Mantap Jiwa, Menguak Matematika Kehidupan di Negeri Sakura

Informasi Buku

Judul Buku : Buku Latihan Soal, MANTAPPU JIWA
Nama Penulis : Jerome Polin Sijabat
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 224 halaman
Tahun Terbit : 2019
Kota Terbit : Jakarta
Dimensi : 20cm
ISBN : 9786020632414
ISBN Digital : 978602063421

“Mantap Jiwa”, sebuah kata yang sarat akan makna sebagai penggugah jiwa-jiwa yang ‘belum bangkit’. Kenapa saya katakan belum bangkit? Karena masih banyak diantara kita terpurung dengan fenomena insecure sehingga kita lupa masih harus berjuang dan bersyukur. Terus menyalahkan keadaan dan kesalahan lainnya, padahal jalan menuju Roma tidaklah satu. Buku ini merupakan terobosan anyar, pemantik jiwa yang butuh asupan motivasi dan pembasmi epidemi kemalasan seakan-akan ingin mengajak pembacanya untuk siap menjadi orang yang gila belajar.

Buku dengan ilustrasi nyentrik berwarna biru yang mengambarkan perjuangan penulis di Negeri Sakura, Jepang seperti roller coaster matematika kehidupan yang menampilan lika liku perjuangan penulis yang dikemas dalam empat bab. Bab pertama berisikan bahwa jalan menuju Roma tidak hanya satu. Berawal lahir dengan label ‘generasi kerusuhan’dengan keluarga sederhana, mama seorang ibu rumah tangga, papa seorang pendeta, membawa banyak pil pahit yang dirasakan oleh penulis. Masuk sekolah dengan potongan harga, menjadi orang pinggiran diantara crazy rich, tidak bisa merasakan nikmatnya les, dan gagal diberbagai kompetisi membuat penulis menyusun mimpi-mimpi klisenya yaitu kuliah di luar negeri. Dalam bab ini penulis mencoba merefleksikan bahwa banyak jalan menuju roma, contohnya ketika tidak mampu les, penulis mendapatkan suguhan kumpulan soal dari sang ibu yang menjadi penguat sendi perjuangannya.

Bab kedua dari buku menceritakan Roma yang kita tuju belum tentu Roma yang Tuhan maksudkan, banyak rencana-rencana besar penulis yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Harus mengubur mimpi besarnya melanjutkan S1 di Nanyang Technology University dan National University of Singapore padahal telah diperjuangkan sejak duduk dikelas 2 SMP. Usaha kerja kerasnya selama itu diangap sia-sia, tapi Tuhan menyiapkan rencana lain penulis mengubah haluan menjadi Jepang. Penulis ingin membius pembaca untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Benar, bahwa usaha tidak menghianati hasil, tapi ada faktor x yang juga yang mendukung keberhasilan yaitu keajaiban Tuhan. Disinilah penulis mencoba untuk menangkap pesan-pesan yang dikirimkan Tuhan untuknya bahwa rencana Tuhan lebih baik daripada rencanya. Bab tiga dan keempat berisikan tentang hal-hal mustahil yang terasa berat untuk dipecahkan namun selalu ada jalan asalkan ada kemauan. Seperti soal matematika ada yang sulit dan bisa dikerjakan dengan hitungan detik. Seperti itu juga perjuangan kadang mengebu-gebu dan ada saatnya membuat kita ingin menyudari perjuangan dan menyerah saja. Pada bab ini penulis banyak menceritakan kehidupan selama berproses menjadi mahasiswa Waseda University yang terus dibom oleh soal-soal tes dengan kesulitannya yang diambang batas. Penulis mencoba mengoyak persepsi bahwa tidak ada yang mustahil, konsep gila belajar yang disuguhi penulis membuat pembaca seolah tercengang dan ingin merasakan hal yang sama. Diceritakan juga hal-hal yang patut di pelajari dari negara Jepang seperti kedisplinan dan lainnya. Tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa biasa dengan terus berpacaran dengan belajar, penulis menyisipkan perjuangan membangun channel youtube Nihonggo Mantappu dengan salam khasnya ‘Konnijiwaa!’ dan bagaimana cara membangun teamwork yang solid menjadikan pribadi yang memiliki paket lengkap. Berjuanglah maksimal, libatkan Tuhan, patahkan persepsi-persepsi yang membuat kita lemah dan akhiri perjuangan tersebut dengan kata ‘Mantap Jiwa’.

KELEBIHAN

Desain sampul yang menarik terdapat dua orang yang saling bertegur sapa dikelilingi dengan rumus-rumus matematika mencoba membius orang yang pertama kali melihatnya bahwa buku ini bukan latihan soal matematika biasa. Ketebalan, ukuran buku dan jenis huruf menjadi daya tarik serta menciptakan kenyamanan sehingga menjadi candu untuk membaca. Dalam pemaparan isinya, buku ini mampu mengoyak emosi dan memotivasi pembaca, bahasa yang digunakan pun ringan sehingga cocok dibaca untuk semua kalangan, seperti mendengarkan orang yang sedang bercerita. Penulis buku ini juga mampu menampilkan ide-ide yang unik karena diselipi diksi pribadi yang dikemas dalam #rumusjerome dan kata mutiara dari orang lain. Ada juga sindiran halus yang siap menampar pembaca seperti jangan berhenti dulu, jangan menyerah dulu. Ditambah lagi dengan tips dan trik dari penulis seperti cara mengatur waktu untuk belajar. Disetiap tulisannya diselipkan unsur matematika, sebuah cara mengajar yang inovatif dengan kesan tidak mengurui. Tidak ketinggalan, kosa kata bahasa Jepang yang membantu membuka cakrawala pengetahuan pembaca. Dari tata letaknya kita dapat mencermati bahwa buku ini disusun oleh ilustrasi yang mendukung karena full color, layout yang berbeda-beda membuat cerita lebih hidup dan menarik.

KEKURANGAN

Tidak ada gading yang tidak retak, buku ini juga bukanlah buku yang sempurna. Diantaranya kekurangannya yaitu tidak terdapat daftar isi yang mempermudah membaca untuk mengulang kembali hasil bacaan karena setiap bab hanya dipisahkan secara tersirat. Terdapat beberapa istilah slang dari satu kurun waktu seperti ‘ferguso’ yang akan menimbulkan kebinggungan bagi pembaca yang tidak dalam kurun waktu tersebut, Tidak ada kunci jawaban pada halaman akhir sehingga cenderung mubazir karena sering diabaikan oleh pembaca padahal konsepnya menarik untuk pembaca lebih baca berlatih. Masih ada cerita yang belum tuntas seperti bagaimana penulis menghadapi konflik sosial dan budaya seperti culture shock negara Jepang.

REKOMENDASI

Jika Anda orang yang sedang bingung akan jati diri, rasa malas yang terus menghantui, dan membutuhkan amunisi untuk mengejar mimpi. Maka buku ini sangatlah cocok untuk Anda baca. Buku ini dapat menjadi panduan untuk mewabahkan bagaimana untuk menjadi orang gila belajar dan menguatkan persepsi bahwa semua orang mampu jika diiringi dengan usaha maksimal, ikhtiar dan proses berserah diri kepada Tuhan. Beruntunglah, sebentar lagi Anda akan merasakan yang penulis rasakan, perjuangan yang berakhir dengan kata ‘Mantap Jiwa’. Segeralah dapatkan suplemen pembangkit jiwa yang belum bangkit ini, buatlah matematika kehdipan Anda selanjutnya.

-- Sindi Novita Agustina (Mahasiswa Universitas Mataram) --

Komentar