Kuliah Kerja Nyata (KKN) : Untuk Apa & Kepada Siapa ?

  

 
Pertanyaan yang kemudian muncul di dalam benakku ketika mendongakkan kepala sambil menutup mata dan merenungkan apa yang harus aku lakukan di desa orang nanti. Hal tersebut tepat saat upacara pelepasan secara simbolis yang dilakukan oleh kampus tercinta. Begitulah yang dirasakan oleh tidak hanya diriku tetapi juga sebagian besar mahasiswa yang melakukan hal tersebut. Waktu terasa begitu cepat sampai diriku sudah berada pada fase yang membingungkan, apakah hanya harus melalui masa tersebut dengan setengah hati atau malah melakukan apapun yang aku bisa dengan situasi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah membingungkanku disamping diriku yang juga merupakan seorang introvert . 
    Menyadari diri ini yang belum banyak meraih apa-apa selama 6 semester terakhir selain dari kehidupan perkuliahan maupun kehidupan pribadi. Apalagi selama 45 hari kedepan, akan tinggal bersama dengan 10 orang yang jelas-jelas berbeda watak dan prilaku dan tentu saja aku belum banyak mengenalnya. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul apakah aku akan betah menjalani situasi tersebut atau malah menyerah sambil mengangkat bendera kekalahan. Lantas bagaimana diriku menghadapi situasi tersebut. Apakah menjadi seorang introvert yang tidak peduli dengan situasi tersebut atau malah menjadi seorang ekstrovert yang antusias dan ingin melakukannya sedikit lebih lama lagi. 
    Semua pertanyaan tersebut seolah berkumpul menjadi bola raksasa yang siap untuk menelan apapun yang berada di sekitarnya. Lantas apakah semua pertanyaan tersebut hanya menjadi alasan atas diri ini yang juga masih belum berani untuk keluar dari zona nyamannya. Mungkin itu ada benarnya juga mengingat diri ini yang selalu senang berada pada zona nyamannya. Lalu apa yang harus dilakukan untuk siap menghadapi hal tersebut?, apakah dengan hanya mencoba keluar dari zona nyaman hal tersebut dapat terpecahkan, tentu tidak juga. Karena setiap hal tentu saja perlu adanya persiapan yang matang didalamnya, apapun itu. 
    Dalam fase-fase perjalanan tersebut, kita akan berusaha mempersiapkan segala situasi yang mungkin dapat terjadi, seperti halnya indikator sebab-akibat, apa yang kita lakukan maka itulah yang akan kita dapatkan. Ketika kita melakukan hal yang positif maka itulah yang akan kita dapatkan, begitu pula sebaliknya. Maka pergolakan tersebutlah yang tidak aku pahami ketika diriku berada pada zona nyamannya. Lalu bagaimana cara keluar dari situasi tersebut, tentu saja dengan cara mulai melakukan hal yang sebaliknya dengan apa yang kita lakukan, tentu tidak mudah, tetapi setidaknya kita telah berada pada satu fase yang memberikan kesadaran untuk berubah pada suatu kondisi yang tidak memberikan kebermanfaatan apapun dalam hidup ini. 
    Loh, kok kata-kata mutiaranya udah mulai aja yaa, padahal belum membahas lebih jauh terkait dunia per-KKN-nan, hehehe, maklum lebih mudah untuk memberi masukan, ketimbang menjabarkan masalah dan memberikan solusi bagi diri sendiri. Kembali ke topik terkait KKN, setelah pergolakan panjang yang aku alami dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari kakak senior yang telah menjalaninya terlebih dahulu, ternyata lebih banyak kesan negatif yang dirasakan ketimbang kesan positif. Banyak cerita yang kemudian membuat diriku seolah tidak ingin berada satu hari lebih lama dengan kondisi tersebut. Cerita tersebut seolah memberi ketakutan tersendiri karena berada pada situasi yang berbeda dari biasanya. 
    Rumor-rumor yang terjadi mulai dari kesulitan mencari posko, kelompok yang clash diawal pelepasan, kondisi desa yang tidak sesuai ekspektasi, posko yang horror, program kerja yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, jadwal piket anggota yang amburadul, bahkan hingga cinta lokasi (cinlok) di tempat KKN, dan masih banyak yang lainnya. Situasi tersebut yang kemudian membentuk pola pikir bahwa kuliah kerja nyata atau KKN tersebut tidak seindah cerita drama korea, malah lebih mengarah ke azab kubur, karena semua kebiasaan kita sehari-hari akan diuji disana, eh kayaknya terlalu berlebihan ya, tapi seperti itulah kira-kira penggambarannya. Jadi kita harus selalu mawas diri ya terhadap segala sesuatu yang terjadi. 
    Kembali lagi terkait menyikapi proses yang kita jalani dalam dunia KKN, pada dasarnya akan banyak hal dan cerita yang kita dapatkan, baik itu dari segi suka maupun dukanya, mulai dari bagaimana cara berinteraksi dengan masyarakat di sekitar desa, melatih kemampuan multitasking baik itu terkait jadwal masak, piket di kantor desa, manajemen waktu, berinteraksi dengan masyarakat sekitar, dan banyak lagi hal lainnya. Tentu diperlukan sikap dan tindakan untuk menyesuaikan dan beradaptasi terhadap situasi tersebut. Pada dasarnya banyak kemudian dampak positif yang kita terima jika kita melakukannya dengan sepenuh hati dan selalu bersyukur dengan segala kondisi yang ada. Tentu tidak mudah, tetapi dari sanalah kita belajar untuk menerima segala kondisi yang kita alami dalam hidup, karena pada dasarnya hal tersebutlah yang akan kita temui di sekitar kita setelah selesai kuliah. 

    Pada kenyataannya hidup tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tetapi hidup akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan untuk terus bertahan dari kerasnya hidup. Akan ada masanya kita mengalami titik jenuh dari semua masalah yang terjadi termasuk dalam dunai KKN, dan tentu saja hal itu akan sangat menguras tenaga dan pikiran. Dibutuhkan pikiran yang terbuka dan sikap disiplin terhadap diri sendiri untuk selalu berada pada kondisi mindset yang positif. Kuliah kerja nyata adalah satu dari sekian banyak jalan untuk mengembangkan skill dan menambah pengalaman tentang bagaimana kehidupan bermasyarakat. Jangan pernah menjadi seseorang yang apatis baik itu terhadap diri sendiri maupun orang lain. Teruslah berbenah diri, ambil setiap hal positif yang ditemui di lingkungan masyarakat desa dan buang yang negatif. Semoga setiap hal yang kita jalani akan memberikan jalan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Dorei

Komentar

  1. Selamat ber KKN Ria, haha
    Btw, KKN gak seburuk yang di bayangkan kok, tapi juga gak seindah yang di harapkan, so Bismillah aja semoga lancar,

    Salam
    Dari Mantan anak KKN Garut

    Catatan Abe

    BalasHapus

Posting Komentar

Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?