Berperan atau Baperan ?

Semakin produktif, semakin kita memilih lebih berperan bukan baperan!!!
Semakin tua dunia, semakin menjadi-jadi tingkah manusia dalam persaingan menuju kata “TERBAIK”.

Pemuda mengambil peran besar dalam mencetak banyak perubahan, menggali potensi, dan membuat itu lebih bersinergi dalam persaingan. Apakah kita tergolong orang-orang bersinergi dalam mencetak perubahan? Atau malah menjadi kaum rebahan hanya mengambil peran dalam “KEBAPERAN”?
Jatuh sedikit sudah membuat letih perjuangan, terseret arus dalam kebodohaan tipu muslihat dalam kemalasan, menyebabkan kita tertinggal dalam PERAN yang seharusnya kita perjuangkan.

PERAN bukan mencari kita, namun kita sendirilah yang memilih peran itu untuk kita mainkan.
Banyak dari kita yang sudah mengantongi gelar-gelar tinggi, berprestasi, dan skill namun tak semua potensi itu berujung PERAN. Jika semua PEMUDA sadar tombak kejayaan berada dalam tangan-tangan kita, maka penjajahan dalam diri, masyarakat, negara dan bahkan dunia akan mengalami perubahan.

Bukankah tokoh-tokoh yang mengambil peran dalam perubahan lebih banyak dari kalangan pemuda?
Banyak sekali para tokoh yang memotivasi langkah gerak kita dalam menguatkan tekad juang kita dalam berperan, contoh bagi kita umat Islam adalah Rasulullah SAW dan para sahabat. Dari segi akhlak, sikap, kecerdasan dan ruang gerak mereka mampu membuat kita berpikir bahwa mereka patut dicontoh dalam setiap bidang seperti kepemimpinan, kecerdasan, ilmu yang luas, berbisnis, visi misi yang jelas dan semangat juang yang tinggi dalam memainkan peran mereka dalam melakukan perubahan.

Imam Syafi’i, Muhammad al-Fatih, Ibnu Sina, dan tokoh lainnya yang memiliki peran membawa perubahan dan nyata. Mereka adalah pemuda-pemuda yang memiliki nilai juang yang tinggi untuk memainkan peran. Tokoh pemuda Indonesia pun tak luput menjadi sorotan kita, siapa yang tak kenal presiden pertama kita. Sosok yang memberikan banyak inspirasi dan membuat masa perjuangan dulu menjadi warna yang indah ketika beliau berani mengambil peran dan melawan musuh-musuh yang menjajah.

Beliau juga berkata, sosok yang membawa perubahan adalah pemuda itu sendiri

“Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan aku guncangkang dunia”
Ir. Soekarno
(Persiden Pertama Republik Indonesia)
Pentingnya pemuda mengambil peran. Tak kalah keren sosok pemuda yang dikenal dengan Eyang Habibie, beliau merupakan pemuda yang membawa perubahan. Banyak sekali membawa perubahan dalam peran mereka. Mereka tokoh yang mengambil peran dari usia muda. Bidang bisnis, sains, teknologi, ekonomi, dan sosial. Banyak sekali para pemuda Indonesia yang memiliki peran strategis.

Lalu bagiamana dengan kita?
Sudahkan kita memiliki peran?
Ahh.. Apakah hanya menjadi penonton?
Parahnya… Apakah kita hanya memiliki peran dibagian baperannya saja?

Miris dan menyedihkan sekali jika pemuda sekarang hanya berperan hanya sedikit, malas-malasan, mager (malas gerak), rebahan, dan sedihnya itu bapernya kelewatan. Nonton sinetron baper ikut kebawa, lihat orang jadi dokter sedang membedah dan melihat darah, takut. Polisi mengangkat senjata pun takut, pas penjahat kabur mau ditembak malah mikir-mikir. Parahnya lagi ketika BAPERNYA OVERDOSIS masalah percintaan…. aduh ini neh yang membuat kita menghilangkan peran dalam diri kita.

Sahabat kebaikan, yuk maksimalkan peran. Jauhi baperan lebih baik kita jadi orang yang membawa perubahan. Mantapkan skenario peran yang akan kita mainkan dan mainkan peran itu dalam mewujudkan, endingnya yuk buatlah perubahan!!

Sahabat kebaikan oarng yang mana ya? BERPERAN atau BAPERAN?
Pasti sahabat adalah orang-orang yang mengambil peran. Pemuda itu harus memiliki peran.

“Tiap kali kuhadapi masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda”
Umar Bin Khattab
Pemuda adalah ASET, perubahan terletak pada PEMUDANYA.
BERPERAN atau BAPERAN!!!!

-- R.A, NH --

Komentar