Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Jangan Iri Dengan yang Hanya Terlihat

Sahabat kebaikan sudah lama mimin tidak menyapa. Apa kabar?, semoga dalam keadaan baik yah.. Iri menjadi salah satu sifat yang lumrah dimiliki oleh diri sendiri dan orang lain. Eits tapi jangan salah loh iri ini kemudian diwujudkan dalam berbagai tindakan. Ada sesi dimana iri ini akan berdampak untuk menyalahkan diri sendiri. Lah, ituloh istilah yang sekarang lagi hits insecure . Banyak banget yang sudah foto dengan toga mereka, pegang bunga, selempang dan segala perlengkapan atribut wisuda LDR. Tapi ada juga yang masih stagnan untuk memikirkan skripsi akan dibawa kemana. Lalu berucap aku, kapan yah begitu . Sebenarnya jawabannya sederhana ayo dikerjakan, jangan dipikirin. Cuma nih ternyata berdampak banget menjadi tekanan psikologis apalagi kalo dibumbui dengan pernyataan netizen 'kapan wisuda' atau emak yang udah lantang menyuarakan kegelisahan hati noh si onoh tetangga sebelah udah wisuda, kamu kapan? . Kasus paling membuat baper sejagat raya nih yaitu ta'aruf yan...

Maaf dari Saya

Gambar
Aku pernah bercakap di bawah langit Agustus saat malam tiba. Ditemani ribuan bintang yang semesta sisihkan untuk tata surya. Berbicara tentang gemerlapnya dunia, yang kerap kali membuat kita buta. Pertanyaanku masih tetap sama. Bagaimana cara jatuh cinta. Karena panjangnya tahun hingga dua puluh satu pun aku masih belum bergetar menatap netra keduanya. Karena hingga matahari kian memanas pun aku belum bisa meneteskan air mata karenanya. Sungguh, tak sepantasnya aku berulang menatap mereka, bersamaan dengan hati yang kosong tanpa kasih yang tak ku pilih. Begitu tega rasanya jika setiap pagi menjelang, suara lemah penuh harap dan do’a itu tak ku sambut dengan tenang. Entah kenapa, aliran darah yang mengikat kita tak menggetarkan jiwa yang kini meronta. Kerap kali aku menoleh iri pada sekitar. Pada mereka yang begitu jatuh cinta. Pada mereka yang setiap hari mengangkat telefon dari keduanya. Pada mereka yang air mukanya berubah ceria ketika melihat layar yang tertuliskan naman...

Toxic Parents ? #3

Gambar
Toxic Parents ? #2 Aku melempar tasku sembarang dan membanting diri ke kasur. Minggu depan ujian akhir semester dan rasanya niat belajarku berada pada titik nol persen. Ini baru permulaan, pembelajarannya tidak sesulit itu, sungguh, lagipula aku tidak sebodoh itu dalam belajar tapi, aku hanya sedikit muak, itu terlalu kasar harap maklum it’s my day one of pms and I feel too sensitif for everything . Okay, mari refreshing sebentar. Aku mengambil kanvas, kuas dan cat lukisku, demi Tuhan, sebentar saja setelahnya 48 jam di weekend -ku akan kugunakan untuk belajar, janji. “ Ujian kamu dua hari lagi, Sea, ini bukan waktu yang tepat untuk melukis ”. Aku tersentak karena Bunda yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu dulu, aku membuang nafas kasar menahan sesuatu dalam diriku yang rasanya akan meledak sekarang juga “ Sebentar aja Bunda, aku butuh refreshing sebelum ujian ”, rengekku pelan. Bunda duduk di sampingku dan membelai lembut rambutku, “ Refreshing setelah ujian ya, harus ...

Toxic Parents ? #2

Gambar
Toxic Parents ? #1 Ini tahun pertama dan semester keduaku menjadi mahasiswi disalah satu universitas terbaik di kotaku yang sudah jadi sasaran Bunda sejak aku SMP, kata Bunda, belajar di universitas berakreditasi baik akan berpengaruh baik terhadap perjalanan cita-citaku. Ribet, is my first impression soal jurusan yang sekarang ku tekuni. Kedokteran. Salah satu jurusan yang paling digilai banyak orang tua, termasuk Bundaku dan katanya juga jurusan idaman mertua. But for you guys information , sejak 19 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia sampai sekarang I’m offically 19 , nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk menjalankan profesi mulia penyelamat banyak orang itu. Bukan karena aku nggak suka, it’s just not my passion . Aku hanya suka seni, terutama melukis. Sedari kecil waktu luang yang ada aku habiskan dengan melukis. Aku masih ingat lukisan pertamaku adalah Putri Odette dalam film Barbie of Swan Lake , yang kalauku lihat lagi pada usia saat ini itu menyeramkan...

Jatuh Cinta Sama Sahabat Sendiri? DILEMA Sekali Rasanya!

Gambar
Sahabat kebaikan kali ini biachan mau membahas seputar hubungan persahabatan lawan jenis yang mungkin pernah kalian alami. Dalam hubungan persahabatan kadangkala perasaan suka dan kagum terhadap sahabat sendiri merupakan hal yang lumrah. Namun, apa jadinya jika terjadi pada sahabat yang salah satunya memendam perasaan cinta? Ada dua kemungkinan. Cintanya terbalas atau tak berbalas. Kemungkinan lainnya muncul jika masa pacaran telah berakhir. Antara berakhir di pelaminan atau justru menjadi memori yang menyakitkan. Hanya takdir dan semesta yang mampu menjawabnya. Teruntuk kalian yang berada dalam situasi jatuh cinta terhadap sahabat sendiri. Ada dua pilihan di tanganmu. Pilihan pertama, apakah kamu akan mengungkapkannya lalu mendapatkan jawaban yang menyenangkan atau meruntuhkan hatimu?. Pilihan kedua, apakah kamu akan memendam saja perasaan itu hingga akhir dengan resiko suatu saat nanti dia bersama orang lain atau kamu beruntung berujung dengan kisah teman tapi menikah?. Pilihl...

Perintah dan Pelajarannya

Gambar
Adalah sore itu, seorang anak kecil saling bertukar cerita dengan ayahnya. Keduanya saling menyahuti dengan canda. Sampailah sang ayah pada sebuah kalimat perintah untuk gadis kecilnya. " Sholat nak, ayo sana sebelum kita pulang ke rumah " ujarnya. Sang anak tampak tak terima, ia menggugat. " Ayah saja tidak pernah shalat! " Dan kuceritakan pada kalian sahabatku, ayah gadis itu bungkam. Kehilangan katanya untuk menyanggah alasan sang anak tak menerima arahannya. Pada cerita itu mari kita mencari pelajaran bagi diri yang punya hati. Bahwasanya sebelum berbicara baiknya kita menjadi pelaku utama. Paling pertama menjadi contoh yang diambil teladannya. Pada kisah ini bisa kita ambil mutiaranya. Bahwa untuk menjadi orang tua, haruslah siap ilmu juga akhlak yang ahsan digugu si penerus, titipan-Nya. Maka jika yang membaca ini adalah para orang tua, mari berbenah lagi, berupaya jadi sebaik-baik sosok bagi Allah dan si buah hati. Bila yang meneliti tulis...

Menyandingkan “Cuma” dan “Doang” dalam Sebuah Kalimat Adalah Bentuk Pemubaziran Tak Termaafkan

Gambar
Sejauh mata memandang dan sejauh telinga mendengar, “Cuma” dan “Doang” kerap hadir bersamaan, bersanding tanpa restu kaidah kebahasaan dalam sebuah kalimat. Betapa sering kita mendengar atau bahkan mengeluarkan kalimat seperti ini “Cuma gitu doang mah gampang!”, kita melontarkan kata-kata itu dengan sangat ringan, kayak gak lagi ngelakuin kesalahan apa-apa, ayo ngaku saja!. Saya sadar betul dalam percakapan sehari-hari menyandingkan “Cuma” dan “Doang” nikmatnya kayak gibahin tetangga sebelah, astagfirullah, becanda sayang. Saking nikmatnya menyandingkan “Cuma” dan “Doang” saya berani bilang kalau hampir semua orang Indonesia pernah menyandingkan keduanya baik secara sadar maupun tidak sadar, karena alasan itu tadi, nikmat dan mantap rasanya bilang begini “Cuma kamu doang yang ada di hati aku”, apalagi kalau sedikit dipoles dengan kebohongan, sensasinya beda, adrenalin terpacu kencang. Akan tetapi kenapa ya semua yang mantap-mantap itu yang dilarang? Sudah menjadi tradisi sejak za...

4 Tipe Akhi Yang Wajib Ukhti Ketahui

Saya tidak tahu persis kapan term akhi dan ukhti ini berkembang luas di masyarakat Indonesia Raya ini. Sepanjang perjalanan saya menjalani kehidupan yang penuh liku dan lika, saya untuk pertama kalinya familiar dengan term akhi dan ukhti sejak awal-awal kuliah, tepatnya tahun 2016 akhir. Sebelumnya memang saya pernah mendengar tentang istilah akhi dan ukhti, dan saya juga tau artinya, akan tetapi saat itu saya baru tau jika kedua istilah ini digunakan dalam makna semantik dan pragmatik yang lebih luas. Mungkin saya yang kurang pergaulan hingga terlambat mengetahui seputar istilah akhi dan ukhti yang sebenarnya mungkin sudah lama berkembang. Karena penasaran saya memutuskan untuk bertanya pada guru kita semua, guru kebanggaan kita Mbah Google, saya melakukannya agar bisa tidur nyenyak di malam hari dan bermimpi indah tentunya. Tak disangka-sangka hasil yang saya temukan membuat saya kejang-kejang, hasil pencarian saya mengonfirmasi bahwa validitas kekudetan saya memang tinggi, seting...

Pendidikan Inklusif, Sudahkah Benar-Benar Terimplementasikan dengan Baik?

Gambar
Sahabat kebaikan pernah dengar mengenai pendidikan inklusif kah? Akhir-akhir ini topik pendidikan inklusif naik daun melihat gerakan advokasi dan perjuangan para pegiat dan pejuang isu-isu pendidikan bagi kaum marjinal booming ke permukaan. Sebenarnya pendidikan inklusif bukan isu yang baru. Tema tersebut sudah ada jauh di tahun 1990 an dan di Indonesia implementasinya khususnya di Lombok Tengah baru tahun 2012 implementasinya mulai digaungkan oleh pemerintah daerah. Beberapa sekolah dasar terpilih untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Mari kita tilik kembali apa sih pendidikan inklusif itu? Pendidikan Inklusif menurut Valle & Conner (dalam Marylin & William, 2015: 33) mengemukakan bahwa konsep praktik pendidikan inklusif menunjukkan bahwa setiap siswa penyandang disabilitas memiliki lebih banyak kemiripan dibandingkan perbedaannya dan bahwa seluruh siswa harus disambut ramah oleh anggota komunitas belajar mereka . Jadi intinya, pendidikan Inklusif adalah sistem lay...

Surat untuk Diri Sendiri

Gambar
Selamat malam, diri! Terima kasih sudah bertahan sejauh ini. Terima kasih sudah mau diajak berlari, walau luka menganga setiap pagi. Terima kasih sudah bersedia menembus panasnya udara, yang belum juga merasakan hujan dari atas sana. Aku tidak akan pernah lupa. Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak sekolah menengah pertama. Namun semesta, ternyata punya rencana yang tak kalah bahagia. Merangkulmu hingga titik dimana kamu bisa bernafas lega, sekalipun beberapa saat saja. Aku tidak akan pernah lupa, bagaimana kamu berulang kali gagal menjaga pertemanan. Entah salah siapa, hingga saat ini kamu tetap menyalahkan kita. Tak apa, selama kita baik-baik saja dan mereka tetap bahagia. Sekalipun hingga saat ini, berdamai dengan masa lalu menjadi perkara yang tak kunjung punya muara. Aku tidak akan pernah lupa, betapa terlukanya kamu saat capaian tak sesuai ekspektasi yang dibebankan, pada pundak ringkih yang dulu kita punya. Betapa malam tak pernah kita lewati dengan gelap gulita. ...

Tasawuf: Solusi Degradasi Moral Milenialis

Gambar
Era milenial yang ditunjukkan dengan merebaknya inovasi dalam segala bidang kehidupan, tak syak dapat dilihat sebagai dua sisi mata pisau. Berbagai terminologi bermotor “Industri 4.0” sebut saja seperti AI (Artificial Inteligence); Big Data; Augmented Reality; Cloud Computing; Cyber Security hingga Addictive manufacturing sudah siap menerobos sekat-sekat geografis ( borderless ), tak peduli tentang siap atau tidak masyarakat global terhadapnya ( survival of fittest ). Proses Digitalisasi sepertinya sudah memberi efek candu akut kepada masyarakat global ( Global Citizen ) hingga tak dapat terpisah dari konsep IoT ( Internet of Thing) . Proses efisiensi ini, tentu saja memberikan kontribusi positif dalam banyak hal, namun implikasinya berupa proses dehumanisasi yang kemudian menyebabkan “degradasi moral” adalah bayaran yang terlalu mahal untuk itu semua, karena produk berlabel semoderen apapun akan dirasakan terlalu “ Over Price ” jika harus mengorbankan kualitas akhlak manusia. ...

Berperan atau Baperan ?

Gambar
Semakin produktif, semakin kita memilih lebih berperan bukan baperan!!! Semakin tua dunia, semakin menjadi-jadi tingkah manusia dalam persaingan menuju kata “TERBAIK”. Pemuda mengambil peran besar dalam mencetak banyak perubahan, menggali potensi, dan membuat itu lebih bersinergi dalam persaingan. Apakah kita tergolong orang-orang bersinergi dalam mencetak perubahan? Atau malah menjadi kaum rebahan hanya mengambil peran dalam “KEBAPERAN”? Jatuh sedikit sudah membuat letih perjuangan, terseret arus dalam kebodohaan tipu muslihat dalam kemalasan, menyebabkan kita tertinggal dalam PERAN yang seharusnya kita perjuangkan. PERAN bukan mencari kita, namun kita sendirilah yang memilih peran itu untuk kita mainkan. Banyak dari kita yang sudah mengantongi gelar-gelar tinggi, berprestasi, dan skill namun tak semua potensi itu berujung PERAN. Jika semua PEMUDA sadar tombak kejayaan berada dalam tangan-tangan kita, maka penjajahan dalam diri, masyarakat, negara dan bahkan dunia akan meng...

Berhentilah Mendiskreditkan Warna Oranye Karena Hak Asasi Adalah Milik Segala Warna

Gambar
Beberapa kalangan kerap kali mendiskreditkan warna oranye, terutama oleh kaum hawa, tak terkecuali saya, sekali lagi tak terkecuali saya, tapi itu dulu sekarang tidak lagi. Warnanya yang mencolok membuat warna oranye dipandang sebelah mata, banyak yang memberikan predikat norak nomor wahid pada warna oranye. Bahkan sebuah penelitian mengatakan 33% wanita membenci warna oranye. Apa salah warna oranye hingga ia begitu dibenci?, jika penampakannya yang terlalu mencolok membuatnya dihakimi dan dibenci kenapa hal ini tak terjadi pada warna mencolok yang lain?. Produsen produk fashion juga seolah mendiskreditkan warna oranye, terbukti jarang sekali produsen fashion yang meluncurkan warna oranye dalam seri produk fashion yang mereka produksi, mungkin karena alasan prinsipiel tidak akan ada konsumen yang akan membeli item fashion berwarna oranye, padahal pangsa pasar item fashion warna oranye adalah pangsa pasar yang terbilang cukup seksi. Saat SD dulu saya ikut kasidahan di sekolah saya...

Mantap Jiwa, Menguak Matematika Kehidupan di Negeri Sakura

Gambar
Informasi Buku Judul Buku : Buku Latihan Soal, MANTAPPU JIWA Nama Penulis : Jerome Polin Sijabat Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Jumlah Halaman : 224 halaman Tahun Terbit : 2019 Kota Terbit : Jakarta Dimensi : 20cm ISBN : 9786020632414 ISBN Digital : 978602063421 “Mantap Jiwa”, sebuah kata yang sarat akan makna sebagai penggugah jiwa-jiwa yang ‘belum bangkit’. Kenapa saya katakan belum bangkit? Karena masih banyak diantara kita terpurung dengan fenomena insecure sehingga kita lupa masih harus berjuang dan bersyukur. Terus menyalahkan keadaan dan kesalahan lainnya, padahal jalan menuju Roma tidaklah satu. Buku ini merupakan terobosan anyar, pemantik jiwa yang butuh asupan motivasi dan pembasmi epidemi kemalasan seakan-akan ingin mengajak pembacanya untuk siap menjadi orang yang gila belajar. Buku dengan ilustrasi nyentrik berwarna biru yang mengambarkan perjuangan penulis di Negeri Sakura, Jepang seperti roller coa...

Jalan-Jalan Mulu, Kenapa Sih?

Gambar
Jawabannya sederhana, mentafakkuri ciptaan Allah SWT. Jawaban lainnya adalah, ingin menikmati suasana beribadah di tengah indahnya ciptaan Allah, seru bukan? Let me describe it! Tidak sedikit orang yang mengatakan, ngapain sih jalan-jalan mulu? Padahal kewajiban dan tanggung jawab masih harus dikerjakan, kok ditinggal? Sebagai seseorang yang memiliki lingkaran “teman untuk jalan-jalan”, kami tidak sepenuhnya meninggalkan kewajiban. Sebelum hari jalan-jalan yang ditentukan, kami akan menyelesaikan tugas-tugas atau tanggung jawab terdekat. Karena tidak mungkin membawa beban berat ketika berjalan-jalan bukan? Ciptaan Allah benar-benar indah, dan kami “memburu” itu. Kami benar-benar menekankan untuk mentafakkuri segala ciptaan Allah yang kami lihat di perjalanan, dan bukan hanya untuk melepas penat dari kesibukan. Mungkin terdengar sedikit klise, namun hampir dari seluruh kami menyukai bintang-bintang di langit malam. Melaksanakan sholat di bawah lautan bintang benar-benar teras...

Sampai Hari "H"

Gambar
Assalamu’alaikum sahabat kebaikan 😊 Apa kabar dua pekan belakangan ini? Kurasa baik, buktinya kamu masih sempat membaca tulisan ini kan. Terima kasih telah membaca blog kebaikan tiap hari ya, semoga kamu dan orang-orang di sekelilingmu mendapatkan kebaikan yang banyak. Aamiin. Mari kita mulai sesi hari ini dengan pertanyaanku pada sahabat sekalian. Kamukah raga itu, yang sering mendoakan teman-temanmu yang berkabar dengan undangan pernikahan? Atau kamu yang didoakan karena mengirim undangan pada mereka? Oh atau kamu orangnya, yang terisak pelan dengan tisu di tangan ditambah upaya mengikhlaskan? Yang mana pun kondisimu tetaplah berbaik sangka dengan doa. Sampaikan pada-Nya bahwa kamu bahagia karena masih bias mencintai-Nya. Berbicara undangan pernikahan, seringkali kudapati teman-temanku membuat status WhatsApp dengan caption “ Selamat ya, semoga lancar sampai hari H ” dan sederet kalimat doa lainnya. Kalimat singkat yang diharapkan menjadi penguat si pengantin menuju har...

Hei Kaum yang Berpacaran !, Tahu Enggak Asal Usul Pacaran?

Gambar
Saya ingin memulai tulisan ini dengan ungkapan “Pada zaman dahulu kala”, tetapi nanti jatuhnya garing dan membosankan karena bawaannya seperti kakek dan Nenek yang akan mendongengkan cucu-cucunya. Walaupun saya gadis yang sudah memiliki banyak koleksi cucu, saya tidak mau merasa tua karena kenyataannya saya memang masih muda, masih single alias tidak berpacaran, dan sedikit cantik. Walaupun saya tidak berpacaran dan sering kalang kabut karena ditikam kesepian, saya mencari tahu tentang budaya pacaran, alasannya karena saya seorang phylomath, sebuah klaim yang agak mengada-ngada tetapi semoga menjadi doa dan pada akhirnya menjadi kenyataan. Sahabat kebaikan, tolong beri amin paling serius. Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya mengisahkan tentang sejarah pacaran. Seperti biasa, mukadimah sebuah sejarah biasanya diawali dengan perkenalan. Perkenalan di sini akan saya mulai dengan menjelaskan definisi pacaran. Secara harfiah “pacaran” berasal dari kata “pacar” yang ar...