Catatan Penting Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Menuju Era Revolusi Industri 4.0
“Pandemi Covid-19 lebih dari sekadar masalah kesehatan. Efeknya menyebar ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Dalam dua tahun terakhir, digitalisasi pendidikan terus ditingkatkan namun apakah penggunaan teknologi dalam pendidikan masih relevan pasca pandemi? Apa yang perlu untuk ditingkatkan?. Tulisan ini ingin merefleksikan pentingnya pemanfaatan teknologi pasca pandemi dan kiat untuk memperbaiki agar siap menghadapi revolusi industri”Gejolak revolusi industri memaksa kita untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk di bidang pendidikan. Pendidikan sebagai garda terdepan dalam membangun dan mendidik tenaga kerja terampil seyogyanya menjadi ladang investasi yang perlu terus disoroti. Sentuhan pendidikan diyakini mampu membentuk sumber daya manusia yang beradab dan berkualitas. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bukti nyata, wajah pendidikan kita dipaksa untuk bertransformasi dikala pandemi dengan penggunaan teknologi.
![]() |
| Dokumentasi penulis saat melaksanakan pembelajaran di kala pandemi |
Tercatat sejak Juli 2021 hingga Agustus 2022, 90% teknologi di dunia pendidikan digunakan untuk pembelajaran di kelas baik sebagai media ataupun pendukung strategi pembelajaran. Dilain sisi, pengembangan profesi guru, dosen dan tenaga kependidikan, serta pengelolaan institusi sebagian besar masih jauh dari dari penerapan teknologi. Kita masih nyaman menggunakan cara-cara tradisional seperti pelaksanaan ujian dengan jutaan kertas yang terbuang.
Bukan hanya itu, masih terjadi tumpah tindih integrasi teknologi dalam bidang pendidikan. Kita akan lebih mudah menjumpai penggunaan teknologi untuk pembelajaran STEM, bahasa, dan agama. Sedangkan, seni dan ilmu sosial masih kurang terfasilitasi. Fenomena unik pun terjadi, banyak pelajar dan mahasiswa yang merasa kewalahan dengan munculnya platform atau aplikasi yang silih berganti menawarkan keunggulan yang dimiliki.
![]() |
| Sumber : Refo 2022 |
Tentu mengharapkan teknologi yang mampu menjawab semua kebutuhan bukan sebuah solusi. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan untuk menggunakan satu platform yang memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan pendidikan agar tidak mempersulit diri sendiri contohnya penggunaan Google Workspace for Education. Google telah menyediakan layanan satu pintu seperti google dokumen untuk melakukan pengetikan, google sheet untuk pengolahan angka, google meet untuk aplikasi tatap muka secara daring, google jamboard media berkolaborasi, google form membantu melakukan survei, google classroom menyediakan layanan pengelolaan kelas dan layanan lainnya. Investasi integrasi sistem tentunya membutuhkan biaya yang tinggi, sumber daya yang mahal, dan waktu yang tidak sedikit. Sehingga menjalani proses tersebut perlu kolaborasi, advokasi, dan refleksi.
Pratik baik telah dicontohkan oleh Universitas Tanjung Pura atau yang lebih dikenal sebagai Untan dalam melaksanakan integrasi teknologi. Belum lama ini Untan menjalin kerja sama dengan dengan Google, Menggunakan Google Workspace for Education Plus. Kerja sama ini bermaksud memberikan pelayanan terbaik dalam menunjang proses pembelajaran. Hebatnya, Untan juga melakukan tranformasi dalam tata kelola perkantoran. Hal ini menunjukan konsistensi Untan untuk membangun ekonomi digital menuju universitas siber.
![]() |
| Sumber : https://untan.ac.id/untan-bekerjasama-dengan-google-menggunakan-google-workspace-for-education-plus-siap-bersaing-di-tingkat-internasional/ |
Dilain sisi, perlu adanya pengembangan sumber daya yang mumpuni, jauh dari teknologi yang melimpah tentu akan percuma jika tidak berkelanjutan. Bagaikan membiasakan anak bangun pagi agar tidak kesiangan, kebersamaan teknologi dan pendidikan butuh latihan dan waktu pendampingan. Salah kaprah terhadap pendampingan yang berfokus pada kompetensi juga perlu dibenahi, agar yang terjadi tidak hanya tersekat di ruang pelatihan namun minim aksi saat menerapkan di kelas. Tenaga pendidik harus menerapkan empat kata kunci yaitu kemerdekaan oleh diri sendiri, meningkatkan kompetensi, kolaborasi, dan kesadaran jenjang karir yang lebih tinggi.
Kemerdekaan oleh diri sendiri dimaksudkan apa yang dipelajari merupakan kemauan diri sendiri sebagai bentuk "merdeka" dari pengetahuan yang belum dimiliki. Meningkatkan kompetensi maksudnya sebagai seorang pembelajar sepanjang hayat sudah sepatutnya kita terus berusaha meningkatkan kompetensi diri. Kolaborasi berarti menjalin kerja sama dengan sesama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Terakhir, jenjang karir yang lebih tinggi dimaksudkan sebagai hubungan sebab akibat dari kualitas yang telah ditingkatkan membantu peningkatan karir.
Kita juga sering melupakan konsep pedagogi yang tidak berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi. Teknologi yang kita puji memang memberikan efisiensi namun kita lupa bahwa materi dan informasi perlu kontekstualisasi, menjadi efektif bila sumber inspirasi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita perlu memperhatikan bahwa teknologi dan pedagogi adalah kunci dari solusi yang berjalan berdampingan.
Akhir kata, catatan penting yang perlu kita benahi dalam pemanfaatan teknologi pendidikan untuk menuju revolusi industri yaitu meminimalisasi penggunaan platform pendidikan yang terlalu banyak, memperhatikan pembelajaran ilmu sosial dan seni yang perlu sentuhan teknologi, menyeleraskan teknologi dalam lingkungan pendidikan misalnya adminstrasi, tata kelola institusi dan lainnya, menyediakan waktu pendampingan khusus bagi pihak terkait, dan tidak melupakan kemampuan pedagogi pengguna teknologi pendidikan tersebut.
Untan / Universitas Tanjungpura
Referensi :
Agustini, Pratiwi. 2022. Pandemi DorongPenggunaan Platform Digital Dalam Belajar. Diakses pada laman https://aptika.kominfo.go.id/2022/06/pandemi-dorong-penggunaan-platform-digital-dalam-belajar/ pada tanggal 2 Desember 2022
Kurniadi. 2022. Untan Bekerjasama Dengan Google Mengunakan Google Workspace for Education Siap Bersaing di Tingkat Internasional. Diakses pada laman https://untan.ac.id/untan-bekerjasama-dengan-google-menggunakan-google-workspace-for-education-plus-siap-bersaing-di-tingkat-internasional/ pada tanggal 2 Desember 2022
Prahitaningtyas, Astrid.2022. Tren Teknologi Pendidikan Selepas Pandemi. Diakses pada laman https://www.refoindonesia.com/tren-teknologi-pendidikan-selepas-pandemi/ pada tanggal 1 Desember 2022
Shihab, Najelaa. 2020. Semua Murid Semua Guru 4 Edukasi di Masa Pandemi. Literati: Tangerang.
Siswanto, Romi. 2022. Tranformasi Digital Dalam Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi. Diakses pada laman https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/transformasi-digital-dalam-pemulihan-pendidikan-pasca-pandemi pada tanggal 1 Desember 2022

.png)




Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?