Huss, Jadi Perempuan Jangan Terlalu Mandiri dan Kuat !
The Best and the most beautiful things in th world can not be seen or even touched. They must be felt with heart
Helen Keller
| (Sumber :@zyankaaa) |
Satu
tahun terakhir, pertanyaan ini sering menghantui, “Kapan nikah?” atau “Kepikiran
gak sih akan menikah “(gubrak). Pertanyaan lainnya “ Pasti levelnya harus
tinggi banget, makanya belum nikah juga sampai sekarang”. Lalu komentar lain
juga bermunculan, tak kalah cepat untuk menghakimi “Makanya, jadi perempuan itu
jangan terlalu kuat, mandiri, tuhkan kebukti gak ada yang mau, eh nanti gak
laku loh”.
Apa ekspresi kamu menghadapi itu ? Senyum hahah, hihihihi, tidak semua perlu kita klarifikasi bak artis yang selalu menjelaskan runtutan kontroversi. Tapi, izinkan aku merefleksi ke dalam sebuah tulisan. Tulisan ini tidak ingin menyalahkan siapapun, lagi-lagi kita hanya beda cara pandang, bukankah keberagaman digaungan sebagai lencana persatuan bukan menjatuhkan?.
Perempuan itu Menangis
Jauh, saat aku duduk dibangku SD, aku sering mendengar kegaduhan, anehnya bukan hanya rumahku, namun juga sekitarku. Sayangnya saat itu aku belum mengerti apa-apa. Aku hanya tau besok aku harus juara satu, agar bisa hidup lebih baik. Walaupun pemikiran ini berubah saat aku bertambah usia. Ya, aku banyak melihat tangisan, walaupun tidak sepenuhnya mengerti. Beranjak remaja, aku baru memahami, ternyata perempuan-perempuan itu menangis, matanya kosong, tatapannya sedu, ia butuh untuk dilihat. Rata-rata mereka menangisi karena tak memiliki uang, pasangannya selingkuh, anaknya pembangkang, belum lagi banyak hujatan dari mertua, tidak pandai masak, tak mampu mengurusi rumah tangga dan banyak tragedi pilu lainnya.
Tunggu
kamu tentu pernah mendengar peristiwa diatas bukan? Bohong jika tidak pernah.
Banyak label yang disematkan untuk perempuan, yang memaksa mereka harus lebih
kuat. Jika diakhir penghujung 2021, kasus pelecehan dan kekerasan seksual
menjadi warna warni berita hingga sepertinya sudah membuat kamu bosan dan
berhembus “itu sudah wajar”. Sama halnya dengan perempuan-perempuan tadi, terbentur dan
terbentuk oleh kehidupan. Mau tidak mau, mereka harus bisa berdaya karena
kondisi yang seolah-olah membuat mereka terpedaya.
Saat
aku kuliah, aku juga banyak melihat wanita pahlawan devisa negara, yang pulang
membawa hadiah bayi majikannya. Lalu, banyak korban pernikahan dini, yang harus
membanting tulang untuk menghidupi anak-anaknya, ketika ia ingin menikah lagi
dengan laki-laki lain, mendapatkan penolakan dari anaknya dan berakhir tidak
bisa bersama pasangan baru tadi.
Jadi masih berpikir wanita tidak perlu mandiri dan kuat ? Sangat perlu. Setidaknya, untuk menjamin dirinya sendiri. Bukan berarti perempuan akan mengalahkan laki-laki karena kita diciptakan bukan untuk mengalahkan tetapi melengkapi
Miskonsepsi
Kuat dan Mandiri
“Kan perempuan kodratnya lemah lembut
dan penyayang, ngapain sih sok kuat. Lalu nih, ada laki-laki yang akan jadi
tulang punggung keluarga, bukan perempuan”
Mari satukan persepsi terkait dengan definisi
kuat dan mandiri?. Perempuan kuat jangan
diartikan seliteral mampu melakukan apa yang laki-laki lakukan namun
perempuan harus kuat maksudnya, kuat hatinya, tidak gampang untuk terluka, bukan
berarti tidak menangis loh namun dia tetap bisa bangkit apapun yang
menghakiminya. Kuat pikiran, maksudnya ia mampu untuk berpikir positif walaupun
sudah banyak hal negatif disekitarnya. Terakhir yaitu kuat iman, maksudnya
tetap melibatkan Tuhan di setiap tingkah laku dan tujuan hidupnya.
Mandiri
bukan maksudnya tidak membutuhkan orang lain, tentu kita sepakat, bahwa manusia
adalah makhluk sosial, yang selalu membutuhkan orang lain namun jangan
diperhalus menjadi terlalu bergantung kepada orang lain. Pernah mendengar
sebelumnya, bahwa bayangan kita saja bisa meninggalkan kita dalam kegelapan.
Nah, jadi mari lebih bijak untuk mengatur keterlibatan orang lain dalam hidup
kita.
Pesan
untuk Kamu Calon Imam Pilihan
Nah
loh kok judulnya begitu? Setiap manusia diciptakan berpasangan-pasangan, jadi
jangan terlalu baper membacanya J, karena nantinya
kalian akan menjadi imam untuk istri di masa depan (agak berat yah
pembahasaannya hahah). Jujur tidak ingin menghakimi, hanya ingin berpesan
layaknya keluaga, lelaki yang berkualitas untuk perempuan yang berkualitas.
Bagaimana kalau aku insecure duluan ?
Ya, berusaha, bukan merendahkan diri. Lalu perempuan mandiri dan kuat kan
banyak diperebutkan ? menurut aku perempuan
tidak perlu diperebutkan, yang perlu diperjuangkan.
Aku
sering membaca buku, yang mana lelaki tidak ingin untuk dihakimi dan lebih
banyak porsi untuk mendominasi. Sehingga harus was-was saat pasangannya tidak
manja atau melebihi dia. Katanya perempuan tipe ini tidak aman karena cenderung
lebih banyak egoisnya. Pertanyaan ini juga pernah ditanyakan untuk Mba Nana di program Close The Door, mari
kita refleksi sejenak jawabannya pada saa itu “berarti dia tidak layak dan
tidak compatible”. Ini kembali lagi
kepada persepsi, pemikiran dan kualitas dari seseorang.
Pasangan
diibaratkan seperti sepatu, bagus namun tidak tepat dengan ukuran, akan terasa
sakit bukan?. Pada dasarnya kita hanya perlu memahami kodrat kita sebagai
perempuan dan laki-laki agar semua dapat seimbang. Bukan untuk menjatuhkan
sana-sini agar terlihat siapa yang salah.
Pesan untuk Diri Sendiri (Perempuan)
Hal
terberat dalam hidup yaitu diri sendiri, perempuan suka sekali untuk di puji
dan dilihat oleh orang lain. Karakter ini sebenarnya tidak salah, hanya perlu
diimbangi, jangan sampai kemudian menjadi ajang untuk menyombongkan diri. Tidak
perlu repot juga mengeluh sana-sini terkait dengan pasangan karena kita punya
Tuhan yang mengerti semua hal. Saat semuanya terasa seimbang, bukankah akan
lebih mudah untuk dijalankan ?.
Teruntuk
semua pembaca, mohon maaf apabila penulis seperti berpihak kepada perempuan.
Bagaimana dong, memang penulisnya perempuan hahaha (kok ngengas), hanya ingin untuk
berbagi pikiran,jika terdapat perbedaan,
mari berbagi yah di kolom komentar. Jangan pernah takut, sekuat-kuatnya dan
semandiri apapun itu, perempuan tetap memiliki sifat lembut, mengayomi, dan
memiliki kepekaan rasa. Ia akan hadir dengan sifat manjannya, mau diperhatikan,
dan mau disayang. Ya, sealami itu. Kalaupun ada yang tidak seperti itu
bagaimana? Terima saja, kenyataannya memang ada yang seperti itu kok .
Berbenah tak pernah salah
Berbenah perlu, agar tak kehilangan arah
Semoga yang jauh didekatkan
Yang mencari, segera dipertemukan
Yang masih sendiri, penulis salah satu pilihan *eh (hahahahahaah canda pilihan)
Yang masih sendiri, take your time

(Sumber: @Zyankaa)
| (Sumber: @Zyankaa) |
Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?