Jodoh Yang Pasti
Jodoh yang pasti itu datang tanpa diminta. Tamu yang tak pernah diundang.
Jodoh yang pasti itu tanpa permisi kan menyapa semua orang.
Jodoh yang pasti itu terkabar sangat jelas dalam sebuah firman Allah Subhanahu wa Ta’aala,
Tiap-tiap umat memiliki batas waktu. Maka ketika waktu itu telah tiba, mereka tidak dapat memundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya
(Q.S. Al-A’raf : 34).
Waktu itu pasti datang, siapa saja tidak bisa terhindar darinya. Menjauh bukan jawaban, akan tetap meminang jiwa yang telah tergariskan. Bukan setuju dalam diri yang menentukan namun tiba-tiba kan datang jawaban.
“Saban raga yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada Kami kamu kembali.”
(Q.S. Al-Ankabut : 57)
Nikmat mana yang mengalahkan nikmat Allah?
Tidak ada rasa cinta dan sayang menandingi sayangnya Allah pada kita?
Tidak ada peduli yang sangat besar melimpah ruah melainkan pedulinya Allah pada hamba-Nya?
Bukti yang banyak kita jumpai dan diri masih penuh dengan kebodohan. Allah selalu mengabarkan kebaikan, begitu pula jalan keluar bagi setiap kesulitan. Masih juga ragu dan kesalahan kita lakukan.
Wahai kawan kebaikan.. Saat diri yang hina ini sibuk dengan kegiatan. Menulis, berbisnis, kuliah, mengajar, meraih cita-cita, menggunjing keburukan dan menyebut kebaikan orang. Disaat yang sama sering pula tidak sadar bahwa apapun yang melekat dalam diri kita, terkenal tak terkenal, ada tidaknya penilaian manusia. Kita bukan saja akan menjadi yang terbaik tapi kita akan tetap menjadi sekujur mayit.
Mari kita merenung sejenak. Jodoh yang pasti itu belum tiba tapi bisa datang tanpa rencana. Untuk bersiap menghadapinya, banyak kesempatan yang Allah berikan dalam setiap waktu, situasi pun keadaan. Allah ingin kita peka dan menafakkuri yang tampak berupa pelajaran dalam kalam-Nya, pada alam juga para penghuni bumi yang telah dikaruniakan-Nya. Agar itu semua menjadi titik cerah sebuah perubahan kehidupan.
Ketuklah pintu hati masing-masing, sadarkah kita setiap Allah mengingatkan? Atau kita lebih sering menulikan telinga, membutakan mata dan menutup hati untuk kebenaran yang ditunjukkan-Nya. Bahwa mati itu pasti, surga itu pasti, neraka itu pasti. Yang belum pasti, akankah pulang kita ke rumah penuh cinta atau rumah abadi yang berisi siksa.
Allah kabarkan belakangan ini, peristiwa tiap mikrofon masjid mengumandangkan duka. Tiap hari, selang sehari, seminggu, sebulan, pasti ada yang dipanggil-Nya kembali. Adakah teresapi lalu kita mempersiapkan diri?
Jodoh yang pasti itu kematian. Perpisahan dengan dunia yang fana ini. Sampai tiba waktu kita, napas dan detak jantung berhenti. Kita hanya sedang sama-sama menanti.
Sahabat kebaikan, jangan puas dengan apa yang kita punya hari ini. Kita harus memastikan apa yang telah terjadi menjadi pemberat amal kita nanti. Tugas kita, memastikan akhir hidup kita adalah akhir yang baik. Mengapa? Karena seseorang dilihat dari akhir hidupnya. Tentu yang akan kita usahakan dengan terus menjadi baik sampai kemudian Allah katakan, “Cukup! Sudah saatnya kamu pulang”. Pintalah jodoh yang pasti itu berupa khusnul khatimah, agar kita termasuk diantara mereka yang disambut dengan bahasa paling teduh..
“Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah pada Rabbmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.”
(Q.S. Al-Fajr : 27-28)
Buah penantian yang selalu kita dambakan..
“Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Surga-Ku”Sahabat-sahabat kebaikan, saya tutup tulisan ini dengan sabda Rasulullah Shallallahu wa Sallam, jawaban atas tanya para sahabat tentang mukmin yang paling cerdas. Bacalah..
(Q.S. Al-Fajr : 29-30).
“Orang yang banyak mengingat mati dan paling baik mempersiapkannya untuk menghadapi kehidupan setelahnya, itulah orang-orang yang cerdas.”
(HR. Ibnu Majah)
Siapakah yang orang cerdas itu?
Kamu, iya kamu, yang setelah membaca ini bergegas bersiap berjumpa si jodoh yang pasti itu.

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?