Postingan

Menampilkan postingan dengan label Moral

Fenomena Ukhti Pensiun, Bukti Tren Hijrah Mulai Banyak Ditinggalkan

Gambar
Ukhti pensiun adalah istilah yang saya buat sendiri untuk menggambarkan suatu kondisi ketika seseorang yang tadinya ukhti berhenti jadi ukhti. Definisi akhi dan ukhti pernah saya tulis dalam tulisan saya yang ini: Tipe Akhi Yang Wajib Ukhti Ketahui . Definisi ukhti yang saya maksud dalam tulisan saya kali ini akan merujuk pada tulisan saya sebelumnya. Agar tidak menimbulkan bias tak berarah saya akan paparkan lebih jelas mengenai ukhti pensiun. Ukhti pensiun adalah perempuan yang menanggalkan seluruh artibut keukhtian dalam dirinya. Atribut keukhtian yang dimaksud di sini berkaitan dengan penampilan bukan ritus peribadatan. Istilah ukhti pensiun ini tercetus setelah saya melihat fenomena yang terjadi di sekeliling saya. Beberapa kawan saya satu persatu secara sadar dan sukarela menanggalkan segala atribut keukhtian yang melekat dalam dirinya. Cadar yang dipakai belum genap selustrum sudah dilepas, kaos kaki sudah ditanggalkan, kerudung yang dulunya m...

Tasawuf: Solusi Degradasi Moral Milenialis

Gambar
Era milenial yang ditunjukkan dengan merebaknya inovasi dalam segala bidang kehidupan, tak syak dapat dilihat sebagai dua sisi mata pisau. Berbagai terminologi bermotor “Industri 4.0” sebut saja seperti AI (Artificial Inteligence); Big Data; Augmented Reality; Cloud Computing; Cyber Security hingga Addictive manufacturing sudah siap menerobos sekat-sekat geografis ( borderless ), tak peduli tentang siap atau tidak masyarakat global terhadapnya ( survival of fittest ). Proses Digitalisasi sepertinya sudah memberi efek candu akut kepada masyarakat global ( Global Citizen ) hingga tak dapat terpisah dari konsep IoT ( Internet of Thing) . Proses efisiensi ini, tentu saja memberikan kontribusi positif dalam banyak hal, namun implikasinya berupa proses dehumanisasi yang kemudian menyebabkan “degradasi moral” adalah bayaran yang terlalu mahal untuk itu semua, karena produk berlabel semoderen apapun akan dirasakan terlalu “ Over Price ” jika harus mengorbankan kualitas akhlak manusia. ...