Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berbahasa

Gebyar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021

Gambar
“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa daerah, dan Kuasai Bahasa Asing” adalah isi dari Trigatra Bangun Bahasa, sebuah prinsip yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam membangun dan meningkatkan kesadaran berbangsa dengan bahasa. Sejalan dengan itu, diadakanlah Pemilihan Duta Nasional yang bertujuan untuk memilih figur generasi muda yang bertugas untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menjadi mitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2021 diikuti oleh 30 provinsi yang merupakan unggulan setiap daerah, Kepulauan Riau diwakili oleh Sindi Nopita Agustina dan Afredo Salim. Kegiataan ini diselenggarakan 14—19 Oktober 2021 di Hotel Mercure, Jakarta namun sebelum itu, duta bahasa juga diberikan pembekalan secara daring sejak 9—11 Oktober 2021. Sebelum ke nasional, mereka juga harus melaksanakan serangkaian panjang, seperti melaksanakan krida, membuat artikel...

Menyandingkan “Cuma” dan “Doang” dalam Sebuah Kalimat Adalah Bentuk Pemubaziran Tak Termaafkan

Gambar
Sejauh mata memandang dan sejauh telinga mendengar, “Cuma” dan “Doang” kerap hadir bersamaan, bersanding tanpa restu kaidah kebahasaan dalam sebuah kalimat. Betapa sering kita mendengar atau bahkan mengeluarkan kalimat seperti ini “Cuma gitu doang mah gampang!”, kita melontarkan kata-kata itu dengan sangat ringan, kayak gak lagi ngelakuin kesalahan apa-apa, ayo ngaku saja!. Saya sadar betul dalam percakapan sehari-hari menyandingkan “Cuma” dan “Doang” nikmatnya kayak gibahin tetangga sebelah, astagfirullah, becanda sayang. Saking nikmatnya menyandingkan “Cuma” dan “Doang” saya berani bilang kalau hampir semua orang Indonesia pernah menyandingkan keduanya baik secara sadar maupun tidak sadar, karena alasan itu tadi, nikmat dan mantap rasanya bilang begini “Cuma kamu doang yang ada di hati aku”, apalagi kalau sedikit dipoles dengan kebohongan, sensasinya beda, adrenalin terpacu kencang. Akan tetapi kenapa ya semua yang mantap-mantap itu yang dilarang? Sudah menjadi tradisi sejak za...

DUA KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA YANG SERING DILAKUKAN, NOMOR 2 BIKIN KEJANG-KEJANG

Gambar
Setelah lama bersemedi di bilik merenung, akhirnya saya memutuskan untuk menulis hal ini, saya akan hiatus sejenak dalam menulis hal-hal berbau roman picisan. Tulisan saya kali ini tentang: ada yang sering melakukan kesalahan tapi bukan laki-laki, wkwkwkwk bercanda sayang, yang benar adalah saya akan menulis sesuai dengan apa yang saya sudah tuliskan di judul. Saya bukan polisi bahasa yang bisa menghakimi kesalahan berbahasa seseorang, tapi saya seseorang yang cukup cinta “Bahasa Indonesia” , bisa dikatakan saya ini pencinta bahasa Indonesia, ingat pencinta bukan pecinta tolong bedakan, tapi sayangnya masih pencinta level cetek sih, ilmunya masih di bawah magma bumi belum mengalahkan Uda kita semua, Uda Ivan Lanin, sang Wikipediawan dan pencinta bahasa Indonesia. Hati saya agak terluka ketika ada orang yang melakukan kesalahan dalam menggunakan bahasa Indonesia. Tidak hanya hati saya, mungkin juga hati WJS. Purwadar...