Sampai Hari "H"

Assalamu’alaikum sahabat kebaikan 😊

Apa kabar dua pekan belakangan ini? Kurasa baik, buktinya kamu masih sempat membaca tulisan ini kan. Terima kasih telah membaca blog kebaikan tiap hari ya, semoga kamu dan orang-orang di sekelilingmu mendapatkan kebaikan yang banyak. Aamiin.

Mari kita mulai sesi hari ini dengan pertanyaanku pada sahabat sekalian.

Kamukah raga itu, yang sering mendoakan teman-temanmu yang berkabar dengan undangan pernikahan? Atau kamu yang didoakan karena mengirim undangan pada mereka? Oh atau kamu orangnya, yang terisak pelan dengan tisu di tangan ditambah upaya mengikhlaskan? Yang mana pun kondisimu tetaplah berbaik sangka dengan doa. Sampaikan pada-Nya bahwa kamu bahagia karena masih bias mencintai-Nya.

Berbicara undangan pernikahan, seringkali kudapati teman-temanku membuat status WhatsApp dengan caption “Selamat ya, semoga lancar sampai hari H” dan sederet kalimat doa lainnya. Kalimat singkat yang diharapkan menjadi penguat si pengantin menuju hari pernikahannya. Ungkapan yang diperuntukkan agar kemudahan selalu menyertai dua insan yang akan menyempurnakan agama mereka.

Jadi, tulisan ini mau bahas apa sih sebenarnya?

Kalimat-kalimat selanjutnya dalam deretan huruf-huruf ini akan menjelaskan tentang keresahanku pada sepenggal kalimat yang ditulis bold di atas. Tidak ada yang salah dengan kata-kata itu. Tidak juga berdosa untuk mengatakannya. Aku hanya merasa ucapan selamat itu perlu ditambahi pemanis yang jadi tujuan setiap kita.

Aku juga sahabat kebaikan pasti tahu tujuan manusia menikah itu untuk ibadah. Ibadah yang tujuan akhirnya adalah sebuah tempat yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dijaga malaikat penuh senyum bernama malaikat Ridwan, dipenuhi tetumbuhan dan buah-buahan yang rasanya tidak ada di dunia. Ya, setiap ibadah kita, inginnya memudahkan kita memasuki Surga. Sungguh, ucapan “Selamat ya, semoga lancar sampai hari H” tidak cukup untuk bekal itu bukan? Ya bagaimana, wong doanya hanya lancar sampai hari H saja kan.

Wahai, aku bisa melihat senyummu yang membaca sampai pada pendapat ini. Mulai sekarang jika kamu menerima undangan pernikahan doanya diganti ya, dengan yang lebih komplit tentunya. Kalau boleh usul, boleh tuliskan doa ini sebagai hadiah untuk mereka yang sedang berbahagia.
Selamat ya, semoga pertemuanmu dengannya tidak hanya sampai di tempat fana ini, semoga kebersamaanmu dengannya tidak sekedar sampai tua nanti. Semoga kemudahan bagimu dan baginya bukan saja sampai hari H akad dan resespsi, tetapi sampai dua pasang kaki kalian menapaki Surga nanti.

Lalu sempurnakanlah doa-doa dengan haturan yang sama seperti yang pernah diajarkan sang Nabi,

Baarakallahulakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair. Semoga Allah karuniakan berkah kepada kalian dan semoga Dia anugerahkan berkah atas kalian, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.”

Alangkah indahnya. Kamu tahu malaikat mengatakan apa bagi seseorang yang mendoakan sesamanya dengan tulus?

Malaikat menyertai doanya dengan balasan diksi yang teduh, “Dan bagimu kebaikan yang sama” Selamat ya, sudah meneliti tulisanku sampai akhir kata. Semoga yang baca disegerakan jodohnya, disembuhkan sakit ataupun patah hatinya, dipulihkan dari harapan-harapan pada manusia. Satu lagi, semoga kita jadi teman lagi, nanti, di Surga. Cari aku ya 😊

-- ZZ, SNA --

Komentar

Posting Komentar

Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?