Pecandu Kepastian

Apakah hari ini akan baik-baik saja?. Apakah besok akan hujan?. Bagaimana jika 5 tahun lagi aku tidak akan bisa mencapainya?. Bagaimana jika dimasa depan aku berakhir mengecewakan?. Bukankah ini hanya frasa yang sering kita utarakan. Rasa khawatir yang terus mengebu-ngebu dan cemas yang tak berujung. Berteman dengan kepastian sudah sangat mengakar untuk aku, mungkin tanpa kamu sadari kamu juga pecandu. Menyusuri jalan yang sama setiap ingin pulang. Merasa aman jika membeli produk jika telah melewati ribuan kolom pencarian. Memilah dan menentukan pilihan tanpa ingin sejenak menoleh ke produk lainnya. Meminum vitamin dan suplemen untuk penyakit-penyakit yang kita belum ketemui. Mungkin yang paling relate dengan kita yaitu memilih mengenal orang lebih dalam. Apalagi untuk dijadikan pasangan hidup yang akan mengusap wajah di pagi hari dan ingin rasanya sehidup semati sampai pada akhirnya dipertemukan kembali di surga-Nya.

Semua berusaha untuk kita setting seperti yang kita harapkan dan ramalkan. Kepastian, kepastian dan kepastian. Obsesi kita terhadap kepastian bisa menjadi tragis dan tidak menguntungkan. Aku beri nama perempuan diujung senja itu Si L. Menjalin hubungan yang sebenarnya ia tau bahwa Tuhan tak akan pernah mengizinkan. Namun untuk memastikan bahwa pasangannya adalah yang terbaik. Maka pilihan tersebut dipersempit dan menjadi jawaban atas kewajaran yang ia perbuat. Benar, berapa dramatisnya pro kontra ta'aruf, proses menghilangkan keraguan bagi yang menjalankan. Entah akan berjodoh menjadi pasangan atau seorang teman tapi kerap kali kita engan untuk bersahabat karena ketidakpastian.

Mari merangkul ketidakpastian tersebut. Bukan untuk dijauhi atau dihakimi namun untuk dihargai. Proses merangkul ketidakpastian tersebut mengajarkan kita melihat lebih banyak peluang. Jika terus di rumah, kita pasti akan lebih aman. Terhindar dari kecelakaan dan kasus lainnya. Tapi dengan berjalan menuju keluar rumah, kita bertemu dengan tukang sayur yang mengajarkan senyum ramahnya, pembersih jalanan yang tetap sabar menyisihkan daun yang kering ditengah kuatnya angin. Orang-orang baru berdatangan dengan cerita yang tak bisa kita dapatkan jika dirumah saja.

Dalam sebuah kajian sering kali dipertanyakan bagaimana jika saya bekerja disebuah bank karena itu satu-satunya penghasilan keluarga kami dan saya takut jika keluar tidak akan mendapat pekerjaan lagi. Terdengar tidak ada yang salah. Namun pertanyaan ini juga mengandung unsur pecandu kepastian. Kita takut melepaskan sesuatu walaupun hal tersebut kita ketahui salah. Cerita lainnya datang dari kaum hawa yang selalu meminta kepastian. Kapan kita menikah?. Walaupun jawabannya masih 2 tahun lagi kaum hawa tersebut sudah merasa aman. Mengapa? Karena ada kepastian yang ditawarkan. Jikapun disakiti, maka cenderung untuk mempertahankan hubungan tersebut. Mengapa? Lagi-lagi ada sebuah daya tarik kepastian. Takut untuk tidak bertemu yang lebih tepat, terlanjur mencinta dan paradoks-paradoks untuk bersembunyi bahwa kita takut akan ketidakpastian.

Ahh memang benar, sulit rasanya untuk terlepas dari jeratan kepastian lalu merangkul ketidakpastian.

Hidup adalah pertualangan. Hidup dipenuhi dengan peluang. Keputusan ada ditangan kita untuk merangkul peluang dalam semua ketidakpastian yang besar, menakutkan sekaligus menguatkan. Banyak cerita sukses terlahir dari merangkul ketidakpastian. Ia tidak tau akan apa yang dihadapi didepan. Maka hari ini, aku, kamu dan kita. lakukanlah hal yang biasa belum pernah kita lakukan, ubah rutinitas harian kita, beranilah bermimpi, beranilah mengambil resiko. Semakin kita merasa nyaman hari ini, semakin tidak nyamanlah kita esok hari. Yuk menjelajahi kehidupan.

Tidak ada orang yang lansung terlahir sukses, hanya saja mereka tidak lahir dari sebuah kenyamanan dan merangkul ketidakpastian
-- SNA, NH --

Komentar

Posting Komentar

Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?