Sepucuk Surat
Ternyata telah hampir separuh bulan dia pergi. Jejaknya masih ada atau telah sirna, bisa ditelisik masing-masing pemilik jiwa. Kali ini, kutuliskan sepucuk surat darinya, semoga menjadi pengingat bagi kepala yang mudah lupa, semoga sedikit petuahnya menjadi pengobat rindu hati yang sering khilaf insafi diri. Bacalah pesan Ramadhan ini. Hai sahabatku, Hari ini tepat 14 hari aku pergi. Bagaimana kabar imanmu yang tinggi kala bersamaku tempo hari? Bagaimana kabar tilawah yang engkau perjuangkan hingga tidak tidur saat bersamaku dulu? Bagaimana kabar tahajjud, dhuha dan amal yang lain begitu aku beranjak meninggalkanmu? Kuharap kau baik-baik saja :) Apa? Kau bilang kau berubah setelah bilangan hari yang sedikit ini? Padahal kau tahu masih ada sebelas bulan tersisa untuk bertemu denganku. Apa dalam rentang waktu itu engkau merasa aman dan masih hidup nanti? Jangan jadi HAMBAku, Jangan jadi HAMBA RAMADHAN! Jangan ubah kebiasaan bangun malammu demi terjaga merapal doa disepertiga...