Surat untuk Diri Sendiri
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...