Di Antara Dua Pilihan

Bukan dalam drama, novel dan tertulis dalam cerita.
Namun hal itu nyata yang kita semua pasti merasa.
Manusia tak pernah lepas dari dua hal dalam hidupnya, kebaikan dan keburukan.
Tertipu dengan hasutnya, terlena dengan rayunya dan hanyut dibawah bisiknya.

Tak mampu bertahan maka lembah dalam jurang pun siap untuk tempat bersarang.
Gelap dan Terhimpit jika terus menerus terbisikkan.
Sahut yang memanggil untuk menghantar pada cahaya
Tangan dan kaki tak mau memihak padanya

Berlari dan menggenggam arah untuk melawan, karena sudah terbuai dan menjadikan itu sebuah kecintaan.
Dunia ini tempat kita hanya sebentar, ibarat seorang musafir yang hanya menetap dan numpang lewat.
Manusia tak lepas dari bisikan dan rayu syaiton.
Kesenangannya adalah melihat kontrol tak terkendali pada diri manusia, mengikuti apa yang dia perdaya adalah kesuksesan nyata.
Hambatan yang selalu menjadi arus baik itu tak tersalurkan

Saat kita tak mampu menguasai hati.
Sulit sekali menjadi orang baik?
Banyak tantangan?
Banyak godaan???
Sebenarnya sama saja ya...

Seperti kita main games, semangat memulainya, semangat mencari bonusnya, semangat naik levelnya seperti itulah kebaikan.
Kebaikan itu mudah, namun kadang kita tergelincir dengan licinnya hati yang tak mampu terkendali. Terpeleset terus...jatuh lagi...
Yoook bangun lah...
Jangan mau dibodohi.
Seharum bunga, seperti itu diri yang ditau banyak orang terus berbuat baik
Enak dipandang, menenangkan

Melihatnya saja terasa kita ingin beranjak dan semangat terus dalam kebaikan.
Aduhh.. duhh mau bangeet punya orang-orang dekat kayak mengingatkan pas dipandang.
Begitulah kebaikan, tak akan menunda apapun ketika tau apa yang harus diperbuat
Dengar kabar orang kesusahan, segera hati tersentuh dan bergerak memberikan.

Kebaikan harus disegerakan, karena salah satu pencegah setan untuk membisikan kita dalam kejahatan
Membuat "dia marah" karena kita mampu berbuat baik dan tak mengikut apa maunya.
Setan aja melakukan dengan sekuat tenaga untuk mencapai visinya.
Menjerumuskan kita dalam keburukan.

Apakah kita menyerah??? membuat setan merasa marah dan membenci kita ketika berhasil melewati godaannya.
Semoga kebaikan selalu membersamai, tepis keburukan agar semua tak membawa luka pada akhir cerita nanti.
Dekat, lebih dekat lagi pada sang Robb
Do'a terus terpanjat, jangan cepat puas
Terus berusaha dan jangan malas

Jangan salah berkawan
Jaga lingkungan kita karena semua itu potensi menentukan kita pada dua hal tersebut (kebaikan dan keburukan)
Orang shalih aja bisa terjerumus jika tak menjaga.
Apalagi kita yang tak ada apa?
Tetapkan Keimanan dan kebaikan itu membersamai kami ya Robb
Bukan menggurui atau mejelekkan, nasehat pribadi untuk kita sama perjuangkan terus berbuat baik

***

Bonus ^^
Sebuah cuplikan di antara dua pilihan
A : ada info nih di grup, banjir, wiih banyak korban lagi, wah udah banyak yang galang dana. Ayo kita donasi!!
Q : Bagus sih tabungan akhirat, tapi yakin gak tuh orang bakal ngasih orang yang berhak. Ntar disalahgunakan loh, lebih baik beli baju kan atau teraktir teman-teman, ngemall, nongkrong dan lainnya.
A : Betul. Tuh orang gak amanah yah? Wah, aku aja yang pake. Daripada dia yang kenyang mending kita, kan udah capek cari uang.

Setan : Haa...haaa...(tertawa jahat). Berhasil juga nih gue usik. Dasar manusia bodoh. Misi harus berhasil.

Sahabat kebaikan jangan sampai kalah sama musuh kita yah yaitu syaiton, sudah melakukan kebaikan apa hari ini? #Selfreminder

-- R.A, NH --

Komentar