Postingan

Menampilkan postingan dengan label Selflove

Menjadi Bucin yang Bermanfaat, Emang Bisa?

Gambar
Mencintai seseorang bukan perkara yang kita putuskan sendiri, ada kekuasaan yang lebih dari sekadar kekuasaan biasa yang menggerakkan hati untuk mencintai. Lantas apakah sesuatu yang tidak kita putuskan sendiri ini adalah kesalahan kita? Tentu saja bukan kan? Itulah mengapa mencintai seseorang tidak akan membuat Malaikat Atid kerepotan mencatat dosa, sebab ini fitrah yang Tuhan sudah gariskan.  Apa itu Bucin?      Akan tetapi, dalam perilaku mencintai ini banyak yang berlebihan, hingga salah arah dan tersesat. Menurut istilah muda mudi saat ini, golongan ini disebut bucin a.k.a budak cinta, yang artinya seseorang yang sangat terikat atau terobsesi pada pasangannya. Biasanya, orang yang terlalu bucin ini akan melupakan segala sesuatu dan hanya fokus pada pasangannya. Mereka akan melakukan apa saja untuk memuaskan pasangannya, bahkan jika itu merugikan dirinya sendiri. Budak cinta ini sekarang sudah sama bahayanya dengan virus, setelah terinfeksi susah setengah mati ca...

Sebuah Panduan Singkat Tata Cara Self Love yang Sebenarnya

Gambar
Sudah lama hiatus dari dunia leterer merubah banyak hal dalam diri saya, durasi kegiatan perenungan atau melamun menjadi lebih panjang dari sebelumnya. Saat otak mencapai posisi antara alfa dan beta, indah sekali rasanya, tapi itu tidak berlangsung lama. Alih-alih tenang karena merenung, sukma saya malah makin ruwet, rasanya mau meledak, terlalu banyak hal yang ingin dituliskan, terlalu banyak keresahan yang ingin disampaikan. Tersebab terlalu banyak tekanan batin cinta dan kehidupan, menulis jadi makin sulit saya lakukan, saya sekarang merasa sebagai manusia “baru” di dunia literasi, manusia baru yang kaku sekali dalam menulis, akan tetapi keresahan yang satu ini saya rasa harus banget wajib kudu mesti saya tuliskan, bagaimanapun hasil akhirnya, akan tetap saya tuliskan hingga tulisan ini menemukan endingnya sendiri. Saya sangat malu telah menuliskan kalimat seperti ini “ Semua wanita itu cantik adalah postulat tak terbantahkan ”. Pernyataan itu secara mutlak meligitimasi sempi...

Surat untuk Diri Sendiri

Gambar
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...

Sahabat Pesek, Yuk Belajar Self Love dari Kekeyi !

Gambar
Hidung pesek lekat dengan cemoohan sedangkan hidung mancung dekat dengan pujian, lebih dari 80% penghuni negara berflower ini akan sangat setuju dengan pendapat di atas. Betapa tidak, sebagai pemilik hidung pesek saya merasakan betul akan nano-nanonya dunia percemoohan hidung pesek. Saat SD saya tidak terlalu concern dengan bentuk hidung saya yang pertumbuhan tingginya seperti kurang nutrisi, tetapi saat memasuki usia remaja, orang-orang dalam lingkaran pertemanan saya sudah mulai memahami standar kecantikan yang berlaku secara umum di Asia Timur dan Tenggara, kulit putih, badan langsing, dan HIDUNG MANCUNG !!! tentunya. Saat itulah saya banyak mendapat cemoohan, seperti hidung yang tidak terlihat saat berpose menyamping atau hidung yang seperti tenggelam di antara pegunungan Himalaya pipi kiri dan kanan, atau begini “sebenarnya kamu manis tapi sayang hidungmu pesek”, belum lagi cemoohan lain, yang tentunya sahabat pesek paham betul akan hal ini. Sebagai orang pesek apa saya sak...