Aamiin yaaRabbal'alamiin ��
BalasHapus