Toxic Parents ? #4
Toxic Parents 3 Aku kembali ke rumah dan menemukan Bunda di meja makan dengan tangan menutupi wajahnya. Aku memantapkan diri melangkahkan kaki untuk menghampiri Bunda. Bunda yang sepertinya sadar seseorang melangkah ke arahnya, mengangkat kepalanya. Terciduk sedang menangis Bunda buru-buru menghapus air matanya. “ Sini duduk, Bunda mau ngobrol ”. Dengan lembut Bunda memintaku duduk di sampingnya. Bunda memutar tubuhnya agar berhadapan dengan ku, menatap wajahku lekat sampai-sampai rasanya Bunda bisa melihat ke dalam diriku. “ Bunda nggak sadar kapan kamu bisa tumbuh jadi sebesar ini ”, Bunda menarik nafasnya dalam dan membuangnya halus sebelum melanjutkan kalimatnya, “ Sepertinya selama ini Bunda menjadi Bunda yang kamu takuti bukan segani ya? ”, tanyanya pelan dan aku menggeleng cepat, Bunda tersenyum melihat reaksiku, “ Makasih, ya, sudah jadi anak baik. Makasih sudah tetap sayang Bunda walaupun Bunda egois ”. Aku sedih mendengar kalimat Bunda barusan, “ Makasih Bunda sudah...