Ketika Logika dan Rasa Tak Lagi Bersatu

Tulisan ini mungkin akan menuai pro kontra. Tapi dengan tulisan ini aku juga ingin bersuara bagi mereka yang takut untuk hanya sekedar bercerita padahal lukanya sudah berakar amat dalam. Semoga pembaca tidak baper, jika salah mohon dimaafkan dan jika ada kebermanfaatan mohon disebarluaskan ^^.

Lagi-lagi kali ini mimin akan bahas tentang cinta. Ah gak pernah ada habis-habisnya memang jika membahas tentang perasaan bahkan sampai ada frasa “cinta tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata” memang buaya benar mimin kali ini hahaha. 

 Aku t’lah tahu kita memang tak mungkin 
Tapi mengapa, kita selalu bertemu? 
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
 Namun kenyataan ku tak bisa? 
Maafkan aku terlanjur mecinta 

Sudah bubar-bubar jangan nyanyi lagi^^
Haloo kamu apakabar? Aku pengen ngajak kenalan boleh gak?. Ada lagi dengan jurus lainnya aku sedang cari patner nih buat bantuin sesuatu boleh gak aku minta hatimu*eh no hp. Aku udah lama banget sih cari tau tentang kamu dan bagi aku kamu segalanya. Hati yang tak bertuan itu sangat sumringah. Apalagi kaum perasa yang diberi nama perempuan mudah terpikat dengan rayuan. Berawal dari gak enakan untuk gak balas , takut dikira sombong dan segala macamnya akhirnya chat tersebut terus mengalir tanpa batas. Tadinya hanya pesan teks yang terkirimkan lama-kelamaan menjadi pesan cinta. Ah aku sepakat dengan pembaca bahwa jatuh cinta itu hal yang wajar dan normal. Aku juga sepakat bahwa kita memang diciptakan untuk berpasangan-pasangan. Mungkin sebagian kita masih meraba-raba arti cinta, ada yang sudah bosan bahkan sampai pada tahap tak ingin mencintai lagi. Apapun itu, kita memiliki persepsi masing-masing tentang cinta. Jangan diperdebatkan memang semua tak harus sama karena itu kita menganut Bhineka Tunggal Ika. 

 Tapi bagaimana dengan pernyataan ini, aku tau kok aku salah tapi masih sayang. Aku pengen udahan tapi gak mau pisah. Uwuwu sini peluk online (khusus perempuan). Walaupun aku diselingkuhin, dimintain uang, bahkan aku juga udah gak perawan lagi pokoknya aku sayang banget sama dia. Kadang dihubungan ini dia juga suka ngancam sih, dia juga main kasar sama aku. Tapi sekali lagi aku tetap cinta sama. Ouh dialah pangeranku..........(gubrak) 


Pernah dengar cerita begitu? Mungkin bukan hanya di sinetron atapun layar belaka yang kadang kita anggap fiksi. Tapi ini dikehidupan nyata. Yups gak sedikit perempuan yang menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual dan realita yang begitu menyakitkan. Dari saat membuka pintu untuk hati yang tak bertuan, awalnya terasa seperti dunia berasa berdua. Jantung terus berdebar, pipi memerah bahkan jika tak bertemu rindu itu semakin menjadi-menjadi. Sampai saatnya, semua diikat dengan sebuah hubungan yang bernama jadian. Wah bukan lagi senangnya tambah bergelimang.

Tapi ada yang salah dengan rasa ini, sehingga semua menjadi menakutkan. Awalnya hanya chat intens saling lempar perhatian, lalu videocall hingga berlarut malam. Tanpa sadar rasa itu semakin membuat hanyut. Sudah tidak apa, dalam batin seorang perempuan yang katanya mencintai tanpa alasan. Bukankah memang wajar sedang dimabuk cinta kepayang. Kisah cinta itu terus berlanjut hingga jalan-jalan sampai pada akhirnya desiran hati tersebut mendorong untuk terus lebih, lebih, lebih dan lebih. Dari kiriman foto yang tak berjilbab lagi, menyentuh fisik, hingga membicarakan masa depan, membayangan memiliki anak. Sudah tenang saja, Tuhan tidak melihat, orang tua juga tidak tau, tidak ada yang salah dengan hal ini. Ingat ini semua karena rasa sayang dan cinta. Sampai akhirnya perempuan itu menyerahkan dirinya. Mengorbankan keperawanannya. Takut? Sangat takut namun semua rasanya ia pendam katanya lagi-lagi demi orang tersayang yang akan menikahinya. Akan menjadi teman hidupnya. Mengingnkan lebih, memang manusia tak pernah ada rasa puasnya, setanpun sangat cerdas membuat nafsu tersebut menjadi tak tebendung. Zina itu candu kata banyak korbannya. Bahkan menjadi sebuah kebutuhan. Sebelum menikah pun tak apa begitulah ironinya. 


Cerita lainnya, perempuan tersebut menahan rasa sakitnya dibalik baju panjangnya. Wajah biru lembam sudah menjadi makanan sehari-hari. Tidak jarang pembatasan sana sini juga dilaksanakan, tidak boleh bertemu teman laki-laki. Tidak boleh banyak aktivitas apalagi banyak teman. Tapi herannya bukan ingin bercerita apa yang dialamiinya. Ia hanya tersenyum seperti mengisyaratkan bahwa hidupnya penuh dengan bunga kebahagian. Aktvitasnya yang dibatasi menganggap bahwa satu-satunya lagi yang paling berharga ialah lelaki yang melakukan pelecahan seksual, fisik dan sosial. Tau mengapa masih bertahan? Dengan tangis yang tertahan ia mengatakan ia masih sayang. Sungguh hebat bukan permainan setan? Ia dapat merusak hati dan melemahkan iman.

Sebenarnya kita sadar bahwa tidak lansung pada sesi gelap yang membawa korban yaitu bayi mungil dari pasangan yang belum halal. Ahhh kami tidak sampai sejauh itu, tapi tanpa tersadarkan kita juga menaruh harapan lebih besar selain kepada Tuhan. Galau berlebihan seolah dunia hancur tanpa pasangan. Lalu menghabiskan waktu dengan sia-sia padahal akan diminta pertanggungjawaban . Sudah tidak perlu panjang lebar lagi, karena mimin rasa semua paham. Siapapun bisa menjadi korban dari jeratan hawa nafsu. Korbannya? Sangat Banyak. Tidak jarang mereka memilih untuk menetap padahal sangat sadar bahwa hubungannya tak lagi sehat. Ingin bercerita kepada orang lain? Tidak, ia lebih banyak memilih diam seribu bahasa karena merasa paling berdosa, ada rasa khawatir jika nantinya ia akan hamil, ada rasa gelisah saat melakukkan hubungan tanpa pernikahan. Ada rasa sakit yang ia tahan jeritannya. 

 Benarkah itu kekuatan cinta? Aku rasa tidak. Itu hanya tipu daya hawa nafsu, merusak keseimbangan rasa dan logika. Untuk perempuan yang memanfaatkan lebih dominan akan merasa bahwa semua bisa berubah. Bukankah power ranger juga hanya butuh sekian detik di layar kaca, atau yang dimaksudkan menggunakan kekuatan pintu doraemon. Wah sunguh hebat, tapi fakta dilapangan menunjukan sekali melakukan maka sulit untuk lepas. Terjerumus, tobat, tercebur lagi, tobat, melompat ke arah yang lebih dalam. Kita bukan Tuhan yang bisa memberikan hdayah, dosa itu candu. Ingat kita dalam keadaan sadar, sadar melakukan, tapi pada proses tersebut kebanyakan terlena. Bagi seorang laki-laki yang awalnya murni mencintai, lama-lama terdorong oleh nafsu apalagi direspon positif oleh Si Perempuan. Tidak lupa juga setan sebagai tim pendukung terdepan untuk lebih memastikan dua insan yang saling mencintai benar-benar mengikuti skenarionya. Eits tak kalah cerdas dari kancil, setan juga merasa malas untuk bertobat. Alih-alih telah rusak kenapa tidak terus untuk dicoba? Tidak ada yang tau, nanti juga akan menikah. Sudah kotor padahal lupa masih ada rinso*eh maka lingkungan yang dipilihpun cenderung membenarkan perbuatan itu. Setan juga mendorong untuk pangling dari hidayah Tuhan padahal sudah diberi rasa takut, khawatir tapi memang pada akhirnya manusia juga diberi pilihan apakah akan menjadi manusia atau setan dalam bentuk manusia*eh 

Mimin tidak ingin menghakimi karena siapa mimin? Tuhan? kagaklah. Tapi percayalah ada selalu jalan untuk menepi. Ada orang baik yang disiapkan untuk kita asalkan ingin berubah. Tidak semua akan berakhir demikian, mimin pun sepakat bahwa kisah orang berbeda-beda. Terasa sulit, menyesakkan di dada saat kita ingin menjauh, tapi lebih sakit saat kedua orang tua kita yang diam di rumah, membanggakan anaknya ternyata berakhir di neraka. Bukankah orang yang kita sayang pertama kali ayah dan ibu kita? Mimin pun tak dapat memasakan untuk sahabat kebaikan melupakan. Melupakan kan memang tidak ada rumusnya. Kita hanya bisa menurunkan kadar ingatan atau menyibukan diri di medan juang. Tak perlu membenci, bukankah kita juga menerima pintu hati kita untuk dibuka? Berdamailah setiap orang datang membawa pesan kehidupan agar kita menjadi lebih kuat .Jangan pernah merasa tidak termaafkan, Tuhan selalu menjadi tempat terbaik untuk diri kita yang berlumur dosa.

 Mimin tak sebaik tulisan mimin, hanya seorang pendosa yang ingin masuk surga. Saat rasa cinta itu mencapai puncak, berhentilah sejenak kita butuh logika untuk merasionalisasikannya. Cinta tak salah dengannya. Jangan menyalahkan setan sebagai perusak ruh cinta sesungguhnya. Jika belum dapat memilikinya menjauhlah, jagalah perempuan bukankah kita terlahir dari kaum perempuan? Untuk perempuan, jagalah kehoratannmu, kamu sangat berarti. Jangan takut tidak memiliki jodoh, ada usaha yang dibayar untuk mendapatkan jodoh terbaik. Bukankah kita memiliki pilihan, kamu ingin menyambut yang mana? Yang jelas tidak ada yang terbaik dengan jalan yang salah. Ingat seburuk apapun penilian manusia, sekotor apapun kita. Ada Tuhan yang selalu menungu. Kuharapkan kau yang membaca pesan ini, mengingatku jika aku tak ada di surga kelak, panggil aku. 

 Sebuah pesan untuk diriku, usiaku masih muda. Jangan terlalu dalam mengurusi cinta. Sampai pada tanpa hari tanpa memikirkan si dia. Bagiku mungkin dia adalah candu. Tapi bagi dia bisa saja aku hanya sekedar canda. Jangan mudah untuk jatuh cnta. Tegaslah pada diri sendiri .Aku pasti bisa karena aku memohon kepada Tuhan. All is well 

Hati hanyalahh makmum, imanlah imamnya. Jika menolak maka seluruh diri kita  juga termaasuk hati mesti menolak Itupun jika kita ingin selamat.Selamat dari kejahatan diri sendiri 
Kartiniifastuti 


Noted : Big thanks pak Ario Muhammad yang setelah aku membaca snapgramnya aku tergerak menulis ini awalnya ragu. Tapi jika hanya berharap penilian manusia maka tidak akan berani bersuara. Tulisan ini hanya sebagai pengingat untuk menampar diri sendiri. Bahwa aku pernah menulisnya, semoga kita terjaga. Hay, sahabat kebaikan aku sarankan banget baca highhlight pak Ario Muhammad judulnya sex before marriage. Kamu akan merinding sendiri bacanya deh ^^
-- SNA --

Komentar