3 Dedemit Endemik Lombok yang Tidak Jelas Wujudnya
Masa kanak-kanak saya cukup banyak ternodai dengan kehadiran dedemit di pikiran saya. Betul memang hanya sekilas melalui pikiran. Walau tak pernah melihatnya sama sekali, tetapi kehadirannya pernah begitu terasa, betapa tidak, saat saya kecil, tiga dedemit yang akan saya bahas ini pernah sangat viral, tak satu pun bocil Lombok pada saat itu yang tidak mengenal tiga dedemit ini. Gema gaungnya mirip “Anjay” saat inilah.
Minimnya pengetahuan parenting membuat orang tua jaman dulu menggunakan kekuatan menakut-nakuti agar anaknya mematuhi perintah mereka. Alhasil lestarilah kegiatan menakut-nakuti ini hingga anak cucunya, saya menjadi salah satu yang diwariskan kegiatan menakut-nakuti ini. Saya rasa, kegiatan yang satu ini lumrah terjadi, sangat subur pada masanya, tidak hanya di Lombok tapi juga di seluruh penjuru tanah air, betul apa benar?
Meski dinamika hidup tetap berjalan, generasi terus berganti akibat pernikahan yang terus terjadi, tetapi tiga jenis dedemit ini tetap menjadi yang tersohor sebagai alat menakut-nakuti dari generasi ke generasi di kalangan penduduk lokal Lombok. Kabar baiknya, saat ini saya sudah cukup jarang mendengar orang tua jaman now menakuti anaknya dengan para dedemit ini. Artinya orang tua sekarang sudah banyak yang melek parenting, apakah ini hasil didikan Mbah Google atau Tik Tok?
Sayang sangat disayang, sedari kecil hingga kini saya hanya mampu berimajinasi untuk memvisualisasikan wujud dari para dedemit ini. Tidak seperti dedemit lainnya, tiga dedemit yang akan saya jelaskan ini memiliki wujud yang tidak jelas. Jika bertanya tentang wujud mereka, kebanyakan orang Lombok akan menjawab kalau intinya dedemit-dedemit ini adalah hantu yang sangat menyeramkan. Jikalaupun ada yang memberi jawaban dan berusaha mendeskripsikan, maka akan berbeda jawabannya dari orang yang satu ke orang yang lain. Jadi bagaimana wujudnya? Tidak jelas!
Saya berani bilang tiga dedemit yang akan saya jelaskan ini adalah endemik Lombok. Menurut riset kecil-kecilan saya, nama-nama dedemit ini tidak saya ditemukan di mana-mana kecuali di Lombok. Sepertinya para dedemit ini perlu didaftarkan sebagai warisan tak benda dari Lombok. Baik, langsung saja ini dia para dedemit yang saya maksud.
- Sampi Kale
“Sampi” dalam bahasa Indonesia artinya sapi. “Kale” artinya musibah. Ketika dua kata ini digabungkan menjadi satu maka memiliki makna yang sangat tidak jelas, iyakali masa sapi musibah?. Sampi kale adalah dedemit paling best seller sebagai panggilan pulang para orang tua kepada anaknya saat menjelang magrib. Ingat ya ini berlaku dulu saat saya kecil, generasi asiaap mana tau. Ketika anak-anak susah untuk disuruh pulang ke rumah saat sore menjelang magrib, orang tua akan mengatakan “Aruan ulek laun dateng sampi kale” (Lekas pulang nanti datang sampi kale). Bila ditakuti seperti itu sebagai anak kecil saya cukup ketakutan karena sampi kale adalah dedemit yang kejam. Menurut penuturan dari orang tua teman main saya dulu, sampi kale sangat menyeramkan dia sangat senang terhadap anak-anak. Anak-anak yang tidak mau pulang saat mega menjelang magrib mulai muncul, maka ia akan diambil oleh sampi kale sebagai anaknya. Anak kecil polos mana yang tidak ketakutan?
Wujud sampi kale sampai saat ini masih tidak jelas. Dalam imajinasi saya ketika kecil sampi kale berwujud sapi raksasa yang matanya besar dan bertaring dengan tubuh tambun berbulu lebat berwarna cokelat tua. Setiap anak memiliki visualisasi berbeda terhadap sampi kale.
- Kukusisik
Kukusisik termasuk dedemit yang unik. Saya cukup kesulitan untuk mendeskripsikan dedemit yang satu ini. Kukusisik adalah dedemit yang tidak jelas. Dari segi nama saja sudah sangat tidak jelas, apalagi wujudnya, oh tentu penuh dengan bayang-bayang ilusi berselimut misteri.
Sisik dalam bahasa Sasak merupakan sebuah homonim. Sisik artinya sisik ikan atau sisik pada hewan-hewan tertentu, sedangkan pengertian sisik yang lain dalam bahasa sasak adalah suatu kegiatan mencari lingsa pada rambut menggunakan tangan. Kegiatan ini sangat popular, ketimbang menggunakan racun kutu dan lingsa, banyak dari masyarakat Sasak yang lebih senang mencari lingsa dengan cara manual, biasanya juga dibarengi dengan gossip biar makin asik. Sementara itu makna dari kata “Kuku” yang terdapat pada awal nama dedemit kukusisik saya juga masih penasaran. Saya awalnya menduga yang dimaksud “kuku” di sana adalah kuku tangan dan kaki, tetapi kuku yang demikian dalam masyarakat Lombok disebut dengan “Kungkuk”.
Kukusisik dikisahkan muncul menjelang tidur baik itu siang atau malam. Sebenarnya tidak benar-benar muncul sih karena sampai usia saya 23 tahun saya belum pernah melihatnya langsung. Ada nyanyian unik yang didendangkan agar kukusisik datang. Begini bunyinya “Kukusisik kukelak daun antap, sai lek seri iye kuangkat” artinya “Kukusisik kumasak daun kacang panjang, siapa yang dipinggir saya akan angkat”. Jadi dalam nyanyian tersebut diceritakan bahwa siapa yang tidur paling pinggir maka dia akan diangkat oleh si dedemit Kukusisik ini. Nyanyian ini mungkin akan agak berbeda dari satu daerah ke daerah lain di Pulau Lombok, tetapi yang saya tuliskan tadi adalah versi daerah saya.
Sama dengan Sampi Kale wujud kukusisik juga sangat misterius, tidak jelas sampai saat ini. Dalam bayangan saya dulu kukusisik adalah dedemit perempuan yang berambut panjang dan berkuku panjang. Mengenai bentuk pastinya, mungkin saya perlu bertanya pada Om Hao.
Menurut kecurigaan saya kukusisik sebenarnya adalah dedemit buatan manusia, dia tidak benar-benar ada. Kukusisik ini diciptakan sebagai media untuk menyuruh anak agar tidak tidur di pinggir karena akan berbahaya bagi anak apabila tidur di pinggir, bisa saja nanti jatuh ke lantai saat sedang tertidur.
- Borok
Kedua huruf “O” pada nama dedemit borok ini dibaca seperti huruf o pada kata “Toko”. Borok merupakan dedemit yang paling tidak jelas makna namanya. Saya tidak menemukan arti kata borok dalam kamus bahasa Sasak yang tersimpan di otak saya. Sebenarnya saya agak kecewa ketika tidak mampu memberikan definisi borok di sini. Maaf ya borok.
Borok merupakan dedemit yang bisa datang kapan saja dan di mana saja, dia tidak memiliki jadwal resmi dalam kemunculannya. Borok sangat suka menyembunyikan orang dari segala jenjang usia, mulai dari anak kecil, remaja bahkan orang dewasa. Salah seorang teman saya pernah menjadi “tawanan” borok. Dia disembunyikan selama satu hari satu malam. Satu kampung panik mencarinya. Akhirnya dia ditemukan di kali pinggir sawah. Katanya ia sama sekali tidak sadar terhadap apa yang dialaminya ketika menjadi tawanan borok, ia hanya sadar kalau tiba-tiba dia sudah berada di dalam kali pinggir sawah dengan posisi terbaring. Setelah menjadi tawanan borok, ia lalu sakit selama beberapa hari. Saat saya tanya bagaimana wujudnya, katanya dia tidak tahu karena memang tidak menyadari apa pun. Tapi orang-orang percaya bahwa boroklah biang kerok dari hilangnya dia selama satu hari tersebut.
Wujud borok memang tidak jelas, tidak ada penggambaran detail mengenai wujud borok ini. Akan tetapi, ada satu hal yang mendekati pasti dari wujud borok, yaitu warna rambutnya, diceritakan dari generasi ke generasi bahwa warna rambut borok adalah merah pirang seperti bule. Oleh sebab itu, di kalangan orang Lombok, bila ada yang mengecat rambutnya dengan warna merah pirang dia akan dikatakan mirip borok.
Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?