Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Toxic Parents ? #4

Gambar
Toxic Parents 3 Aku kembali ke rumah dan menemukan Bunda di meja makan dengan tangan menutupi wajahnya. Aku memantapkan diri melangkahkan kaki untuk menghampiri Bunda. Bunda yang sepertinya sadar seseorang melangkah ke arahnya, mengangkat kepalanya. Terciduk sedang menangis Bunda buru-buru menghapus air matanya. “ Sini duduk, Bunda mau ngobrol ”. Dengan lembut Bunda memintaku duduk di sampingnya. Bunda memutar tubuhnya agar berhadapan dengan ku, menatap wajahku lekat sampai-sampai rasanya Bunda bisa melihat ke dalam diriku. “ Bunda nggak sadar kapan kamu bisa tumbuh jadi sebesar ini ”, Bunda menarik nafasnya dalam dan membuangnya halus sebelum melanjutkan kalimatnya, “ Sepertinya selama ini Bunda menjadi Bunda yang kamu takuti bukan segani ya? ”, tanyanya pelan dan aku menggeleng cepat, Bunda tersenyum melihat reaksiku, “ Makasih, ya, sudah jadi anak baik. Makasih sudah tetap sayang Bunda walaupun Bunda egois ”. Aku sedih mendengar kalimat Bunda barusan, “ Makasih Bunda sudah...

Toxic Parents ? #3

Gambar
Toxic Parents ? #2 Aku melempar tasku sembarang dan membanting diri ke kasur. Minggu depan ujian akhir semester dan rasanya niat belajarku berada pada titik nol persen. Ini baru permulaan, pembelajarannya tidak sesulit itu, sungguh, lagipula aku tidak sebodoh itu dalam belajar tapi, aku hanya sedikit muak, itu terlalu kasar harap maklum it’s my day one of pms and I feel too sensitif for everything . Okay, mari refreshing sebentar. Aku mengambil kanvas, kuas dan cat lukisku, demi Tuhan, sebentar saja setelahnya 48 jam di weekend -ku akan kugunakan untuk belajar, janji. “ Ujian kamu dua hari lagi, Sea, ini bukan waktu yang tepat untuk melukis ”. Aku tersentak karena Bunda yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, aku membuang nafas kasar menahan sesuatu dalam diriku yang rasanya akan meledak sekarang juga “ Sebentar aja Bunda, aku butuh refreshing sebelum ujian ”, rengekku pelan. Bunda duduk di sampingku dan membelai lembut rambutku, “ Refreshing setelah ujian ya, harus ...

Toxic Parents ? #2

Gambar
Toxic Parents ? #1 Ini tahun pertama dan semester keduaku menjadi mahasiswi disalah satu universitas terbaik di kotaku yang sudah jadi sasaran Bunda sejak aku SMP, kata Bunda, belajar di universitas berakreditasi baik akan berpengaruh baik terhadap perjalanan cita-citaku. Ribet, is my first impression soal jurusan yang sekarang ku tekuni. Kedokteran. Salah satu jurusan yang paling digilai banyak orang tua, termasuk Bundaku dan katanya juga jurusan idaman mertua. But for you guys information , sejak 19 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia sampai sekarang I’m offically 19 , nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk menjalankan profesi mulia penyelamat banyak orang itu. Bukan karena aku nggak suka, it’s just not my passion . Aku hanya suka seni, terutama melukis. Sedari kecil waktu luang yang ada aku habiskan dengan melukis. Aku masih ingat lukisan pertamaku adalah Putri Odette dalam film Barbie of Swan Lake , yang kalauku lihat lagi pada usia saat ini itu menyeramkan...

Toxic Parents ? #1

Gambar
Hot chocolate yang kini sudah tidak lagi megeluarkan asap tipis menandakan si empunya, alias aku, sudah terlalu lama berkuat dengan pikiranku dan hot chocolate itu menjadi saksi bisu bahwa pikiran si empunya itu sedari tadi sedang tak disana bersama raganya. Sampai suara ketukan pintu itu terdengar seperti sebuah gumpalan awan yang kemudian pecah lalu berhamburan terbang, pikiranku buyar. “ Sea! Sudah lewat jam sepuluh, ayo, tidur kalau nggak kualitas tidur kamu ngak akan bagus karena kurang dari delapan jam ”. Guys, meet my Mom, my single parent Mom , yang baru saja menerobos masuk. Meskipun sudah ketuk pintu, tapi tetap saja aku belum mempersilahkannya masuk. “ Hey, go go go waktu nggak akan berhenti buat nungguin kamu gosok gigi, cuci kaki, cuci muka, dan pergi tidur ”, cercahnya lagi dan seperti biasa dengan alis dan jidat berkerut. Aku menggeliat sambil mengeluarkan suara malas. “Aye, captain!” , aku bangkit dari kursi ter-pewe-ku, memeluk pundak Bunda rewelku sam...

Sebuah Jalan #1

Gambar
Hei, apa kabar? Semoga baik-baik saja dan tetap sehat 😊 Pernah gak kamu merasa iri sama orang lain?. Iri karena kesuksesannya, kepintarannya, ataupun kehidupannya. Pernah gak kamu merasa diri tidak sebaik orang lain?. Seperti gak bisa apa-apa, terlalu bodoh, ataupun miris dengan jalan hidup. Pernah gak kamu terpuruk dan tenggelam dalam keputusasaan?. Pada akhirnya hanya ingin menyendiri dan berharap waktu bisa diulang kembali. Pernah gak kamu terjebak dalam ingatan masa lalu yang tak berguna?. Terjebak karena berusaha introspeksi diri, ehh malah kejebak ingatan yang tak berguna. Pernah gak kamu lupa dengan tujuan yang ingin dicapai?. Yaahh, lupa karena apa yang telah direncanakan tak sesuai dengan yang terjadi. Selamat, kamu masih manusia. Tapi, apa kamu akan terus seperti itu?, membiarkan diri semakin tenggelam ditelan rasa pesimis yang luar biasa. Apa kamu hanya akan diam saja?. Diam menunggu sesuatu berubah secara tiba-tiba menjadi lebih baik, seperti pesulap yang m...