Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yakin

Fenomena Ukhti Pensiun, Bukti Tren Hijrah Mulai Banyak Ditinggalkan

Gambar
Ukhti pensiun adalah istilah yang saya buat sendiri untuk menggambarkan suatu kondisi ketika seseorang yang tadinya ukhti berhenti jadi ukhti. Definisi akhi dan ukhti pernah saya tulis dalam tulisan saya yang ini: Tipe Akhi Yang Wajib Ukhti Ketahui . Definisi ukhti yang saya maksud dalam tulisan saya kali ini akan merujuk pada tulisan saya sebelumnya. Agar tidak menimbulkan bias tak berarah saya akan paparkan lebih jelas mengenai ukhti pensiun. Ukhti pensiun adalah perempuan yang menanggalkan seluruh artibut keukhtian dalam dirinya. Atribut keukhtian yang dimaksud di sini berkaitan dengan penampilan bukan ritus peribadatan. Istilah ukhti pensiun ini tercetus setelah saya melihat fenomena yang terjadi di sekeliling saya. Beberapa kawan saya satu persatu secara sadar dan sukarela menanggalkan segala atribut keukhtian yang melekat dalam dirinya. Cadar yang dipakai belum genap selustrum sudah dilepas, kaos kaki sudah ditanggalkan, kerudung yang dulunya m...

Yakin Kepada Diri Sendiri

Gambar
Kenapa sih kita harus yakin sama diri kita sendiri? Lah iya, dong. Yang punya hidup kan kita, masa iya orang lain yang harus repot buat yakinin diri kita buat yakin sama diri kita sendiri. Ya percuma aja si jikalau dari kita pribadi gak yakinin diri kita buat bisa ngelakuin ini itu, bisa wujudin mimpi-mimpi kita. Ya kita harus yakin dong sama diri kita kalau kita mampu mewujudkan apa yang kita inginkan, kalau enggak? ini yang berakibat pada rasa pesimis dalam diri. Yang akhirnya tubuh bakal ngeluarin energi-energi negatif atau energi yang lemah yang ngebuat diri tak produktif. Yakin sama diri sendiri merupakan energi positif yang hadir dalam batin, yang harus terus ditumbuhkan dalam jiwa. Karena ketika kita yakin bisa ngelakuin sesuatu itu, maka tubuh kita bakal ngerespon untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan atau mimpi-mimpi kita. Mimin pernah baca buku yang berjudul “The Success Principles” , dalam buku itu yang mimin kutip adalah bagian dari hasil ...

Ruang Prasangka

Gambar
Di bawah pohon yang rindang, duduk seorang pemuda. Matanya awas menatap danau di hadapannya. Riak air, kicau burung, dan tentu saja kata hatinya bertalu merdu menjadi satu. Berpikir ia tentang sebuah kemungkinan. Sebuah ruang prasangka. Pemuda itu membaringkan tubuh tegapnya, menantang langit luas. Dzikirnya melantun hingga perlahan ia rasakan turunnya hujan salju di sekujur pipinya. Ia merasa rapuh sekaligus tangguh. Teman-temannya berjuang, melejit, melangitkan mimpi-mimpi mereka. Satu persatu memastikan coretan harapan mereka tercentang dan menjadi nyata. Lalu dia melihat dirinya. Prasangka negatif itu mengatakan, "Kamu tidak akan pernah bisa seperti mereka! Kamu ini lemah, gampang lelah" Itu benar. Tapi tidak pernah seutuhnya benar. "Sudahlah, nyerah saja. Lihat karya mereka, lihat betapa tak pantas mutiara bersanding dengan batu bata biasa." Itu juga benar. Tetapi tidak akan pernah jadi benar. Pemuda itu mengusap wajah. Dia menangis bukan lagi karena...