Jauh Ke Bali, Untuk apa ?
Setelah memberikan ulasan lokasi yang ku datangi selama di Bali, maka sekarang saatnya kita beranjak aktivitas yang sebenarnya. Kepentingan apa aku ke Bali ? jika untuk liburan, maka salah besar wkwk, aku ke Bali untuk kepentingan penerus bangsa (cielah). Sebagai salah satu bagian dari Science Hunter Indonesia atau PT. Riset Prestasi Indonesia, kami memiliki program yaitu From East To Be The Best Young Scientist (FEBYS). Program yang bekerja sama dengan U.S. Consulate Surabaya ini menawarkan pendidikan riset untuk pelajar. Selama di Bali, FEBYS kemudian dibagi menjadi dua tempat yaitu Buleleng dan Karangasem. Nah, karena aku hanya bertugas di Buleleng, jadi ceritanya hanya di Buleleng yah .
SMK Negeri Bali Mandara
Sebagai tuan rumah terhadap pelaksanaan FEBYS, jujur aku kagum dengan sekolah ini. Bayangkan mereka menerapkan boarding school namun negeri. Biasanya kebanyakan boarding school oleh sekolah swasta. Lalu yang membuat aku tak kalah terkesima yaitu kedisplinan anak-anak disini. Saat aku memberikan arahan untuk acara, tiba-tiba seorang anak berkata.
“ Maaf kak, boleh berhenti sejenak”.
Bukan tanpa alasan mereka memintaku diam, setiap pukul 6 pagi dan 6 sore mereka akan menaikan sekaligus menurunkan bendera. Jika ada alarm yang berbunyi, apapun aktivitasnya harus berhenti. Tebar senyum dimana pun berada menghiasi sekolah ini, keramahan anak-anak juga mencuri perhatianku. Anak-anak disini juga memiliki kemampuan critical thinking yang bagus, contohnya ketika hujan, lalu kami tidak bisa pindah ke lokasi acara, OSIS lansung mengatakan “kak, ini kami lagi mengumpulkan paying untuk membantu perpindahan”. Ada yang minta? Tentu tidak ada. Jika aku diperbolehkan ke sekolah ini lagi, hal yang paling utama ingin aku pelajari yaitu manajemen sekolah, menarik sekali untuk tau lebih dalam, sayangnya aku hanya satu hari di sekolah ini (sad).
From Zero To Hero dan Pengenalan Scientific Writing
Nah setelah kita kenalan dengan tuan rumah, maka kita masuk kerangkaian acara, sama seperti acara lainnya, kami memiliki pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lainnya. Acara inti dimulai dari materi From Zero To Hero, setiap orang memiliki kisah tersendiri bagaimana kemudian dia bisa sukses dengan riset. Buat kamu yang mungkin bertanya darimana mengawali riset ? Jawabannya dari belajar di platform Science Hunter *eh. Banyak hal baik dari dunia riset, mengajarkan berpikir kritis, sistematis, mampu produktif, memiliki wawasan lebih, uang, teman baru dan manfaat lainnya. Lebih bagusnya nih, kamu turun lansung dan mencoba deh terkait riset.
Pengenalan materi kedua yaitu terkeit dengan scientific writing, nah ini dijelaskan terkait bagaimana membuat Scientific Writing. Sayangnya aku tidak bisa mengulas secara lengkap nanti bisa panjang kali lebar. Semoga aku punya kesempatan untuk mengulasnya di bagian selanjutnya yah.
Research Game
Research Game terdiri atas tiga bagian yaitu Sains, Sosial dan Teknik. Secara umum, permainan ini mendukung materi di awal tadi, namun dikemas dengan permainan. Teknik mengajarkan Arduiono Uno, lalu Sosial dikemas dengan konsep studi kasus dan Lomba Cerdas Cermat (LCC), lalu Sains dibuat seperti berada di Laboratorium beneran, mereka melakukan pengujian terhadap larutan asam-basa. Kegiataan ini mendapatkan antusias dari anak-anak disana loh. Mencintai suatu hal diawali dengan kenyamanan bukan? Nah jika kamu mau mempelajari terkait dengan riset, kamu bisa mencari hal menarik apa dari riset tersebut. Jangan takut mencoba, tabrak aja dulu.
FEBYS Ala Guru
Jika siswa punya research game, maka guru juga punya proses pembelajaran tersendiri. Nah disini ditemani oleh dua guru, yang bertugas membagikan ilmunya terkait dengan best practice dan opini. Tidak kalah semangatnya dengan siswa, guru juga belajar untuk menulis loh. Bahkan banyak guru yang akhirnya terketuk untuk belajar terkait dengan kepenulisan.
Sharing dan Bermain
Selama dalam proses acara sebenarnya kami banyak berinteraksi dengan adek-adek bukan sebatas menjadi mentor, tetapi dalam naungan keluarga, seperti kakak yang ingin banyak bercerita kepada adek-adeknya. Pada bagian ini kami memperbolehkan adek-adek bertanya kepada kami, pertanyaan yang paling diingat adalah
“Status kakak-kakak apa ?”
Jangan panggil kami mentor, jika jawabannya tidak bersilat lidah wkwk. Namun pesan dari adeknya nih
“Jomblo adalah nasib, single adalah pilihan”
Kamu yang mana nih?
Sesi ini juga dilengkapi dengan permainan ‘Aku Detektif’, ouh iya di awal juga ada senam penguin loh.
Serba-serbi Keunikan
Hal unik dari pelaksanaan yaitu kami harus beradaptasi dengan lingkungan yang mayoritas beragama Hindu, jadi tidak terdapat tempat untuk salat. Bukan berarti tidak toleransi yah, nah sebagai pemuda yang solutif, kami harus salat di dalam bus. Namun ada kejadian lucu deh, waktu salah satu guru salat, aku kira sedang kecapekan (gubrak), dengan semangat 45, aku menghampiri lalu berkata
“Ibu sedang apa (sambal memegang pundak)”
Syukurnya sudah rekaat terakhir wwkwkw, jangan di contoh yah Sahabat.
Yeay part 2 telah selesai, tunggu postingan part terakhir yah, bagian terakhir akan lebih banyak bercerita tentang isi hati *eh.
Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?