Quora Jadi Tempat Meditasi Saat Media Sosial Lain Banyak Polusi

Mungkin tidaklah berlebihan bila saya mengatakan begini “Tiada hari tanpa media sosial semboyanku”. Mengaku sajalah, survey independen saya mengatakan bahwa dari generasi Baby Boomer sampai Generasi Gen Z, hampir semuanya telah menjadi penghuni nomaden beberapa media sosial, bahkan tak jarang ada yang sampai menetap. Terlebih saat WFH diberlakukan, kegiatan berselancar di media sosial makin lancar jaya sentosa. Maka, jadilah saya penghuni nomaden media sosial yang setiap hari melihat snap selfie, leher goyang-goyang, atau bahkan status keluhan masalah rumah tangga pasangan nikah muda. Pokoknya golongan jamaah medos tersebut harus banget update setiap hari, mulai dari hal remeh temeh sampai pencapaian yang bikin diri ini ngiri lalu berujung insecurity, huwaaaa.

Instagram menurut saya tempat paling banyak polusi, benar-benar toxic, mengganggu stabilitas dan keamanan pikiran juga hati. Di Instagram hujatan, pujian, dan pencapaian bergumul menjadi satu dan telah resmi menjadi penduduk instagram yang abadi. Hujatan di instagram sangat kejam, jika ingin melihat di mana hujatan bermuara, silakan cek saja akun Kekeyi. Di sana hujatan telah kerasan, sudah nyaman, sampai enggan pergi. Sejauh yang saya perhatikan, hujatan terbanyak di instagram adalah hujatan berbau body shaming, jelas karena memang instagram adalah tempat yang sangat memandang fisik. Pernah saya membaca hujatan seperti ini, saya tidak memungkiri memang ini lucu, tapi pasti menyakitkan bagi yang dihujat, kalimatanya kira-kira begini “Eh ada-ada aja lagi kelakuan ni orang, inget badan lu tuh kek buntelan kentut”. Oh my Goodness, lucu bagi yang baca, tapi racun bagi yang dihujat. Di Instagram kita bisa melihat, ciptaan Tuhan dicemooh dengan sangat keji. See? Polusi kan. Ada lagi jenis polusi di Instagram yang membuat saya terkena penyakit kurang bersyukur. Banyak pengguna Instagram yang sering banget upload foto selfie dengan kecantikan paripurna dan memiliki bentuk tubuh yang mendekati sempurna. Tidak salah memang, itu hak mereka. Saya yang salah karena melihat dan menjadi tidak beryukur lalu insecure karena itu. Saya yakin banyak wanita juga merasakan hal yang sama ketika melihat wanita yang cantik. Belum lagi melihat kolom komentar si cantik yang penuh pujian, oh aku mah apa atuh, cuma ban serep kamu. Tegang hati terparah adalah saat terpapar polusi instagram tipe ini: saat melihat gebetan mantan yang ternyata cantik banget di foto instagramnya. Jauh sekali bedanya dengan saya, sejauh jarak antara Siberia dan Indonesia, pantas saya ditinggalkan, oh girls itu adalah puncak insecurity seorang perempuan, di mana pun, di sudut dunia mana pun, akan merasakan hal yang sama. Tapi ini berlaku wabil khusus bagi yang belum mampu merelekan mantan, hmmm.

Jujur saya lelah dengan media sosial yang ada. Saya sudah penat, kedamaian saya seperti direnggut. Twitter dulu menyenagkan bagi saya, tapi lama-lama saya juga bosan dan gregetan, apalagi bila melihat trending yang isinya fangirl dan fanboy K-Pop, puncak geregetan saya adalah ketika K-Pop merajai, menjarah, dan menginvasi jagat trending dari ujung atas sampai ujung bawah. Lagi-lagi ini tidak salah, saya yang salah karena terlalu mendramatisir hal ini. Menurut saya ini polusi. Oh rasanya ingin terbang ke Bhutan saja negara yang katanya paling damai dan bahagia penduduknya.

Saya telah sangat lelah dan bosan dengan media sosial yang saya punya. Kelelahan dan kebosanan itu membuat saya terdampar di media sosial yang namanya Quora. Saya dasarnya memang suka membaca, jadi Quora begitu nyaman bagi saya. Ilmu pengetahuan yang dibagikan para Quoran (Sebutan bagi pengguna Quora) bermanfaat bagi saya. Melalui Quora saya jadi tau kehidupan para intel yang sampai tak pernah pulang selama puluhan tahun, keluarganya mungkin mengira mereka sudah mati. Untuk menjaga diri, para intel tidak memberitahu siapa pun kalau mereka intel, bahkan kepada ibunya sendiri. Melalui Quora saya jadi tau bagaimana kutu bangsat, eh kok kasar? Enggak kasar Maemunah, namanya emang Kutu BANGSAT. Nah menurut seorang Quora yang kuliah Biologi, kutu bangsat ini berkembang biak dengan cara yang sangat menyakitkan. Kutu bangsat jantan memiliki alat kelamin yang sangat tajam, setajam silet, eh gak deng, setajam dan seruncing pedang, kenapa tajam? Ya karena berfungsi untuk menusuk si betina dalam rangka menyalurkan spermanya, loh emang kenapa ini wajar? Oh tidak wajar, karena bangsat betina tidak memiliki lubang reproduksi, ya TIDAK MEMILIKI LUBANG, jadi si kutu bangsat jantan akan menusuknya. Ngilu saya membacanya di Quora saat itu. Banyak lagi sebenarnya pengetahuan yang saya dapatkan dari Quora, tidak hanya pengetahuan umum, tapi juga pengetahuan tentang agama. Melalui Quora saya jadi tau kenapa hanya Maryam, wanita yang dituliskan namanya di dalam Al-Quran. Melalui Quora juga saya tau kalau sebenarnya Inggris, UK, dan Britania Raya itu berbeda. Bila sudah bersemedi di Quora, waktu terasa begitu cepat berlalu, saya bahkan pernah membaca Quora hingga pukul 2:00 malam, ahaha. Hal itu karena saya merasa ternyata banyak sekali hal yang saya tidak ketahui di dunia ini.

Sampai sekarang saya masih kerasan di Quora. Saya masih doyan bersemedi di sana. Tidak ada foto pamer dan tidak ada hujatan, lebih banyak tulisan, bilapun ada gambar, itu hanya untuk mendukung tulisan yang dibuat. Hidup saya menjadi lebih tenang setelah sering bersemedi di Quora. Di Quora kita juga bisa curhat dengan anonim, jadi rahasia aman, wkwkkw. Hal lainnya yang bisa kita lakukan di Quora adalah menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita, permintaan jawaban dari pertanyaan yang diajukan biasanya sesuai dengan pendidikan dan kredensial yang kita cantumkan di profil Quora kita. Saya tidak mencantumkan kredensial apa pun, tapi saya mencantumkan latar belakang pendidikan saya, sehingga banyak pertanyaan yang datang kepada saya berkaitan dengan latar belakang pendidikan saya tersebut. Quora menjadikan saya lebih kritis. Terima kasih para Quoran yang sudah berbagi berbagai pengetahuan. Selamat bersemedi di Quora sahabat kebaikan! Jangan lupa siapkan camilan sebelum membaca Quora.

-- Imbet, ZH --

Komentar

Posting Komentar

Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?