In Memoriam of the First Lombok 7.0 SR
Hari ini 5 Agustus 2021, tepat tiga tahun bencana diawal bulan agustus. Pulau Lombok berguncang gempa berkekuatan 7,0 dalam Skala Richter, petang itu waktu maghrib tiba-tiba bumi berguncang. Panik? Jangan ditanya, bahkan banyak yang tak sempat menghindar, yahh bukan menghindari guncangan melainkan menghindari atap-atap dan dinding-dinding yang berjatuhan. Hal yang paling berharga saat itu adalah keselamatan diri dan keluarga, gesit kaki berlari ditengah guncangan dan dalam gelap. Hanya kalimat-kalimat taubat beserta puji-pujian atas kebesaran dan keagungan Tuhan yang terlintas dalam pikiran dan hati. Semua orang berada dalam situasi yang sama, merasakan detik-detik antara hidup dan mati. Terlebih saat itu guncangan terasa sampai ke pulau seberang. Sesaat sinyal komunikasi masih tersambung, deringan suara HP terdengar. Sanak saudara yang berada nan jauh disana sama khawatirnya dengan kami, begitu cepat berita tersebar.
Tak hanya sekali, dalam gelapnya malam masih ada gucangan-guncangan kecil terasa. Suasana malam itu, benar-benar sebuah peringatan sekaligus ujian dari Tuhan. Panik dan gelisah, suasana begitu mencekam dan seketika tersadar seolah Tuhan memperingatkan betapa lemahnya manusia yang selalu bangga dan sombong. Malam itu, harta benda pun tak pernah terpikirkan untuk menyelematkannya. Tsunami menghantui mereka yang bermukim di pesisir pantai, begitupun mereka yang berada di kaki gunung, tak luput pula mereka yang berada di tengah pemukiman padat perkotaan. Langkah para gesit petugas kemanan dan mereka yang berkeja di sektor penerangan mengesampingkan kepanikan dan kekhawatiran mereka terhadap keluarga demi menenangkan masyarakat yang hampir dikenndalikan kepanikan.
Apresiasi kami bagi para petugas yang telah berjuang. Para relawan pun berdatangan berpacu dengan waktu demi melaksanakan sebuah tugas mulia. Terlihat jelas di tengah malam yang remang-remang raut wajah panik dan takut. Tak banyak yang berani kembali ke rumah mereka, tanah lapang dalam sekejap penuh dengan tenda-tenda. Tidur tak nyenyak terus menerus dibayangi betapa dahsyatnya guncangan tersebut, masih jelas terasa dan terdengar. Guncangan-guncangan kecil masih terasa berhari-hari setelahnya, kepanikan-kepanikan terjadi dimana-mana. Apakah ini sebuah peringatan atau sebuah ujian dari Tuhan? Akankah terjadi lagi? Hanya Tuhan yang tahu, segala hal di alam semesta ini terjadi atas kehendak-Nya dan tak seorangpun yang dapat mengetahui maupun menolaknya. Doa terbaik untuk para korban, para petugas, dan para relawan yang gugur semoga mendapat balasan terbaik dari Tuhan.
"Lombok Bangkit"





Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?