Gebyar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021
“Utamakan
Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa daerah, dan Kuasai Bahasa Asing” adalah isi
dari Trigatra Bangun Bahasa, sebuah prinsip yang digagas oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam membangun dan meningkatkan
kesadaran berbangsa dengan bahasa. Sejalan dengan itu, diadakanlah Pemilihan Duta Nasional yang bertujuan
untuk memilih figur generasi muda yang bertugas
untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar serta menjadi mitra Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021 diikuti
oleh 30 provinsi yang merupakan unggulan setiap daerah, Kepulauan Riau diwakili
oleh Sindi Nopita Agustina dan Afredo Salim.
Kegiataan ini diselenggarakan 14—19 Oktober 2021 di Hotel Mercure, Jakarta namun sebelum itu, duta bahasa juga diberikan pembekalan secara daring sejak 9—11 Oktober 2021. Sebelum ke nasional, mereka juga harus melaksanakan serangkaian panjang, seperti melaksanakan krida, membuat artikel kebahasaan dan kesastraan, mempersiapkan minat bakat, dan membuat konten di media sosial. Bukan proses yang mudah untuk dijalani namun kegigihan dan kerja keras mengantarkan pemuda/i terbaik untuk saling berkompetesi dan berkolaborasi di tingkat nasional. Secara rinci, berikut kegiataan selama pelaksanaan pemilihan tersebut
Hari Pertama Pemilihan
Hari
pertama diawali dengan taklimat dan perkenalan dari masing-masing peserta.
Setelah itu, dibuka secara resmi oleh Bapak Saeful Zaman selaku Koordinator
Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional Bahasa dan Hukum. Pada pembukaan tersebut
juga dipilihlah ibu dan bapak lurah yang bertugas membantu koordinasi peserta
dengan panitia. Kemudian dilanjutkan dengan materi Kebijakan Kebahasaan dan
Kesastraan yang disampaikan oleh Bapak M. Abdul Khak, selaku Kepala Pusat
Pembinaan dan Sastra.
(Pemilihan Bapak dan Ibu Lurah Duta Bahasa Nasional)
Hari Kedua Pemilihan
Duta
Bahasa juga harus mampu melakukan internasionalisasi terhadap bahasa Indonesia.
Oleh karena itu, pada hari kedua, dilakukan penilaian kemampuan bahasa asing
dengan sistem wawancara lansung dengan tiga juri yang berkompeten. Lalu
dilanjutkan dengan penilaian teknik wicara yang mengharuskan peserta memiliki
keterampilan berbahasa di depan umum dengan baik. Setelah itu, ditutup dengan
materi Internasionalisasi Bahasa Indonesia oleh Phillippe Grange (Atase Kerja Sama Linguitik, Intitut
Prancis di Indonesia) yang menceritakan kecintaan dan perkembangan bahasa
Indonesia di Prancis.
(Penyampaian
Materi Internasionalisasi Bahasa Indonesia)
Hari Ketiga Pemilihan
Mampu menciptakan kegiatan dan produk inovatif
di bidang kebahasaan dan kesastraan yang sesuai dengan perkembangan zaman merupakan
salah satu tugas dari duta bahasa, pada tahap ini dilakukanlah penilaian krida
dari masing-masing peserta. Banyak inovasi negeri yang lahir dari program ini,
seperti aplikasi internasionalisasi bahasa, peningkatan literasi, hingga
menyoroti optimalisasi bahasa isyarat untuk teman-teman disabilitas. Lalu
dilanjutkan dengan penilaian penulisan artikel kebahasaan dan kesastraaan. Harapannya,
tunas-tunas bangsa ini piawai menciptakan inovasi juga mempublikasikan dalam
bentuk tulisan.
(Penilaian Penullisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan)
Hari Keempat
Pemilihan
Memiliki
kepribadian yang baik juga menjadi sebuah keharusan untuk menjalankan tugas
menjadi duta bahasa, peserta juga menjalani penilaian kepribadian dan
psikologi. Penilaian dibagi menjadi dua tahapan, tahapan pertama diminta untuk
mengidentifikasi gambar, lalu dilanjutkan dengan permainan ketangkasan, yang
menilai kemampuan kempimpinan dari seorang duta bahasa, peserta diminta bekerja
sama untuk membangun menara yang tidak roboh oleh gempuran apapun. Lalu tidak
ketinggalan penampilan bakat seni dam budaya. Rata-rata peserta menonjolkan
kebudayaan masing-masing provinsi seperti tari, cerita rakyat, dan lainnya.
(Penampilan Minat Bakat )
Hari
Kelima Penilaian
Serangkaian
penilaian telah usai, dihari terakhir dilakukan evaluasi pembuatan konten
kebahasaan di media sosial, harapannya duta bahasa bukan hanya mampu berbahasa
dengan baik untuk diri pribadi namun juga menyebarkan virus positif di
lingkungannya dengan memanfaatkan media sosial. Pada malam harinya dilanjutkan dengan
malam penganugerahan untuk memilih peserta terbaik. Keluarlah Jawa Barat,
Banten dan Kalimantan Tengah sebagai terbaik I, II, III.
Pergelaran Duta Bahasa Nasional memang telah usai namun melaksanakan Trigatra Bangun Bahasa tidak pernah ada kata selesai, semoga dengan adanya acara ini yang rutin diselenggarakan tiap tahunnya mampu untuk memberikan virus positif terhadap perkembangan dan pelestarian bahasa di tengah gempuran perkembangan zaman.
(Penganugerahan Malam Puncak)
Komentar
Posting Komentar
Selalu berbuat baik dan menebar senyum kebaikan
".. Satu hal bahagia adalah ketika melihat senyum orang lain karena kebaikan yang kita lakukan .."
Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?