#SHIDIMATAKU- 4 Tahun Penuh Tantangan

     

Bukan lagi untuk bertambah, namun berkurang.

Bukan lagi sekadar tentang satu, namun lebih banyak orang.

Karena hidup adalah bagian mengulang, berkurang, dan memberi banyak renungan.

Selamat berlayar dengan usia baru, mari membuat lebih banyak kenangan.

 


    Tulisan ini diperuntukkan untuk ulang tahun SHI ke-4, dari seorang yang tidak pandai mengungkapkan perasaan secara lansung namun mencoba mengabadikan setiap momen yang tercipta, karena tulisan tidak bisa terhapus bukan ? Sama halnya dengan 4 tahun yang sudah diperjuangkan*cielah. Sebenarnya ini hanya kata kiasan untuk menyembunyikan kekurangan, karena memiliki pita suara dengan  suara sumbang, mengedit video tidak seimbang nada dan gerakan, apalagi mendesain di instagram yang membutuhkan banyak waktu untuk mengerjakan (read: malas).

Sekilas tentang Science Hunter Indonesia?

    Science Hunter Indoenesia atau sering disebut SHI merupakan salah satu bagian dari PT Riset Prestasi Indonesia yang pertama kali didirikan 15 Januari 2018.  Platform belajar karya tulis dan riset pertama di Indonesia, yang saat ini sudah menghasilkan 38 kelas online ilmiah dengan 200 + modul materi dan 300+ video interaktif. Dengan latar belakang, perhatian  terhadap dunia pendidikan  khususnya bidang keilmiahan yang belum merata dan banyak orang yang ingin belajar tentang riset, mengantarkan SHI saat ini memiliki beberapa prestasi diantaranya Top 3 Edtech Terbaik se-indonesia, 1 st Indonesia Young  Bussiness Leader Award, dan The Most Innovative Starup Company. Nah buat Sahabat Kebaikan yang ingin mengetahui  terkait dengan SHI bisa mengunjungi laman di  sciencehunter.id atau https://www.instagram.com/science_hunter/

Belajar, Bermain, dan Bekerja

Seringkali ketiga kata tersebut terpisahkan, saling bertolak belakang, dan balapan di jalur yang sama. Teman kerja tak semestinya menjadi teman tertawa. Teman kerja, tak semestinya menjadi teman cerita. Jika kamu pernah mendengar saling sikut di dunia kerja menjadi hal yang biasa, maka itu salah satu contohnya. Bekerja mematikan kita untuk belajar, banyak asumsi mengatakan bekerja akan terus berbenturan dengan otot, lalu mematikam kreativitas hingga akhirnya kita menjadi manusia kerdil di dunia kerja.

Padahal lewat bekerja, kita belajar. Saat sudah bekerja bukan berarti berhenti belajar. Lewat bekerja, kita bercerita lewat data. Lewat bekerja, kita belajar mengatur kata. Lewat kerja, kita bermain dengan angka. Selama kurang lebih satu tahun bertumbuh dengan SHI, jujur aku mendapatkan tiga hal ini secara beririsan. Bisa belajar dengan beberapa projek, posisi, dan rekan kerja yang memiliki latar belakang yang berbeda. Bisa bermain walaupun tersekat virtual, tidak kaku saat bertemu secara lansung. Bisa bekerja tanpa harus memikirkan besok akan diperpanjang kontrak atau tidak*eh wkwkwk.

Bagaimana Kondisi Ideal untuk Bekerja?

Jika aku diminta untuk menjawab, maka jawabannya adalah tempat dimana aku bisa merdeka. Merdeka untuk melakukan kesalahan, berkolaborasi, berkarya, belajar, dan tentunya berkarier. Jika ditulis satu per satu, sudah tidak terhitung berapa banyak kesalahan yang tercipta selama aku di SHI, dari jaringan tidak aman, semangat naik turun, pernah cuti untuk beberapa bulan dan cerita menyebalkan dari aku (mohon dimaafkan hahaha). Eits, tapi anehnya aku tidak dikeluarkan loh wkwk, jika ditegur pun dengan kata yang sopan, dan lebih banyak membangun.

Memang bekerja di start up yang masih berkembang menjadi sebuah tantangan, kita juga tidak bisa terlalu berlebihan dengan menyandingkan dengan unicorn (warna logo  hijau, biru, oren dan warna lainnya). Tapi selama lingkungan itu membangun kamu bertumbuh, maka jangan lepaskan. Melihat semua orang punya mimpi untuk membangun pendidikan, hal ini yang   menjadi alasan kenapa aku harus bertahan. SHI juga memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menempati posisi tertentu, tidak ada iming-iming kedekatan dengan BOD, harus good looking, syaratnya cukup satu yaitu kamu mampu dan berani bertanggung jawab atas apa yang kamu pilih.

SHI juga menyiapkan kesempatan untuk kami bertumbuh, dari sertifikasi, terlibat dalam program pendidikan riset di Indonesia (ada di blog aku tentang FEBYS), dan program-program mendukung lainnya seperti beasiswa.

Suka dan Duka Bersama SHI

     Jika boleh jujur lebih banyak sukanya. Sukanya adalah aku bisa terus mengembangkan kemampuan yang aku miliki, jika awal diingat nih, aku wawancara keluar masuk karena permasalahan jaringan, projek yang aku jalani pertama kali juga waktu itu terkendala jaringan, makanya aku terkenal banget bermasalah dengan jaringan hahah. Seperti dikatakan diawal, aku lebih banyak didukung bukan malah menjadi baku hantam. Lalu ketemu dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama untuk pendidikan, sejak di SD dimulai dari ngajarin teman sekelas, aku udah punya ketertarikan dalam bidang pendidikan, eh di SHI ketemu dengan orang yang latar belakang yang sama, kayak kamu menemukan pasangan yang bisa melengkapi kamu gitu. Lalu suka lainnya nih, aku terus bertransformasi dengan beberapa projek dari mitra kampus, sekolah, bahkan projek bersama lembaga besar. Intinya, aku senang bisa dikelilingi sama orang-orang yang positif, setidaknya nih buka instagram atau whatsapp bisa lihat hal baik dari orang lain, jadi bisa mengelola inscure menjadi bersyukur dan tentunya tergerak untuk melakukan hal lebih.

    Bicara duka, tentu tidak semudah membicarakan suka, biasanya banyak yang akan diumpetin wkwk. Terhalang secara virtual dan bekerja dengan orang lain, tentu pernah merasakan sensitif, rasa jenuh karena kami memiliki kesibukan sendiri-sendiri, harus tetap bijak di semua kondisi, komuikasi juga harus tetap intensif untuk menghindari kesalahpahaman, dan tentunya tidak terlalu leluasa untuk mengenal lebih dalam dengan yang lainnya namun semua itu tantangan yang menurut aku bisa dihadapin bersama. 

Harapan untuk SHI

Perjalanan selama 4 tahun ini, ibarat seorang balita, masih dalam usia yang imut-imut, lagi lucu-lucunya, dan mengemaskan. Begitulah memang adamya SHI, sedang seru-serunya, sedang banyak maunya, dan banyak mimpinya.

Untuk yang kusebut “SHI”, selamat mengasuh kedewasaan dan mengejar impian. Usia 4 tahun adalah masa dimana kamu mengulang kehidupan di setiap tahunnya, juga tentang berkurang, dan sejatinya mampu memberikan renungan. Jangan berhenti melangkah yah, karena berbenah tak pernah salah.

 



Komentar