Menjadi Modis (Modal Diskon) Yang Tak Sekedar Pintar
“ Sekecil apapun uangnya akan cukup apabila digunakan untuk hidup, tapi sebanyak apapun uangnya tak akan pernah cukup jika hanya untuk memenuhi gaya hidup ”
Modis a.k.a yaitu orang mengikuti mode, yang berpakaian sesuai dengan mode yang paling baru. Nah tapi kali ini mimin akan bahas MODIS dari sudut pandang yang berbeda, yups sesuai judul nih modal diskon. Sahabat kebaikan pernah gak sih nungguin diskonan sampai berlumut? Lalu dapatin barang yang kalo dinilai nih A+ (read:apes), kadang-kadang isu-isu tentang diskonan ini memang sedikit membuat sesak dada dari barang yang gak laku, dinaikin harga dulu baru tuh diskonin, kualitas barang lebih rendah daripada gambar yang ditampilkan, dan kisah yang membuat pilu lainnya.
Di lain sisi nih, kalo udah tulisan ‘diskon’ memang mata tidak bisa mengelak apalagi buat kaum emak-emak langkah kaki kadang suka berbeda dengan isi hati, katanya cuma pengen ngeliat tapi sukap kalap untuk tetap aja ada bawaan pulang. Kasus ini relate disesuaikan dengan isi kantong yah sahabat karena isi kantong paling bisa menahan godaan diskon dan berakhir dengan elus-elus dada*sobat misqueen mohon bersabar ini ujian.
Bisa dikatakan nih orang modis (modal diskon) sebenarnya adalah orang yang pintar. Why? , pertama karena menghemat uang, ini hal yang lumrah banget dari hasil diskonan bisa untuk membeli keperluan lainnya. Kedua, untung, wes untung buat otak yang isinya jualan wkwk. Kita bisa menjual harga normal loh ke orang lain, nah selisih harga ini bisa menjadi untung buat kita. Ketiga efisiensi waktu, stigma tentang diskon berkaitan dengan waktu, :ah itu promonya berbatas, kapan lagi ada diskonan kayak gini, pemikiran seperti ini ada benarnya juga. Ketika diskonan pasti kita membeli barang yang melebihi kata cukup. Ini bisa menghemat waktu kamu untuk keluar rumah dan bisa mengisi aktivitas lainnya. Terakhir nih, investasi, pintar manajemen keuangan juga salah satu calon pasangan idaman loh*eh. Pencari diskonan biasanya akan terus mencari dimana yang bisa dijadikan target, jangan salah sangka dulu yah biasanya mereka juga memiliki investasi jangka panjang misal pengen punya laptop baru, berlibur sehingga harus memilih hidup minimalis dengan menjadi modis.
Dibalik kepintaran tesebut, kita gak cukup hanya sekedar pintar loh sahabat kebaikan. Yups tragedi seperti di paragraf satu itu juga bisa belenggu buat kita. Lalu bagaimana untuk menjadi modis yang tidak sekedar pintar?
Jangan lansung membeli, riset sederhana dulu yuks
Sahabat kebaikan, kasus menaikan harga terlebih dahulu sebelum didiskon adalah hal yang wajar sebagai salah satu sistem marketing bahkan bahasa marketing pun sedikit di lebih-lebihkan untuk membuat orang tertarik. Penelitian psikologi menunjukan 78% otak kita merespon lebih cepat terhadap sesuatu yang terbatas. Jadi jika kamu bisa melakukan hal apapun untuk merebut harga diskon, seperti serong kanan, kiri tanpa peduli orang lain. Maka selamat otak kamu sedang merepon lebih cepat. Tapi, jangan senang dulu nih siapa tau kamu sedang dikadalin sama pihak penjualnya, jadi kamu harus lebih pintar yaitu dengan riset sederhana dulu sebelum membeli. Buruan kehabis tuh barang pake riset segala*pasti netizen banyak mengerutu nih dengan pernyataan ini. Gak perlu waktu yang lama kok, kamu hanya perlu membandingkan harga pasar di tempat lain seperti bertanya dengan mbah google. Jika memang harga miring, segeralah siapkan kuda-kuda untuk merebut barang tersebut.Mendekati expired? No problem
Kasus lainnya nih dari diskonan adalah barang yang dijual sudah mendekati masa expired. Misalnya mie instan diberi dikon hingga 50% karena dua bulan sudah tidak layak untuk dijual. Sahabat kebaikan bisa membeli seperlunya aja nih sesuai dengan waktu tersebut. Jangan sampai membeli tetapi tidak bisa menghabiskan ini bisa jadi bumerang buat kamu malah bukan untung tapi jadi buntung.Trendy? Gunakan konsep mix and match yuk
Dunia fashion juga salah satu sasaran empuk untuk diskon tapi perekembangan dunia fashion cenderung lebih pesat untuk terus berganti mode. Buat sahabat kebaikan yang suka membeli pakaian, celana diskonan jangan khawatir kamu bisa gunakan konsep mix and match untuk tetap tampil menarik. Lalu nih kamu juga bisa memodifikasi barang yang kamu miliki.Bukan barang yang berkualitas buruk
Kasus diskon juga terjadi seperti ingin cuci gudang atau pemilik toko ingin pindah tempat yang paling menyedihkan nih kalo mau gulang tikar wkwkw maka keputusan diskon menjadi paling tepat untuk diambil. Biasanya nih ada aja barang-barang display. Apa tuh barang display? Barang yang masih memiliki kualitas yang bagus misalnya karena debu akhirnya jadi didiskon. Kalo masih bisa dikatakan bagus ambil aja, debunya toh masih bisa dibersihkan. Tapi sahabat kebaikan juga harus tetap waras yah kadang-kadang ada nih barang yang robek sedikit, nah kita juga harus bisa memperhitungkan biaya memperbaikinya. Jika lebih besar biaya memperbaiki walaupun diskon 90% maka jangan coba dibeli yah.Sesuaikan dengan budget
Berbelanja juga ternyata bisa membuat kita senang loh. Sahabat kebaikan tentu akrab dengan istilah want dan need. Diskon bisa jadi menjadi kebanyakan want daripada need nih untuk membentengi nih sebelum negara api menyerang. Yups konflik sama diri sendiri jika dompet kosong dari perut yang kriuk... kriuk lalu nahan liur aja kalo ada iklan makanan. Bahaya banget kan, maka siapkan ceklist dan tau kondisi keuangan. Kalo tidak ada di ceklist nih lebih baik jangan-jangan mendekati barang diskonan heheh sebelum kalap.
Kepo nih sahabat kebaikan kenapa sih suka diskonan heheh? Yuks coret-coret di kolom komentar. Jangan malu loh suka diskon karena hidup itu murah, label merk yang membuat mahal. Hidup itu sederhana, gengsi yang membuat menjadi rumit^_^.

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?