Sebuah Panduan Singkat Tata Cara Self Love yang Sebenarnya
Sudah lama hiatus dari dunia leterer merubah banyak hal dalam diri saya, durasi kegiatan perenungan atau melamun menjadi lebih panjang dari sebelumnya. Saat otak mencapai posisi antara alfa dan beta, indah sekali rasanya, tapi itu tidak berlangsung lama. Alih-alih tenang karena merenung, sukma saya malah makin ruwet, rasanya mau meledak, terlalu banyak hal yang ingin dituliskan, terlalu banyak keresahan yang ingin disampaikan. Tersebab terlalu banyak tekanan batin cinta dan kehidupan, menulis jadi makin sulit saya lakukan, saya sekarang merasa sebagai manusia “baru” di dunia literasi, manusia baru yang kaku sekali dalam menulis, akan tetapi keresahan yang satu ini saya rasa harus banget wajib kudu mesti saya tuliskan, bagaimanapun hasil akhirnya, akan tetap saya tuliskan hingga tulisan ini menemukan endingnya sendiri.
Saya sangat malu telah menuliskan kalimat seperti ini “Semua wanita itu cantik adalah postulat tak terbantahkan”. Pernyataan itu secara mutlak meligitimasi sempitnya cara berpikir saya atas “penerimaan diri” yang saya gaungkan. Oleh karena itu saya ingin memperbaiki pernyataan saya sebelumnya, bahwasanya tidak semua wanita itu cantik. Ada wanita yang jelek, biasa saja, cantik, sangat cantik, dan lain-lain. Realistis saja, manusia memang diciptakan beragam rupa dan warnanya. Bukannya saya adalah pengikut aliran realis Aristoteles, tetapi menjadi realistis adalah awal dari Self Love itu sendiri. Menjadi realistis adalah Koentdji. Realistis adalah anak panah yang akan mengantarkanmu pada sasaran yang bernama “mencintai diri sendiri”.
Berikut akan saya tulisan panduan singkat cara mencintai diri sendiri, saya tulus menulis ini untuk kisanak se-gender saya di seluruh penjuru blog bianglala kebaikan.
Langkah awal yang sangat penting sebelum mencintai diri sendiri adalah mendata, eh cieleh mendata. Datalah hal-hal yang menurutmu kurang dalam dirimu. Cobalah melihat cermin, menatap wajah lamat-lamat. Hidung, mata, bibir, dan bodi. Perhatikan dengan jelas, menurutmu bagian ini dan itu apakah terlihat kurang indah, mungkin saja hidung yang tiarap, pipi yang seperti adonan kelebihan permifan, lengan yang bergelambir, lemak yang menumpuk pada bagian panggul, lalu wajah yang berminyak, beruntusan, komedo, atau bahkan gigi yang tidak rapi dan aduh banyak lainnya lagi. Datalah semuanya, analisis dengan mendalam. Mungkin setelah proses tersebut aku dan kamu menyadari bahwa kita tidak secantik Maudy Ayunda, dan seproposional Lunay Maya, selamat aku dan kamu telah menjadi realistis !.
Kemudian setelah pendataan tersebut, pahamilah bahwa ada kekurangan yang bisa “diperbaiki” dan ada yang “tidak bisa diperbaiki”. Komedo, jeriwit, muka kilang minyak, tidak mulus, flek hitam, beruntusan, adalah daftar kekurangan-kekurangan yang bisa diperbaiki dengan SKINCARE. Kalau orang yang sudah melakukan berbagai usaha untuk merawat dan menyembuhkan jeriwit lalu tidak bisa sembuh-sembuh juga, itu beda bab ya, itu letaknya di bab tawakkal, tawakal setelah berusaha dan berdoa, silakan berguru pada kiai yang ahli. Merawat diri adalah salah satu bentuk mencintai diri sendiri dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Apalagi kalau sudah bersuami, merawat dan mempercantik diri sendiri adalah ladang pahala yang subur.
Skincarenya perlu yang mahal-mahal dan berukualitas kalau kita kaya dan bermandikan uang, tapi kalau finansial fas-fasan, fulus tak banyak, belilah yang murah tapi cocok di kulit, atau jika memang benar-benar tidak berpunya, cukup bersihkan dengan air dan sabun. Kalau saya kaya sih, minimal SK II lah ya, haha. Rangkaian produk skincare yang bagus, yang cocok untuk keuangan yang begini, dan wajah yang begitu, banyak panduannya di dunia maya, tinggal dicari saja. Beauty Vlogger sekarang perkembangannya prolifik sekali.
Setelah merawat diri, jangan lupakan satu hal penting, rawatlah hati juga agar cantik, agar indah, agar teduh. Kita sangat sangat very very sering mendengar kalimat seperti ini “Kecantikan wanita yang sesungguhnya terletak pada hatinya”, betul memang kalimat tersebut, tapi tidak betul betul benar. Kembali lagi, mari realistis saja, misal ada gadis yang sangat baik hatinya, akhlaknya mahmudah semua, karimah semua. Cantik kah?, belum tentu, coba tengok dulu wajahnya. Aduh saya takut akan dihujat karena pernyataan ini :”, admin blog jangan disunting ya kalimatnya, whehehe. Kalau hati dan akhlak sudah cantik, tinggal percantik wajah dengan merawatnya, betul?. Siti Aisyah istri nabi saja merawat diri kok dengan mentimun dan kurma.
Sementara itu, untuk kekurangan yang tidak bisa diperbaiki seperti seperti bentuk hidung, bentuk mata, telinga, pipi, dan teman-temannya. Sebenarnya bisa sih diperbaiki dengan operasi tapi dalam agama hal itu terlarang. Oke untuk hal-hal yang tidak bisa diperbaiki ini, biarkan saja. Saya memiliki hidung rebahan. Saya membiarkannya, karena memang begitu adanya, merubah ciptaan Allah adalah terlarang. Untuk badan yang tidak proporsional, seperti lemak yang tidak tahu malu, bisa diperbaiki dengan cara olahraga dan mengatur pola makan.
Bila semua usaha merawat diri sudah dilakukan, lihatlah cermin kembali (ini cuma kata-kata ya, sejatinya kan kita ngeliat cermin setiap hari, haha) Kategorikanlah dirimu, kamu termasuk cantik, tidak cantik, sangat cantik, atau tidak laku, eh kok. Misalnya saya, saya mengkategorikan diri saya sebagai perempuan berwajah biasa saja dan belum laku, wkwkwkw, masih ada yang lebih cantik daripada saya, yaitu kekasihnya mantan saya, huhu. Tetapi saya menerimanya, saya menerima diri saya dengan segala penciptaan yang Allah tetapkan kepada saya. Begitulah cara saya mencintai diri saya sendiri, merawatnya, menjaganya, dan memperbaikinya. Berhentilah menganggu diri sendiri dengan kalimat “Semua wanita cantik”, terimalah diri kita meskipun tidak cantik.

Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?