Perintah dan Pelajarannya
Adalah sore itu, seorang anak kecil saling bertukar cerita dengan ayahnya. Keduanya saling menyahuti dengan canda. Sampailah sang ayah pada sebuah kalimat perintah untuk gadis kecilnya.
"Sholat nak, ayo sana sebelum kita pulang ke rumah" ujarnya.
Sang anak tampak tak terima, ia menggugat.
"Ayah saja tidak pernah shalat!"
Dan kuceritakan pada kalian sahabatku, ayah gadis itu bungkam. Kehilangan katanya untuk menyanggah alasan sang anak tak menerima arahannya.
Pada cerita itu mari kita mencari pelajaran bagi diri yang punya hati. Bahwasanya sebelum berbicara baiknya kita menjadi pelaku utama. Paling pertama menjadi contoh yang diambil teladannya.
Pada kisah ini bisa kita ambil mutiaranya. Bahwa untuk menjadi orang tua, haruslah siap ilmu juga akhlak yang ahsan digugu si penerus, titipan-Nya.
Maka jika yang membaca ini adalah para orang tua, mari berbenah lagi, berupaya jadi sebaik-baik sosok bagi Allah dan si buah hati.
Bila yang meneliti tulisan ini adalah para pemuda yang sedang menanti jodohnya, para calon ayah ibu di masa depan. Bersiaplah sejak dini, tinggalkan keengganan menjadi baik. Bukankah jika kita baik maka kebaikan akan datang dalam rupa paling apik?
Bersiaplah, jadilah kesayangan-Nya sebelum menjadi kesayangannya.

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?