POPULARITAS VS IKHLAS
"Jangan tertipu oleh pujian, ingat banyak nayamuk yang mati karena tepuk tangan"
***
Halo teman-teman mimin kembali lagi nih. Wah mau lebaran aje nih. Persiapan kalian untuk menyambut hari kemenangan apa nih? Jangan lupa yah untuk mengoptimalkan 5 hari untuk semakin giat beribadah.
***
Pernah gak sih waktu kecil kalo ditanya pengen jadi apa ? Jawabannya lantang banget jadi artis atau orang terkenal. Ada yang seperti ini ? . Nah sama dulu mimin juga sering banget mendambakan posisi “populer” waktu menjadi anak sekolahan nih. Kalo ditanya mengapa? Keren aja dilihat banyak orang, lalu menjadi orang yang berbeda dari orang kebanyakan, wes belum lagi kalo ada yang yang apresiasi terhadap hal yang kita lakuin. Eits, jangan mikir yang negatif dulu nih mimin gak membuat sensasi loh waktu sekolahan. Masih ingat dibenak mimin waktu kelas 7 SMP mimin adalah salah satunya calon ketua osis perempuan. Nah lalu pas hasil keluar mimin mendapat suara terbanyak ke-4 dari 20 calon. Akhirnya menjadi bendahara osis. Tepuk tangan netizen prok prok. Hal yang paling di dambakan dari anak osis biasanya adalah ospek karena akan banyak adek kelas pertama kali ya akan mengenal anak osis. Ospek ini katanya rezeki banget buat anak osis karena bergelimang hadiah. Apalagi buat kamu juara-juara kelas yang dikenal oleh guru, keluar masuk ruang guru seperti rutinitas. Eh bukan itu aja loh ada juga yang populer karena hal lainnya misalnya ahli olahraga, apalagi yang jago basket beuh banyak fans biasanya. Anak musik juga biasanya idaman loh, syair-syair lagu bisa aja buat suara histeris pendengarnya dan melelehkan hati. Ternyata populer juga bisa karena banyak pacar, jago kelahi, bolak balik ruang BK, atau nih yang sering banget kasian sama pulpen dan buku absen akhirnya nongkrong di warnet untuk bolos*reader ini jangan di contoh yah tapi boleh kok ketawa kalo merasa menjadi salah satu bagia dari ini . Okay sudah cukup flashbacknya.
***
Memasuki masa perkuliahan ada yang berbeda dengan pemikiran mimin. Doktrin mahasiswa baru selalu seputar IPK, organisasi, kontribusi, prestasi dan relasi. Waktu itu mimin merefleksi ingin seperti apa 4 tahun perjalanan kisah mimin nanti nih. Hampir sama jawaban lagi-lagi berbeda dengan orang lain. Nah buat teman-teman nih hati-hati dengan sindrom popularitas ini loh. Mimin sedikit mau menjelaskan berdasarkan hasil riset mimin. Kita mulai dari sisi positifnya
1. Orang Berpengaruh, Mudah Mempengaruhi
Pernah merasa seperti ini, yups seperti kasus orang dalam loh. Syukur surga gak ada jalur ekspres orang dalam yah . Kalo ada mungkin covid juga di terobos hanya untuk ketemu orang dalam dan mengalahkan riuhnya hastag #IndonesiaTerserah. Biasanya orang yang populer akan cepat banget didengarin perkataanya. Bagus banget nih kalo yang disampaikan adalah kebaikan. Sehingga banyak orang yang akan terus terpenjara dalam jerat kebaikan. Jadi gak selalu negatif yah reader menjadi populer.
2. Relasi
Biasanya orang yang menjalin banyak pertemanan dengan orang lain juga akan memudahkan untuk mendapatkan relasi. Relasi ini membantu banget kalo kamu sedang kesusahan atau buat kamu yang pengen membangun bisnis hal ini juga mendasar untuk membuat hubungan yang baik dengan orang lain.
3. Menjadi semakin percaya diri
Menjadi populer juga ternyata meningkatkan tingkat kepercayaan diri seorang loh. Mengapa?karena mereka memiliki banyak support system yang siap menjadi garda terdepan.
4. Mendapatkan perlakuan spesial
Kadang ini yang membuat kita mudah untuk iri dengan orang lain. Bukan hal yang tabu lagi, bahwa orang yang lumayan populer mendapatkan perlakuan khusus bahkan mendaptkan hadiah dari penganggum dan lainnya.
Itu sekilas tentang keuntungan saat popularitas mencapai di puncak. Tapi ada juga loh beberapa yang harus dibayar untuk mendapatkan keuntungan tersebut misalnya
1. Menjadi orang lain
Wajah yang tampil di depan publik kadang bukan wajah aslinya. Mereka kadang juga kerap kali takut untuk melakukan kesalahan yang membuat orang lain ikut meniru apa yang mereka lakukan. Apalagi yang menyangkut hal privasi diusik oleh orang lain tentu akan meninggalkan luka sendiri. Jangan salah beberapa kondisi juga ada loh yang menyalahkan diri sendiri karena komentar netizen lebih pedas dari pada sambal yah
2. Kehilangan lingkungan pertemanan
Hal yang paling sering banget di dengarin nih “iyakan dia sibuk pasti gak bisa kumpul”, “ah takut berteman dengan dia terlalu tinggi”. Kadang presepsi ini juga membuat orang lumayan populer harus kehilangan teman-teman terdekatnya. Bermunculan juga “teman palsu’ yang hanya memanfaatkan kelebihan . Tapi ini bisa banget dihindari tergantung pembawaan pribadi orang tersebut.
3. Depresi
Jangan salah, popularitas yang didapatkan juga kadang bisa membuat orang menjadi merasa sendirian. Lelah untuk terus memporsir diri sendiri. Sehingga, lupa waktu untuk merefleksi diri dan menghargai diri sendiri.
4. Banyaknya jalan pintas kemaksiatan
Semakin besar pohonya, tanpa diimbangi dengan akar yang kuat maka akan berguguranlah daunnya. Hal ini juga yang dirasakan oleh orang yang memiiki popularitas. Lebih banyak rayuan yang diterima, semakin banyak yang modusin, dan jalan kemaksiatan terasa sangat mudah untuk diakses.
Udah spoilernya nih, wes kok panjang yah min 😊. Mimin pengen banget nih buat ngubah pradigma reader. Tenang gak jadi apatis kok. Memang popularitas selalu berkaitan dengan bakat, minat, hasil kerja keras, atau karena kita menjadi orang yang ingin bertumbuh sehingga dimanapun menjadi tempat belajar. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun ada yang salah saat hati kita hanya mengainginkan “popularitas tersebut” tanpa ada keikhlasanya didalamnya
***
Bersabda Rasullah SAW dari sahabat mulia Abu Hurairah r.a “Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan dihatinya satu noda hitam. Seandainya dia bertaubat, noda tersebut akan hilang. Namun jika ia mengulangi lagi kesalahan tersebut. Niscaya noda-noda tersebut akan menghitamkan semua hatinya”.Udah sehitam apakah hati kita? Tidak ada yang pernah tau kan reader.
***
Sangat mudah sekali orang popularitas ini untuk ri’ya, meremehkan orang lain, memiliki ilmu hanya untuk diri sendiri, menjadi role model perbuatan yang tidak benar akhirnya menjadi dosa jariyah. Akan sangat lelah sekali ketika hanya mengejar popularitas karena penilaian manusia yang selalu berubah-ubah tergantung dari sudut mana memandang. Akhirnya saat penilian manusia itu menjadi pijakan, kita akan terus digoroti dengan penyakit yang tidak terlihat yaitu penyakit hati.
Duh serba salah kan jadinya. Jadi gimana dong min? Upss mohon bersabar, jangan ngegas 😊. Buat kamu yang merasa di dunia maya diikuti oleh followers yang lumayan banyak, dikenal oleh orang lain karena suatu hal, atau dikagumi karena pribadi, bisnis, dan lainnya. Maka beralih lah kejalan ini. Popularitas yang tidak hanya semu dan mendapatkan lelah saja. Tapi menjadi ladang untuk beribadah. Coba deh pikirin, follower yang banyak, setiap postingan kebaikan kalo bisa mengetuk satu orang untuk berbuat baik udah jadi pahala loh. Bahkan kita tidak pernah tau juga loh, bisa jadi bukan doa kita yang dikabulkan tapi doa-doa orang lain yang merasa diri kita membantu mereka.
Yups, mimin pengen banget ngenalin popularitas yang ikhlas. Ngelakuin sesuatu bukan untuk mendapatkan penilian manusia. Dari awal udah harus ditanamkan nih. Ini bukan untuk manusia atau di mendapatkan gelar-gelaran . Tapi karena memang untuk investasi jangka panjang diakhirat. Jadi lelahnya akan lillah. Lalu berusaha untuk melihat orang yang berada di bawah kita, sering deh bermain ke kuburan, rumah sakit , panti asuhan atau hal lainnya. Kalo memang gak bisa lansung bisa kok secara oline dengarin kisah-kisah yang mengetuk hati. Hati-hati kalo hati kita keras, akan sulit untuk menerima nasehat, orang ngajak kebaikan netting aja. Eh jangan lupa juga untuk melihat orang diatas kita, pasti banyak kok yang lebih dari kita, kagak usah ke gr an. Ini untuk nanamin sifat bersyukur dan rendah hati. Bukan rendah diri yah reader. Satu lagi belajar jadi sosok yang jangan lupa untuk mengucapkan maaf, terimakasih dan minta tolong. Bukan berbarti karena sudah memiliki popularitas kita bisa semena-mena dengan orang lain.
***
Jangan takut untuk menjadi orang yang memiliki popularitas,
api jangan menyalahkan gunakan titipan itu,
Mungkin bukan karena kamu orang yang paling pantas,
Tapi Allah titipkan buat kamu yang kekurangan bekal untuk menghadapi hari akhir,
Hust, jangan kepedaan semua akan dipertanggungjawabkan,
Jangan sampai malah “popularitas” ini memberatkan timbangan untu jatuh dijurang api neraka.
#Selfreminder.
Jadi reader kamu pengen jadi orang yang seperti apa? . Coret-coret di kolom komentar yah...Jangan takut untuk menjadi orang yang memiliki popularitas,
api jangan menyalahkan gunakan titipan itu,
Mungkin bukan karena kamu orang yang paling pantas,
Tapi Allah titipkan buat kamu yang kekurangan bekal untuk menghadapi hari akhir,
Hust, jangan kepedaan semua akan dipertanggungjawabkan,
Jangan sampai malah “popularitas” ini memberatkan timbangan untu jatuh dijurang api neraka.
#Selfreminder.

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?