Postingan

Menampilkan postingan dengan label SelfReminder

Perintah dan Pelajarannya

Gambar
Adalah sore itu, seorang anak kecil saling bertukar cerita dengan ayahnya. Keduanya saling menyahuti dengan canda. Sampailah sang ayah pada sebuah kalimat perintah untuk gadis kecilnya. " Sholat nak, ayo sana sebelum kita pulang ke rumah " ujarnya. Sang anak tampak tak terima, ia menggugat. " Ayah saja tidak pernah shalat! " Dan kuceritakan pada kalian sahabatku, ayah gadis itu bungkam. Kehilangan katanya untuk menyanggah alasan sang anak tak menerima arahannya. Pada cerita itu mari kita mencari pelajaran bagi diri yang punya hati. Bahwasanya sebelum berbicara baiknya kita menjadi pelaku utama. Paling pertama menjadi contoh yang diambil teladannya. Pada kisah ini bisa kita ambil mutiaranya. Bahwa untuk menjadi orang tua, haruslah siap ilmu juga akhlak yang ahsan digugu si penerus, titipan-Nya. Maka jika yang membaca ini adalah para orang tua, mari berbenah lagi, berupaya jadi sebaik-baik sosok bagi Allah dan si buah hati. Bila yang meneliti tulis...

Surat untuk Diri Sendiri

Gambar
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...

Yakin Kepada Diri Sendiri

Gambar
Kenapa sih kita harus yakin sama diri kita sendiri? Lah iya, dong. Yang punya hidup kan kita, masa iya orang lain yang harus repot buat yakinin diri kita buat yakin sama diri kita sendiri. Ya percuma aja si jikalau dari kita pribadi gak yakinin diri kita buat bisa ngelakuin ini itu, bisa wujudin mimpi-mimpi kita. Ya kita harus yakin dong sama diri kita kalau kita mampu mewujudkan apa yang kita inginkan, kalau enggak? ini yang berakibat pada rasa pesimis dalam diri. Yang akhirnya tubuh bakal ngeluarin energi-energi negatif atau energi yang lemah yang ngebuat diri tak produktif. Yakin sama diri sendiri merupakan energi positif yang hadir dalam batin, yang harus terus ditumbuhkan dalam jiwa. Karena ketika kita yakin bisa ngelakuin sesuatu itu, maka tubuh kita bakal ngerespon untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan atau mimpi-mimpi kita. Mimin pernah baca buku yang berjudul “The Success Principles” , dalam buku itu yang mimin kutip adalah bagian dari hasil ...

Di Antara Dua Pilihan

Gambar
Bukan dalam drama, novel dan tertulis dalam cerita. Namun hal itu nyata yang kita semua pasti merasa. Manusia tak pernah lepas dari dua hal dalam hidupnya, kebaikan dan keburukan. Tertipu dengan hasutnya, terlena dengan rayunya dan hanyut dibawah bisiknya. Tak mampu bertahan maka lembah dalam jurang pun siap untuk tempat bersarang. Gelap dan Terhimpit jika terus menerus terbisikkan. Sahut yang memanggil untuk menghantar pada cahaya Tangan dan kaki tak mau memihak padanya Berlari dan menggenggam arah untuk melawan, karena sudah terbuai dan menjadikan itu sebuah kecintaan. Dunia ini tempat kita hanya sebentar, ibarat seorang musafir yang hanya menetap dan numpang lewat. Manusia tak lepas dari bisikan dan rayu syaiton. Kesenangannya adalah melihat kontrol tak terkendali pada diri manusia, mengikuti apa yang dia perdaya adalah kesuksesan nyata. Hambatan yang selalu menjadi arus baik itu tak tersalurkan Saat kita tak mampu menguasai hati. Sulit sekali menjadi orang...

MERASA PINTAR ATAU PINTAR MERASA ?

Gambar
“Pintar saja, tidak perlu merasa pintar. Baik saja, tidak perlu merasa baik. Shalih saja, tak usah merasa shalih,. Karena kegaduhan seringkali disebabkan oleh orang yang MERASA PALING benar, pintar, baik, shalih”  Ahmad Rifa’i Rif’an  ***  “ Noh, snap si onoh statusnya galau mulu. Suka kesal kalo lihat media sosialnya, hari ini bertengkar dengan keluarga, kemarinan nih yah putus sama pacarnya, eh kemarinannya lagi isinya tentang baru jadian, lalu ada bertengkar sama teman sampe adu mulut tuh di medsosnya. Itu snap udah sekecil biji kedelai tuh saking banyaknya. Emang dia pikir, dia aja apa yang punya masalah. Gua juga punya tapi kagak mau sombong aja. Itu tuh akibat terlalu baperan tuh anak, sedikit-sedikit dibesarkan. Malas banget deh gua lihat”.   ***       Halo sahabat kebaikan, sering mendengar celoteh maha benar ini? Atau kamu punya teman yan...