Jalan-Jalan Mulu, Kenapa Sih?

Jawabannya sederhana, mentafakkuri ciptaan Allah SWT. Jawaban lainnya adalah, ingin menikmati suasana beribadah di tengah indahnya ciptaan Allah, seru bukan?

Let me describe it!

Tidak sedikit orang yang mengatakan, ngapain sih jalan-jalan mulu? Padahal kewajiban dan tanggung jawab masih harus dikerjakan, kok ditinggal? Sebagai seseorang yang memiliki lingkaran “teman untuk jalan-jalan”, kami tidak sepenuhnya meninggalkan kewajiban. Sebelum hari jalan-jalan yang ditentukan, kami akan menyelesaikan tugas-tugas atau tanggung jawab terdekat. Karena tidak mungkin membawa beban berat ketika berjalan-jalan bukan?

Ciptaan Allah benar-benar indah, dan kami “memburu” itu. Kami benar-benar menekankan untuk mentafakkuri segala ciptaan Allah yang kami lihat di perjalanan, dan bukan hanya untuk melepas penat dari kesibukan. Mungkin terdengar sedikit klise, namun hampir dari seluruh kami menyukai bintang-bintang di langit malam. Melaksanakan sholat di bawah lautan bintang benar-benar terasa membahagiakan. Sulit dijelaskan namun rasanya seperti jatuh cinta lagi dan lagi, pada Sang Pencipta dan ciptaanya. Kami melihatnya seperti ke-takberhingga-an. Rasanya benar-benar kecil. Bagaimana mungkin kita-manusia bisa sombong jika dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain saja masih tidak bisa?

Jalan-jalan bukan hanya melepas penat. Tapi memikirkan kembali bagaimana kebesaran Allah SWT. Memikirkan kembali bahwa manusia tak ada apa-apanya. Memikirkan kembali bahwa ada hikmah di balik penciptaan keindahan-keindahan itu, dan tugas kita adalah menemukan pelajaran di baliknya. Dan yang terakhir adalah, untuk jatuh cinta berulang kali pada Allah, Tuhan Semesta Alam.

-- I2, SNA --

Komentar