Sebuah Kritik Terbuka Terhadap Kafe yang Jual Lalapan
Sudah beberapa hari ini saya mendengar kakak saya ngedumel soal menu yang dihadirkan sebuah kafe di dekat rumah kami. Sebagai pecinta kopi dan menjadikan kopi sebagai gaya hidupnya, kakak saya mengatakan kehadiran lalapan, nasi goreng dan makanan berat lainnya di sebuah kafe sebenarnya merusak citra sebuah kafe karena cafe sejatinya, seyogyanya dan seharusnya hanya menjual kopi, minuman ringan lainnya dan tentu saja makanan ringan pendampingnya. Ingat ya, hanya makanan ringan, yang berat seperti rindu seharusnya tidak ada. Sebenarnya konsep kafe serupa juga pernah hadir di dekat tempat tinggal kami. Lalapan ayam dan ikan, aneka seafood, nasi goreng, mi setan, dan ragam minuman dengan nama yang aneh-aneh menjadi menu andalannya. Lalu apakah ada kopinya?, oh ada dong, kopi saset yang diracik embak-embak di dapur belakang, sayang sekali bukan dibikin barista kece nan necis. Konsep kafe yang menurut kakak saya merusak pakem perKafe-an duniawi ini sebenarnya cuma latah tren saja, u...